
"tunggu mas aku mandi dulu, ganti baju dulu" ucap dinda
"nanti saja! ayo keluar" reza menarik pelan tangan dinda membawanya keluar rumah
dihalaman yang cukup luas hanya ada dua manusia yang berdiri berdampingan melihat takjut apa yang ada dihadapannya
sebuah kue kecil yang cantik juga dekorasi yang simple dan mewah yang sudah dipesan reza pada mang udin untuk mengurusnya sebelum datang
"mas ini apa? siapa yang ulang tahun" dinda mendekati meja dan alangkah terkejutnya dia hingga melupakan sesuatu yang sangat penting
"maaf mas, aku lupa maafin aku" dinda memeluk suaminya manja dan menangis sesenggukan
"husss, kok malah nangis ngga suka dengan yang mas siapkan hemm?' reza memegang bahu dinda dan menatapnya tajam
"suka banget tapi aku melupakannya" dinda makin mengencangkan suara tangisnya
"cup, cup sudah ngga penting siapa yang ingat lebih dulu, yang paling penting kita akan terus bersama selamanya. happa anniversary sayang. tetaplah disamping mas apapun yang terjadi" ucap rez sendu mengecup kening istrinya
memeluknya erat seakan tak mau melepaskan walau sedetikpun
"apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu sayang, i love you reza andrian" ucap dinda mengecup sekilas bibir reza
"i love you more dinda atmaja" keduanya tertawa bahagia
mendekati kue dan meniup lilin yang ada didalamnya berdoa bersama dan saling menyuapi satu sama lain
"enak kuenya mas, kadonya mana?" dinda mengadahkan tangannya pada reza
dengan sebuah kode tanpa suara reza menunjuk rumah dibelakang keduanya duduk dengan senyum termanisnya
"mana kadonya!" dinda tak sabar di ulang tahun pernikahan yang kedua ini reza menghadiahkan dinda sebuah aset berharga
"lihat itu" tunjuk reza pada sebuah papan yang tertempel dibagian atas rumah bertuliskan villa dinda dengan huruf yang sangat besar
__ADS_1
"bisa baca ngga? kurang gede!" tegas reza
dinda hanya terdiam tak tahu harus berkata apa dengan kejutan yang diberikan suaminya, pasalanya dia tak menginginkan apapun dalam kehidupannya dari lahir dinda sudah mampu membeli apa yang dia mau
tapi ini berbeda rasanya ketika orang kesayangan yang memberikan hadiah maka apapun itu akan menjadi barang yang istimewa
"ini buat aku mas, villa ini punya ku?" dinda masih tak percaya
"tentu saja buat istri mas! sini duduk ayo makan malam dulu" tak ada pesta karena saat ini malam hening yang dinikmati berdua lebih istimewa daripada pesta mewah
"mas hanya bisa kasih ini, semoga kamu suka ya!" reza menyerahkan surat rumah yang sudah berganti nama menjadi dinda didalamnya
"aku tak butuh apapun lagi mas, hadirmu sudah menjadikan hidupku sangat bahagia. tapi aku juga sangat suka hadiahnya hehe" dasar dinda memang sulit diajak serius
"tapi mas aku ngga punya kado gimana dong?" dinda bingung terus berfikir apa yang bisa dia berikan saat ini
"kamu adalah kado paling berhargaku sayang" reza mengcup bi*bir dinda
dinda tersipu malu wajahnya memerah mendengar ucapan manis suaminya
"ngga perlu menunggu pulang, tiga ron*de saja cukup untuk menukar hadiahnya" reza mengedipkan matanya
"masssssss!" dinda berteriak
"hahaha" reza tertawa senang
keduanya makan malam dengan suasana romantis dan adegan saling suap pun tak terhindarkan
reza mengajak dinda masuk karena udaranya semakin dingin yang tak mau membuat dinda sakit.
"kenyang terus tidur, ohhh indahnya jadi istri orang kaya" ucap dinda membuat reza ternganga oleh perkataan istrinya
"enak aja tidur, kerja dulu lah" sahut reza
__ADS_1
"oke,, ngapain beresin piring sisa makan atau nyapu ngepel aku bisa" ucap dinda dengan raut wajah serius
"kamu mau mas digorok papi tirta" ucap reza bergidik ngeri
"papi lebih kejam dari pada ibu kota" jawab dinda becanda
"kerjanya gampang, kita mandi lalu kamu pijat punggung mas sampai tertidur gimana?" ucap reza
"tapi pijatanku ngga enak, tapi oke lah karena aku lupa tentang hari ini anggap saja hukuman" dinda bersemangat
reza mandi lebih dulu baru disusul dinda, reza yang sudah selesai mandi hanya mengenakan celana pendek selutut tanpa memakai baju
dinda keluar kamar mandi sudah berpakaian lengkap membuat reza menghela nafasnya
"kenapa mas?" tanya dinda
"engga! ayo buruan pijitin tadi mas nyetir kamu asik tidur" reza membaringkan badannya menghadap ke kasur
"okeĀ bos!" dinda menaiki ranjang dan mengambil lotion miliknya untuk memijat tubuh reza
"enak sayang pijitannya, sering sering ya" ucap reza keenakan
dinda yang mengenakan minidress menaiki punggung reza yang membuat reza tak lagi berkonsentrasi pada pijitan dinda
ia membalik badannya dan kin dinda berada tepat diatas perutnya.
"mas kok ngga bilang, untuk ngga jatuh" kesal dinda
hendak beranjak dari atas tubuh reza dinda justru ditarik dalam pelukan suaminya
"sudah siap?" tanya reza ambigu
"apanya?"
__ADS_1
tanpa basi basi reza gaspol hingga keduanya terlelap karena kelelahan . dinda pasrah saja dengan perlakuan suaminya yang membuatnya mend*sah ken*kmatan
"i love you"