
"selamat siang bapak ibu, saya akan periksa dulu luka dan kondisi bapak dan ibu!" ucap dokter yang merawat kedua pasangan yang sedang sakit bersama
"silahkan dokter, periksa terlebih dahulu istri saya" ucap reza
"baik pak!" ucap dokter yang sedang memeriksa kondisi dinda saat ini
"ibu boleh pulang setelah cairan di infus ini habis pak" lanjut dokter
kemudian meminta reza untuk berbaring agar dokter bisa memerikas perutnya yang belum sehari di opreasi tapi sudah berjalan kemana mana
"Bapak tolong kurangi aktifitas berat dulu ya pak, ini luka ringan tapi khawatir terjadi infeksi jika pendarahan lagi akibat banyak gerak atau beraktifitas yang berlebihan. sore nanti bisa pulang bersama ibu pak!" ucap sang dokters etelah selesai dengan hasil pemeriksaannya
pada dinda dan reza
"terima kasih dokter" ucap dinda dan reza bergantian
"kami permisi dulu pak" ucap suster yang datang bersama dengan dokter tadi
"Kamu beneran sudah ngga apa apa sayang?" tanya reza ragu istrinya masih terlihat lemas
"iya mas, aku hanya lelah dan lapar saja" dinda menyeringai tersenyum kuda
" kenapa ngga bilang, tunggu sebentar!" ucap reza mau keluar tapi ditahan dinda
"nanti saja mas sekalian jalan pulang" pinta dinda
"baiklah!" reza menghubungi nino untuk menyelesaikan administrasi perawatan keduanya dan mengemas barang karena sore nanti dinda dan reza sudah diperbolehkan pulang
__ADS_1
"mas kasih kabar para orang tua dirumah, mereka pasti khawatir" dinda yakin maminya pasti sangat mengkhawatirnkan anak anaknya
"sudah sayang, papi sedang kirim orang dan mobil untuk menjemput kita" jawab reza lembut
"kak! ini barangmu aku sudah bayar semua tagihan rumah sakitnya, satu jam dari sekarang kita sudah boleh pergi" ucap nino melaporkan pada sang kakak
"terima kasih ya nino, maaf merepotkan!" ucap dinda tak enak hati
"jangan berterima kasih kak, yang nino buat bayar uang kak reza hehe" jawab nino
reza hanya melirik saja pada nino yang sok akrab pada istrinya. penyakit posesifnya mulai kambuh
"sudah sana duduk ngga usah berdiri disitu!" ucap reza menyingkarkan adiknya dari jarak terdekat dengan dinda
"mas, biarkan saja!" larang dinda
*****
sesuai dengan perkiraan satu jam setelahnya mobil yang dikirim oleh pak tirta datang, bukan cuma satu tapi ada tiga mobil dua untuk pengawalan dan satu mobil yang ditumpangi oleh dinda dan juga reza
sekitar dua jam perjalanan yang ditempuh tibalah dikediaman dinda dan reza yang sudah ramai berdatangan juga para keluarga.
"sayang! kalian baik baik saja kan?" mami ana memeluk dinda erat
dan bergantian dengan reza begitupun dengan mami tania. perasaan lega dan sedih bercampur aduk tapi semua bersyukur keluarganya kembali lagi dengan selamat meski penuh drama
"kami baik baik saja mam, mi" jawab dinda tersenyum
__ADS_1
"tante, om!" dinda menyapa om dan tantenya yang juga datang
ada juga jenita dan juga haikal yang datang bersama untuk menunggu kedatangan dinda.
"lulu terimakasih banyak ya, kalau kamu ngga datang tepat waktu tak tahu harus cari kemana darah untuk mas reza" ucap dinda pad lulu yang juga hadir tak lupa bersama dengan dion
hubungan keduanya makin akrab bersamaan dengan kafe yang akan segera dibuka
"sama sama bu, kebetulan saja darah kami sama!" lulu tak enak hati semua orang menuju padanya
"benarkah! terima kasih ya lu atas pertolonganmu!" ucap reza yang tak tahu sebelumnya
"iya mas" jawab dinda
"ayo duduk semua kita, biar dinda dan reza istirahat dulu" ucap pak farhan mewakili reza dan dinda
meski sungkan dirumahnya sendiri reza dan dinda memang butuh istirahat
"sayang, kamu ingin kedokter?" tanya reza ambigu
"baru juga pulang mas, kenapa ke dokter lagi. mas masih sakit?" tanya dinda
"bukan! maksud mas kamu butuh. mungkin saja trauma mu butuh penanganan lebih mas akan dampingi ke dokter" reza tak tega mengucapkannya tapi juga tak mau istrinya menanggung semua ketakutannya sendiri
"ngga perlu mas, aku takut tapi aku yakin mas pasti akan datang! aku ngga butuh dokter hanya butuh mas" dinda memeluk reza hangat
"pasti sayang! mas akan selalu ada untukmu. keujung dunia pun akan mas cari dimana kamu berada" ucap reza sendu
__ADS_1