
bangun pagi reza terasa segar melihat istri cantik masih terlelap disampingnya, kecupan kening menyambut pagi mendarat pada dinda yang mulai merasa terganggu dengan tatapan suaminya
"mas sudah bangun?" dinda melihat buram suaminya dengan wajah tampan dan senyum termanisnya
"sudah sayang, maafkan mas ya soal semalam dan hari ini mas juga akan sibuk lagi dikantor, kamu bisa temani mas jika tak bosan tapi!" reza ingin menghabiskan waktunya bersama dinda dikantor
"jadi mau ngajakin apa ngga sih sebenarnya?" dinda belum beranjak dari tidurnya karena dilihat jam masih menujukan sekitar jam empat pagi
"ya maunya mas kamu ikut, tapi mas takut kamu bosan karena mas akan sibuk dengan kerjaan" reza beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi
"baiklah aku ikut" dengan segera dinda bangun mencuci wajahnya dan keluar membuat sarapan untuk keluarganya
dengan semangat dinda membuat nasi goreng dibantu asisten rumah tangganya dan juga menyiapkan jus serta roti bakar
"bik tolong siapkan nasi dikotak ini beserta lauknya ya, saya mau sarapan dikantor sama mas reza sisanya taruh saja dimeja makan buat yang lain" ucap dinda
"baik bu, akan saya siapkan"
"terima kasih bik" dinda beranjak dari dapur setelah pekerjaanya membuat sarapan selesai ia kembali ke kamar untuk bersiap
"mas sudah siap? aku mandi dulu ya" dinda meunju kamar mandi diangguki oleh suaminya yang masih menyiapakan beberapa dokumen untuk dibawanya kekantor
"maaf mengganggu pagi-pagi, saya mau mengabarkan hari ini siapkan semua dokumen yag dibutuhkan untuk perusahaan dady dan juga plan b jika pak alex mengingkari janjinya. bawa serta pengacara perusahaan" reza menutup panggilan telfonya setelah mengatakan apa yang harus dilakukan asaisten dadynya
setelah dinda dan reza siap keduanya berangkat ke kantor bersama saat mami tania baru saja keluar dari kamarnya
"kalian mau kemana sepagi ini?" mami tania kaget melihat keduanya sudah rapi
__ADS_1
"kalian pergi hari ini tanpa beritahu kami!"
"engga mam, kita mau kekantor karena banyak yang harus disiapkan untuk pengambilan kembali perusahaan dady jadi kami berangkat lebih awal. reza sudah sampaikan pada dady nanti dady dan nino menyusul kami" jawab reza menjelaskan
"ohh begitu ya sudah, hati-hati ya dijalan jangan lupa makan!" mami tania mengingatkan dan melangkahkan kakinya ke meja makan yang sudah tersedia beberapa makanan untuk sarapan
dinda tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada sang mertua, mami tania tersenyum dan mengacungkan jempol pada menantunya
kini harinya lebih bersantai lagi menunggu suami dan anak bungsunya bangun dari tidurnya
tiba dikantor reza mangejak istrinya masuk keruanganya yang besar dan meletakan tasnya dimeja kerja
"mau sarapan dulu atau nanti?" tanya reza pada istrinya
"nanti aja aku belum laper tapi masih ngantuk" keluh dinda semalam tidur larut dan sekarang harus bangun lebih awal
reza menuntun dinda kesebuah ruangan yang ada dalam ruang kerjanya " tidurlah dulu dan bangun sesuka hatimu mas tunggu diluar ya"
"mas ngga bisa nolak kalau begini!" reza yang masih meraskan kantuknya pun ikut berbaring tanpa memikirkan niatnya berangkat pagi adalah untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk
keduanya terlelap dalam tidur paginya tanpa disadari ada yang masuk keruangan reza
"kak reza, kak!" nino yang barfu datang memasuki ruang kerja kakaknya tapi tak ada satupun orang dirungan itu
nino mengira keduanya sedang srapan diluar
nino menghubungi ponsel reza tak lama ponsel berdering diatas meja. merasa aneh nino menghubungi ponsel dinda dan beberapa saat ponsel kakak iparnya juga berdering disebuah tas yang ada disofa
__ADS_1
"kemana sih kalian" saat nino tahu ada kotak bekal yang belum tersentuh diatas meja
pikiran nino menjasdi gelisah takut terjadi sesuatu kepada kedua kakaknya nino hendak memberitahu dadynya namun tercegat oleh suara bass dari orang yang ia kenal
"kenapa!" reza keluar dari kamar tidur diruangannya dengan rambut sedikit acak-acakan
"kalian habis ngapain sih dikantor, bikin orang panik aja!" nino meninggikan suaranya tapi juga menahan senyumnya melihat keadaan kakaknya bangun tidur
"jadi sengaja bawa kakak ipar kesini itu tujuannya" nino menyibikan bibirnya meledek
"ada apa kesini!" reza tak mau menggapi perkataan adiknya ada rasa malu dalam dirinya tak seperti reza yang biasanya
"tentu saja maslah dengan pak alex, pertemuanya akan diadakan jam 10 nanti saya kesini mau memastikan dokumen sudah siap atau belum" ucap nino duduk di sofa
reza merapihkan kemejanya yang sedikit berantakan dan duduk dikursi kebesarannya mulai menatap laptop dan membuka beberpa file dimejanya
"semua sudah selesai nanti kamu asisten dady dan dady yuang menemui pak alex kakak juga sudah siapkian pengacara jika alex mengingkari janjinya. setelah itu semua kembali seperti semula dan tugas kakak sudah selesai jadi selanjutnya kamu yang harus bertanggung jawab meneruskan dan mengurus semuanya. kakak harus kembali ke negera I banyak urusan kakakĀ yang terbengkalai" ucap reza panjang lebar menasehati adiknya yang juga akan menjadi penerus dadynya kelak
reza bagaikan seoerang kakak yang begitu hangat dibalik sisi tegas dan disiplinnya dalam mengurus perusahaan, karena itu nino selalu menurut pada reza dan juga sangat menyayanginya
"iya kak" nino tersenyum penuh arti pada reza
"sayang aku kok...." ucapan dinda terhenti ia kembali masuk ruangan saat melihat nino ada diruangan suaminya
"ya sudah aku kembali keruangan dady dulu kak" nino memahami kakaknya dan keluar dari ruangan reza
hai kak kambali lagi setelah libur lebaran
__ADS_1
jangan lupa mampir kecerita author ya!!
selamat membaca