Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
menemukan titik terang


__ADS_3

"pi gimana dinda pi, mami takut!" mami ana terus saja menangis


"iya mi kita sedang usahakan, mami tenang ya papi akan lakukan segala cara untuk dinda, reza juga sudah bergerak" papi tirta menahan amarah dan khawatirknya demi sang istri


mengusap punggung mami ana lembut agar istrinya tenang,


"ana sebaiknya kamu istirahat kita kekamar ya, biar para lelaki yang mencari dinda kita berdoa saja" ajak mami tania yang sudah sedikit tenang


"iya mi benar kata bu tania" ucap papi tirta


****


"bos kita dapat no plat mobilnya!" ucap salah satu pria berbaju hitam anak buah reza


"lakukan pelacakan, tunggu cincin pernikahan!" reza mengingat sesuatu yang sangat penting


"tunggu perintah saya! dan tunggu disini sebentar" ucap reza lalu menyingkir dari kumpulan anak buahnya


"halo papi, bisa tanyakan pada mami apakah dinda masih menggunakan cincin pernikahan saat pergi tadi!" ucap reza seakan menemukan titik terang


"sebentar!" ucap papi tirta lalu menghampiri istrinya


"halo reza bagaimana?" tanya mami ana mengambil alih ponsel papi tirta


"dinda masih memakai cincin pernikahan atau tidak tadi saat pergi mi?" reza melembutkan suaranya


"iya dinda memakan kalung dan juga cincin saat pergi! apa ada petunjuk" mami ana melanjutkan

__ADS_1


"bisakah reza berbicara dengan papi mi?" reza meminta agar mertuanya memberikan ponsel kembali pada pak tirta


"apa ada titik terang?" tanya papi tirta menyingkir dari para istri


"saya memasang gps untuk cincin pernikahan kami pi, semoga bisa dilacak no plat mobil yang digunakan ternyata palsu" ucap reza menjelaskan


"syukurlah, papi akan kerahkan bantuan share lokasi berjalan agar kami bisa mengikutimu" ucap papi tirta


"waktu kita tak banyak sebelum dinda dipindahkan kita harus segera menemukannya" lanjut papi tirta


"baik pi, reza sudh menuju tempat lokasi" keduanya menutup panggipllan ponselnya


***


"pagi cantikku! apakah mau mandi sekarang?" ucap varo semalaman pergi meinggalkan dinda entah kemana higga dinda ketakutan kini pagi hari dia kembali dengan ucapan yang ngga jelas


"kenapa diam saja sayang? hemmm mulut manisnya tak bisa bicara atau ingin ku buat bicara merdu!" lanjut varo lagi


"bagaimana rasanya sendirian, ketakutan dalam kegelapan? " varo mendekatkan wajahnya pada dinda


"kenapa kamu seperti ini varo, apa salahku! kamulah yang menyakitiku dulu" dinda mulai terpancing lagi dengan ucapan varo


"aku? hahaha kamulah yang membuatku seperti ini" ucap varo


"flasback on"


"dinda dengarkan dulu" ucap varo mengejar dinda namun tak menemukan dinda dimana pun

__ADS_1


ponsel varo berbunyi


"halo ayah ada apa?" tanya varo saat mengangkat panggilan telfonnya


"dasar anak ngga berguna! kamu tahu apa yang kamu lakukan membuat perusahaan ayah hancur! bo*doh! kenapa tak ma*ti saja kau" umpat pak yoga ayah dari varo


"ayah apa salah varo? varo ngga tahu tolong jelaskan!" ucap varo ketakutan


"ayah kirim kamu kesana untuk mendapatkan putri satu satunya atmaja, bo*doh malah bermain perempuan lain dan diketahui tirta! kau tau berapa banyak uang yang sudah ayah keluarkan! dan kini bisnis ayah dihancurkan oleh atmaja karena kecerobohanmu!" pak yoga terus berteriak dan menutup panggilan telfonnya


"kak ada apa?" tanya ayu sahabat dinda yang tega menghianati dinda, ia mengikuti varo mencari dinda yang mengetahui perselingkuhan keduanya


"diam! gara gara kamu semua ini terjadi. sekarang bagaimanapun caranya temukan dinda dan berlutut meminta dia agar kembali padaku" ucap varo


"tapi kak jika aku hamil bagaimana? kakak janji akan tanggung jawab bukan?" ucap ayu


"itu urusan nanti sekarang temukan dinda dan pikirkan cara agar dinda tetap bersamaku!" varo pergi meninggalkan ayu sendirian dalam kamar dinda yang sudah kosong


**


beberapa hari setelahnya


varo mendapatkan kabar jika ayahnya mendapatkan serangan jantung karena bisninya bangkut. dan ibu varo yang tak mau hidup miskin pun ikut mengakhiri hidupnya


varo yang mendengar berita dukanya segera kembali ke negaranya yang butuh waktu seharian untuk perjalanan menggunakan pesawat


hingga varo tak dapat menemui orang tuanya hingga akhir hayatnya

__ADS_1


sejak saat itu varo mengalami depresi dan sempat dirawat dirumah sakit karena kakaknya tak sanggup menjaganya yang terkadng menyakiti dirinya sendiri juga orang sekitarnya"


"flasback off"


__ADS_2