
ini hanya visual menurut autor ya kalau para reader suka yang lain bisa ngehalu sendiri
reza adrian kusuma
dinda permata atmaja
setelah mengantarkan aldo pulang reza kembali melanjutkan perjalananya. beberapa saat kemudian sampai di sebuah rumah mewah dan megah yaitu rumah dinda, maya yang kakinya sedang terluka dibantu reza dan dinda masuk kedalam kamar dinda, mami ana pun ikut masuk dan dengan sangat ramah menyambut maya.
sudah lama tak ada teman dinda yang datang kerumah semenjak dinda lulus dari kuliahnya diluar negeri
******
__ADS_1
Tiga tahun yang lalu
dinda yang baru saja lulus kuliah diluar negeri tak mau langsung pulang kerumahnya. ia menetap di negara I untuk bekerja diperusahaan periklanan karena kekasih hatinya juga bekerja disana setelah lulus kuliah. dinda sudah mengenalkan kekasihnya yang bernama alvaro dia adalah anak salah satu pengusaha yang juga kenal dengan papi tirta.
keduanya saling mencintai dan orang tua dinda pun merestui hubungan keduanya.
"ayu aku ingin berbelanja bisakah kau temani aku" tanya dinda pada sahabatnya dari kuliah hingga kerja yang selalu bersama dengan dinda. pastikan berkat bantuan dari papi dinda yang memiliki koneksi dengan perusahaan tersebut
"tentu saja, apa yang tak bisa untuk sahabatku ini" kedua menjadi sangat akrab karena berasal dari satu negara dan juga memang satu frekuensi dalam pertemanan. meski berada diluar negeri dengan pergaulan bebas namun dinda tidak terpengaruh dan tetap menjaga adat negaranya
"oke nanti aku jemput dan aku kenalkan dengan pacar ku" ucap dinda senang yang baru kali ini akan mengenalkan varo kepada ayu. dua orang yang sangat penting baginya saat ini
setelah bersiap dinda melangkahkan kakinya menuju kamar milik ayu dan mengajaknya naik mobil dinda, dinda difasilitasi lengkap oleh orang tuanya meski ia menolak, karena gaji dinda juga cukup besar jika hanya untuk kehidupanya. berbeda dengan ayu yang kuliah diluar negeri karena beasiswa karena orang tuanya kurang mampu. dan beruntungnya ayu bertemu dengan dinda
tak butuh waktu lama keduanya sampai di pusat perbelanjaan yang cukup besar dikota dimana dinda dan ayu tinggal
"ambillah satu atau dua baju untukmu, aku baru saja gajian" ucap dinda pada ayu yang selalu mentraktirnya makan atau barang untuk dibeli, baginya dinda merasa memiliki saudara dan dia tak maslah dengan status sahabatnya itu
"tapi din, kamu terlalu sering mentraktirku!" ayu kali ini menolak karena tak enak ia tak mau dianggap memanfaatkan persahabatanya dengan dinda
__ADS_1
"sudah pilih saja atau aku akan marah! masa iya aku belanja sendirian yang benar saja" dinda memang tak pernah mau ditolak jika sudah berkeinginan mungkin inilah salah satu kelemahan dinda yang terkesan sering memaksa
"baiklah aku ambil sepatu saja ya, soalnya sepatuku yang bisa dipakai hanya tinggal dua saja" ayu bertanya pada dinda
"tentu saja boleh, dua pasang pun tak apa asal kau memakainya" dinda menunggu ayu yang mencoba sepatunya dan akhirnya dinda membelikan dua pasang untuk maya.
"kita makan malam sekalian ya,kalau sampai apartemen sudah males lagi keluar" ajak dinda yang juga sudah janjian dengan kekasihnya. keduanya masuk kedalam restoran dengan makanan khas asia
"hai honey" ucap seseorang yang baru saja datang dan mencium puncak kepala dinda
"ohh haii honey dia sahabatku yang sudah lama ingin aku kenalkan padamu" ucap dinda
varo dan ayu saling berjabat tangan lalu ketiganya memesan makanan dan makan bersama. setelah lama berbincang waktu juga sudah semakin malam waktu setempat. lalu dinda dan ayu berpamitan pulang
varo mengantarkan para wanita sampai ketempat parkir mobil dinda dan baru ia menuju monilnya yang terparkir tak jauh dari mobil dinda tadi.
"dinda aku duluan ya" ucap ayu saat tiba dilantai dimana kamarnya berada. sedangkan dinda berada satu lantai diatasnya dan tak lama juga sampai dikamarnya
"honey bolehkah aku menginap dikamarmu" pesan masuk dari varo kekasih dinda
__ADS_1
dinda tak mau membalasnya, dia kesal karena sudah berulang kali kekasihnya itu meminta untuk menginap namun selalu ia tolak