
reza membaringkan tubuhnya disamping sang istri, memeluknya dalam dekapan tangan kekar dan dada bidang miliknya
rasa hangat yang dinda rasakan menambah nyaman dan tenang tidur malamnya yang dingin
keduanya berkelana dalam alam mimpi hingga pagi menjelang. reza yang menyiapkan kejutan untuk istrinya terbangun lebih dulu untuk bersiap sebelum sang istri bangun
setelah kue dan lilin siap reza perlahan membangungankan sang istri dengan lembut dan kecupan manisnya
mungkin dinda masih kesal namun reza yakin tak akan lama setelah melihat kejutan yang dia berikan
"sayang ayo bangun" reza membisikan kata sayang ditelinga dinda dengan lembut dan memnggoda
"mas!" dinda yang merasa terganggu dan masih terbawa rasa kesal semalaman berteriak
"kok galak banget istri mas, ayo bangun tuh lilinya sudah mau habis" ucap reza
seketika dinda terbangun dari tidurnya mendengar apa yang dikatakan reza, benarkah reza tahu dinda ulang tahun atau ini masih dalam mimpinya
__ADS_1
dinda terus mengucek matanya nampak sebuah kue bertingkat yang ada dimeja kamarnya beserta sebuah kotak besar yang tak tahu apa isinya
apalagi yang sangat diinginkan dinda, semuanya telah ia dapatkan dari orang tua dan suaminya
namun dinda tetap bersemangat apapun itu yang terpenting adalah suaminya mengingat hari bahagianya saat dilahirkan kedunia
"happy birthday sayang! doaku selalu menyertaimu" reza membawa kue kehadapan dinda untuk meniup lilin
"ini beneran mas! aku ngga sedang mimpi kan?" dinda masih meyakinkan dirinya
reza tersenyum dan mengangguk "ini nyata! ayo tiup lilinya sebelum menyatu dengan kue"
"terima kasih mas, I love you" dinda memeluk tubuh reza erat senyumnya terus mengembang
"i love you more!" jawab reza mencium seluruh wajah istrinya
"ayo kebawah semua orang sudah menunggumu!" reza meletakan kue dimeja dan menggendong tubuh sang istri turun kelantai bawah
__ADS_1
"happy birthday to you" semua bernyanyi mengucapkan selamat ulang tahunn untuk dinda
orang tua, asisten dan juga saudara dinda hadir untuk merayakan pesta ulang tahun dinda yang tak dirayakan secara mewah. bik wati dan mami ana membuat tumpeng nasi kuning sebagi wujud syukur atas nikmat dan bertambahnya usia untuk dinda
dinda masih dengan paakaian tidurnya tak lagi menghiraukan penampilannya. baginya kini kenangan yang tak akan dia lupakan semumur hidupnya
tak lupa reza meminta untuk membagikan makanan pada orang yang dipinggir jalan dan juga bagi yang membutuhkan. itulah alasanya reza tak membuat pesta mewah dari dalam perut anaknya diajarkan untuk saling berbagi atas apa yang telah didapatkan
makan bersama dan bercanda bersama keluarga yang dicintai adalah kebahagian yang tak akan dapat digantikan dengan apapun meski uang sekalipun.
reza mengambil nasi tumpeng dan menyodorkan pada dinda, keduanya makin mesra dan tak terbantahkan lagi jika kadar kebucinan keduanya makin meningkat
orang tua dinda sangat bahagia anaknya tak salah memilih pasangan. " menantu kita memang top ya pi" ucap mami ana
"tentu saja itu kan papi yang ajarkan" papi tirta tak mau kalah
"selamat ulang tahun dinda" ucap author
__ADS_1
para readers ayo ucapakan kalimat terindah kalian untuk dinda, terima kasih