
dinda dan haikal yang mengajak maya untuk nonton bioskop dimall. ketiganya tak sengaja bertemu dengan aldo yang menutuskan ikut bergabung dengan mereka
selesai nonton maya pulang diantarkan aldo. sedangkan dinda masih ingin jalan-jalan
"ical gue masih ingin jalan-jalan nih!" pinta dinda yang melihat jam ditanganya masih menujukan jam delapan malam
"gue mau pulang din, kalau lo mau jalan ya udah sana nanti pulang minta jemput supir susah amat" ucap haikal yang kesal karena niatnya mendekati teman dinda malah diduluin aldo
"ngga asik lo ah,, ya udah sana pulang!" dinda yang kesal menuju tempat pembelian tiket bioskop lagi. kali ini ia memilih genre komedi romantis agar tak kesepian dinda memilih film itu dan memborong banyak popcorn ditanganya
tak sadar ada yang mengikuti dinda dan memperhatikan dinda dari tadi saat ia berpisah dengan sepupunya haikal
"mba saya mau kursi disamping wanita yang tadi" ucap seorang lelaki
"maaf pak baru saja dibeli oleh mas yang itu" tunjuk kasir tiket pada dua orang pria dan wanita yang akan masuk kedalam ruangan bioskopnya
"mas, bisa tolong saya?" ucap reza
__ADS_1
"ada apa ya mas?" tanya pria tersebut
"boleh tidak kita tukar tiket saya sudah membeli dua sebagai gantinya" tanya reza lagi
setelah keduanya saling diskusi akhirnya menyetujui menukar tiket dengan reza, dengan persyaratan ditraktir makan setelahnya. tak berfikir lama reza mengeluarkan uang pecahan seratua ribuan sebanyak lima lembar untuk keduanya dan meminta tiket kursi disamping dinda
film akan dimulai dan dinda sudah siap dengan olahraga mulutnya agar tak kaku saat tertawa. film komedi itu baru saja mulai tapu sudah membuat seisi ruangan tertawa terbahak-bahak
"hahahaha kocak!" ucap dinda mengomentari film yang ia tonton
seseorang disampingnya memperhatikan dinda saat tertawa lepas, dibawah cahaya remang yang terpancar dari pantulan layar didepanya. wajah dinda sedikit terlihat
"malu apa mau" bisik seseorang ditelinga dinda membuatnya terkejut dan saat menoleh kearah bisikan itu
cup
tak sengaja bibir dinda menepel pada pipi seseorang disampinngya, dinda makin terkejut dan takut
__ADS_1
"maaf mas maaf saya tidak sengaja!" dinda hendak kabur karena malu. tanganya dicekal oleh reza yang membuat dinda jatuh dan terduduk disela-sela kedua paha reza
"mau kemana hmm?" bisikan itu membuat dinda familiar dengan suaranya
"pak reza?" dinda menengok belakang dan memastikan orang yang memangkunya adalah reza. dinda makin salah tingkah dibuatnya
"maaf pak, saya permisi!" dinda yang tertahan oleh tangan reza yang dilingkarkannya diperut dinda. "pak tanganya" ucap dinda namun tak dipedulikan oleh reza
selain membeli tempat duduk disamping dinda, reza juga mengosongkan tiga baris kursi dibagian depan dan belakang dinda duduk saat ini
"pak lepasin aku mau pulang" dinda memberontak melepaskan diri. namun kepala reza malah diletakan dipundak dinda dengan santainya
"nikmatin saja filmnya" ucap reza yang tak melepaskan dinda. ada rasa yang entah apa didalam hati reza saat melihat dinda dan memeluknya seperti ini.
dinda akhirnya terdiam dan fokus dengan cerita difilm itu kembali. tawa renyah keduanya menjadikan film semakin menarik hingga film tersebut menampilkan lagi adegan yang memalukan untuk dinda tonton
ia menutup kembali matanya dan reza memutakan kepala dinda agar menghadapnya
__ADS_1
reza menahan tengkuk dinda dengan sebelah tanganya, dan tangan satu lagi meraba bibir dinda. dengan cepat reza memakan bibir dinda dan dinda terdiam begitu saja lum*tan yang reza lakukan sedikit kaku begitupun dengan dinda yang keduanya sudah lama tak memiliki pasangan. keduanya masih dalam posisi yang sama reza melepaskan bibir dinda saat keduanya sudah kehabisan nafasnya
"dinda aku merindukanmu!" ucap reza pelan namun ia mengatakanya tepat ditelinga dinda. dinda yang malu setelah berci*uman dengan reza kini hatinya dbuat berdesir dengan kata-katanya