
"bolehkah sekarang?" tanya reza
anggukan dinda membakar semangat reza yang membara yang sempat tertahan beberapa waktu meski bukan pertama kali bagi keduanya
tapi ini kali pertamanya keduanya menikmati waktu berduanya tanpa ada gangguan dan jauh dari kelaurga
saat ini keduanya sedang memadu kasih bagaikan kan musim kemarau yang akan terlewati karena mendung segera meneteskan air hujan
reza yang sudah tak sabar ingin menyalurkan hasratnya selama tertunda karena pekerjaan dan juga tamu bulanan dinda yang baru saja selesai
ci*uman dari mulai kening wajah turun pada bi*bir mungil dinda keduanya menilkmati momen ini dengan suasana romantis dalam kamar
tangan reza tak tinggal diam ikut bergerilia membuka b*ju dan juga pakaian da*lam dinda yang kini keduanya berada dalam ruang sunyi tanpa dilapisi sehelai benang pun
semakin pa*nas suasana membakar keduanya\, kini reza menind*h tu*buh istrinya mulai melancarkan aksinya
dinda hanya menik*mati apa yang dilakukan suaminya mendengar dsuara des*ah*an dinda yang semakin membuat reza terbakar ga*rah.
kedua beradu dalam manis dan nik*matnya kegiatan ran*jang dipagi hari menguras tenaga dan suara
"terima kasih sayang" ucap reza setelah beberapa jam berolah raga pagi bersama sang istri. kecupan manis nan lembut menyertai sebelum keduanya kelelahan dan tertidur dalam pelukan hangat
__ADS_1
*******
reza bangun terlebih dulu dan memberitrahukan pada staf yang menyusun acaranya selama honeymoon bahwa sore nanti keduanya baru akan memulai kegiatan destinasinya
reza mengambil pakaian keduanya dan membereskannya setelah itu dirinya mandi sebelum istrinya bangun, setelah badanya kembali segar ia membangunkan istrinya yang saat ini tidur pulas dalam balutan selimut sisa pertempuran beberapa saat lalu
"sayang!
dinda ayo bangun, ini sudah sore kita hanya mau dikamar saja? mas sih ngga masalah kalau sekarang mau juga mas siap" ledek reza istrinya tak kunjung bangun
"mas badanku sakit semua ini, aku lelah" dinda msih enggan bangun dari tidurnya
reza mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar mandi menyiapkan air untuk istrinya mandi dan berendam dengan air hangat agar badanya segar
mendapat pukulan dari dinda reza bukannya kesakitan malah tertawa, istrinya kesal sudah dibuat lelah masih saja diledekin membuat dinda malu padahal senang juga dalam hatinya
reza yang biasa berwajah datar kini berubah berekspresi saat berdua dengan istrinya
"jangan lama-lama nanti kamu sakit, mas tunggu diluar!" reza keluar meninggalkan dinda dikamar mandi
"ayo mas kita jalan-jalan!" dinda siap dengan dress selutut yang membuatnya makin terlihat seksi dan makin cantik dimata reza
__ADS_1
"tadi katanya lelah tak bertenaga sekarang semanat banget mau jalan-jalan. berarti nanti malam bisa lagi dong" ucap reza
"kita lihat saja nanti malam, emang ngga capek tadi udah menguras tenaga gitu?" tanya dinda
"itu belum ada apa-apanya din, ayo kita berangkat" reza menggandeng tangan istrinya agar tak dilirik lelaki lain
"let's go!" dinda bersemangat
keduanya diantar supir yang disediakan hotel menuju destinasi keinginan dinda sekaligus makan malam disana
melewatkan makan siang bagi keduanya sangat kelaparan
"kita mau kemana mas?" dinda tak diberitahukan kemana saja tempat yang akan dikunjungi keduanya
"tak usah banyak bertanya, cukup bilang suka atau tidak suka" bisik reza dan tak lupa mencuri kesematan mencium istrinya yang membuatnya gemas
dinda dilahirkan dalam keluarga kaya apa yang dia inginkan pasti bisa dituruti namun tak pernah membuat reza kecewa dengan penolakan atau ketidak sukaan dinda
dinda sangat meenghormati dan menghargai yang diberikan suaminya
"siapp boss" ucap dinda
__ADS_1
"sayang!" ucap reza kesal saat dipanggil dinda dengan kata bos