Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
pertemuan tak diharapkan


__ADS_3

acara pesta ulang tahun dinda telah usai para saudara dan teman pulang kerumahnya masing masing


sore harinya dinda mengajak reza berjalan jalan ketaman dekat komplek rumahnya


dengan senang hati reza mengantar istrinya untuk menghirup udara segarnya pepohonan, banyak  anak kecil berlarian bersama temannya


"enak ya mas jadi anak kecil!" ucap dinda iri melihat kebahagian sederhana dari anak yang cukup bermain ditaman, membeli balon atau es krim saja sudah membuatnya senang


"kamu mau jadi anak kecil lagi? atau mau nambah anak kecil lagi dirumah!" ucap reza yang menuntun tangan dinda membawanya ke kursi panjang yang ada ditaman itu


keduanya duduk dengan kepala dinda bersender dibahu reza yang juga merangkul pundak sang istri. senyuman mengembang pada keduanya


"mau makan es krim?" tanya reza melihat anak kecil menikmatinya sepertinya dinda juga menginginkannya


"Mau! tapi yang rasa mangga dan stroberi" ucap dinda


"kamu tunggu sini sebentar mas beli es krim dulu" reza meninggalkan dinda yang tak jauh dari jangkauan matanya. reza memesan dua rasa keinginan istrinya pada penjualnya dan menunggu untuk dilayani, karena saat itu pengunjung taman cukup ramai dan banyak anak kecil ataupun remaja yang ingin membeli pada pedagang yang sama


"dinda!" suara lelaki yang tak asing bagi pendengaran dinda

__ADS_1


dinda beranjak tiba tiba dari duduknya terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini. dinda mengelak bahwa itu nyata baginya itu hanya halusinasinya saja


"apa kabar?" lelaki itu bertanya kepada dinda lagi


"ken...kenapa kamu bisa ada disini?" tanya dinda ragu dan takut


"apa kamu lupa! dulu aku sring kesini bersama seseorang" jawab lelaki yang mengenal dinda tadi


"sayang! ini es krimnya" reza melirik tajam pada lelaki yang sednag mengajak istrinya bicara


reza memberikan kode pada istrinya untuk menjelaskan apa yang terjadi


tangannya mengulur pada reza memperkenalkan diri namun dinda menggeleng pada reza agar tak perlu menanggapi varo. reza pun menuruti dinda dirinya hanya memperkenalkan diri tanpa menyambut jabatan tangan varo


"saya suami dinda!" tegas reza menjelaskan statusnya pada orang yang menurut reza bukan hanya sekedar teman biasa. jika dilihat dari tatapannya pada istrinya


dan juga perubahan raut wajah dinda yang terlihat tidak nyaman. reza menyimpulkan ada sesuatu yang terjadi diantara keduanya


"ayo sayang kita pulang!" reza menggenggam tangan dinda mengajaknya menjauh dari pandangan yang membuat reza tak nyaman

__ADS_1


tanpa banyak bicara dinda mengikuti langkah kaki reza yang membawanya pulang. reza tak mau membuat dinda tertekan dan akan menunggu sampai istrinya lah yang akan bicara tentang lelaki tadi


"kamu baik baik saja din?" tanya reza lembut agar tak membuat dinda takut


"tidak sayang! ayo kita pulang" ucap dinda menenangkan suaminya


dinda tak habis pikir bagaimana bisa orang yang paling tidak ingin dinda temui justru datang tanpa diundang dalam hidupnya kini. dinda terus bersyukur kini reza lah yang menjadi pendamping hidupnya


"mas i love you" ucap dinda menempelkan jarinya membentuk love


reza tersenyum senang dengan ucapan istrinya yang selalu bisa membuatnya berdebar saat mengatakan hal tersebut.


"i love you more dinda atmaja" balas reza


keduanya tertawa  lepas tanpa beban melanjutkan perjalanan pulang sekitar dua puluh menit dari taman sampai kerumah keduanya.


"ayo turun!" reza membukakan pintu mobilnya untuk sang istri setelah tiba dirumah


hai para readers mohon maaf karena sedikit kesibukan author ngga bisa up tiap hari,,, terima kasih supportnya

__ADS_1


__ADS_2