
flasback on
"halo dad, bagaimana perusahaan apakah masih belum beres?" tanya reza pada dadynya pak farhan melalui panggilan ponselnya
"belum za jesika tetap mau kamu menikahinya, dan dia akam kasih waktu selama satu bulan jika tidak perusahaan dady tinggal nama saja!" ucap pak farhan
"aku sudah meminta seaeorang menyelidikinya dan dady tunggu saja sebentar lagi perusahaan dady akan kembali" jawab reza
"tapi kamu tak tau bagaimana jahatnya ayah jesika! dia bekerja sama dengan para mafia disini" ucap pak farhan takut keluarganya terancam
"jangan khawatir aku akan selesaikan semuanya dengan syarat!" ucap reza menggantung
"dengan orang tuamu kau meminta syarat! dasar anak kurang ajar!" pak farhan kesal
"mudah saja, cukup restui aku akan melamar seseorang disini dan juga kalian harus datang ke negara ini untuk menemui calon mertuaku dan juga ke acara pernikahanku" reza menjelaskan pada dadynya
"kenapa mendadak apa kau menghamili anak orang?" tanya pak farhan
"segera setelah menikah! jadi datanglah dua hari dari sekarang setalah kami menikah, kami akan ikut bersama kalian mengurus masalah perusahaan dady" ucap reza
__ADS_1
reza menjelaskan sekilas tentang dinda yang akan menjadi menantu keluarga kusuma. ada rasa bahagia dihati pak farhan setelah sekian lama menunggu anaknya akhirnya mau menikah. tapi ada rasa khawatir juga karena orang tua jesika tak pernah main-main dengan ucapanya.
panggilan telfon pun diakhiri dengan persetujuan dari pak farhan reza melamar dinda. dan juga kelurganya akan datang dua hari sebelum hari pernikahan keduanya
flasback off
"pagi kak, akhirnya kau laku juga" ucap nino adik reza
"jam berapa kalian sampai?" ucap reza ikut bergabung dimeja makan
"kami sampai sekitar jam dua malam tadi, ayo sarapan dulu" ajak mami tania menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya
"baguslah! nanti malam kita akan datang kerumah calon mertuaku" ucap reza datar
"hahahaha" nino tertawa kakaknya dikatai oleh maminya namun reza tak ambil pusing adik dan maminya memang suka sekali bercanda dan mengejeknya
setelah sarapan reza mengajak dadynya untuk membahas masalah perusahaan dadynya yang sedang terombang ambing.
"ikut reza ke ruang kerja dad dan kamu juga ikut" ucap reza menunjuk pada adiknya
__ADS_1
"bagaimana bisa dady mempetaruhkan perusahaan untuk judi!" reza berterus terang pada dadynya
"bagai..mana kamu bisa tau soal itu?" tanya pak farhan bahkan istri dan anaknya tak tau soal itu
"dady begitu mudah tergoda dengan investasi dari orang tua jesika hingga mengorbankan keluarga!" reza kesal pada dadynya dia yang berulah reza yang harus tanggung jawab
"maafkan dady za, nino dady tak tau jika orang tua jesika sakit hati pada keluarga kita karena kamu menolak perjodohan itu. awalnya dady hanya mengikuti saja karena itu hanya permainan bukanlah berurusan dengan perusahaan tapi dady dijebak. ternyata semua sudah diatur oleh alex ayah dari jesika"
"kenapa dady baru bilang sekarang?" gantian nino yang bicara, dia sedikit kecewa pada dadynya karena selama ini yang menjadi panutanya adalah kedua laki-laki dihadapannya saat ini
"maafkan dady nak, dady salah tapi jangan bilang pada mami kalian" ucap pak farhan
"sudahlah, semua sudah aku urus dan tinggal tunggu waktu yang tepat saja untuk mengambil alih perusahaan itu lagi. aku juga meminta bantuan pada calon mertuaku untuk mencari tahu kelemahan dari alex" ucap reza
"kita akan bahas ini lagi setelah pesta pernikahanku selesai. dan jangan ada yang menggangu sampai acaranya berakhir" ucap reza menutup rapat keluarganya dan kembali ke ruang keluarga
"kalian bicarain apa sih, mami ngga di kasih tau?" ucap mami tania
"kita bahas acara pernikahan rezq mi, ayo siap-siap untuk nanti malam" ucap pak farhan
__ADS_1
"sayang! aku dan orang tuaku akan datang kerumah mu untuk pertemuan keluarga nanti malam. dandalah yang cantik untuk. menemui mertuamu!" reza mengirim pesan pada dinda agar bersiap-siap
"jadi menurutmu selama ini aku jelek, kalau begitu aku tak mau dandan" balas dinda dengan emoticon marah