Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
hadiah mewah


__ADS_3

tiba dikafe milik dinda yang dikelola mantan asisten papinya


"sore pak, bu!" sapa lulu melihat dinda datang


meski kafenya juga memilik banyak makanan tapi dinda selalu menyempatkan membeli makanan untuk karyawannya


"sore lu, gimana hari ini?" tanya dinda setelah duduk ditempat favoritnya dikafe itu


"lumayan ramai bu, stok bahan sudah mulai habis untuk hari ini" lapor lulu


" oke, ini makan malam buat dibagi pada teman yang lain" ucap dinda menyerahkan beberapa kantong nasi padang


"terima kasih bu, bapak mau makan atau minum apa? tanya lulu


"nanti saja!" ucap reza yang sibuk dengan ponsel ditangannya. dinda mengganggul


"saya permisi dulu pak, bu" pamit lulu mau menyerahkan makanan dari dinda


"sayang!" panggil seseorang pada lulu tapi rupanya dinda dan reza juga menengok


melihat siapa orang yang seberani itu ditempat ramai


"kalian ngapain disini?" pertanyaan macam apa yang dilontarkan dion


"maksudnya?" dinda kesal

__ADS_1


" ini milikmu hemmm!" reza yang mendengar nada bicara istrinya tau jika saat ini dinda sedang tersinggung, moodnya suka berubah ubah setisp saat


" maaf maksudnya, kenapa ngga bilang mau kesini biar disiapkan sesuatu gitu" jawab dion ragu


takut salah lagi dipendengaran bumil yang memang tingkat sensifitasnya naik turun


"ngga usah repot repot, jagain lulu aja yang baik dan buruan nikahin anak orang!" ucap dinda sudah kembali ke mode aman


"segera kak!" jawab dion pasti


reza menaikan sebelah alisnya mendengar ucapan dion antara senang dan tak percaya.


keduanya hampir membesar bersama dulu sebelum reza keluar negeri menyusul orang tuanya


"bagus! aku lapar buatkan nasi goreng pedas telurnya setengah mateng, steak satu sama...." ucapan dinda terhenti mendengar suara reza


"sama minum maksudnya mas!" ucap dinda


"buatkan kopi satu buat saya! baru boleh pacaran" ucap reza menyebalkan


dion kesal tapi tak bisa melawan


sedang dinda dan lulu tertawa pelan agar kedua pria itu tak tersinggng


"saya masuk dulu bu" pamit lulu lagi

__ADS_1


dion mengikuti langkah sang kekasih. setelah mendapatakan restu dari orang tua lulu dion akan segera mengakhiri masa lajangnya dan menetapkan pilihannya pada orang yang awalny dijodohkan istri bosnya


"mas kalau mereka menikah kasih kado rumah ya!" pinta dinda pada suaminya


"dion sudah ada apartemen sayang" jawab reza


orang tua dion yang merupakan adik dari ibu reza juga memiliki beberapa usaha walau tak sebesar milik reza


" pokoknya beliin yang deket rumah kita!" lanjut dinda


"sayang bukan ngga mau tapi!" reza ragu membicarakan masalah uang pada dinda


harga rumahnya yang hampir mencapai satu triliun itu yang merupakan komplek kawasan elite


"kalau ngga mau aku marah!" dinda tak main main


"satu komplek tapi yang agak jauh gimana?" tawar reza


"tapi harus yang mewah juga! atau aku minta beliin papi buat hadiah lulu kan mantan anak buah kepercyaan papi" dinda menyampaikan rencananya


"oke mas belikan! jangan bahas uang dengan papi mas akan cari yang dekat rumah kita oke" reza menjanjikan mengabulkan permintaan istrinya


"makasih sayang! makin cinta sama papa ya dek" dinda mengatakan sambil mengelus perutnya yang kurang lebih dua bulan lagi akan melahirkan


"sayang kalian!" reza mengecup pipi dinda ditempat umum yang sangat jarang dilakukannya

__ADS_1


dinda tersenyum senang. ia sangat bahagia susah senangnya dilaluinya berasama suami tercintanya


__ADS_2