Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
hamil


__ADS_3

reza memimpin rapat agar waktu dapat dipersingkat.


reza mempresntasikan sendiri proposal pembangunan hotel baru yang membutuhkan beberapa investor untuk bekerjasama.


beberapa klien datang untuk melakukan kesepakatan kerja sama dengan perusahaan milik reza yang bergerak dibidang perhotelan. dan rencananya akan menambahkan lagi bidang property dalam bisnisnya


klien yang sebelumny bekerjasama tentu saja mengetahui jika perusahaan yang reza kembangkan memilili kemajuan yang sangat pesat. apalagi setelah menikah dengan salah satu pengusaha yang namanya cukup terpandang juga didunia bisnis


makin banyak saja perusahaan yang mengincar perusahaan reza untuk menjadi investornya


reza menyampaikan jika hanya membutuhkan dua puluh lima persen dari dana untuk pembangunan. sebenrnya bisa saja reza membangun hotelnya tanpa bantuan investor lainya tapi seorang pengusaha tentulah tak.mungkin menghabiskan uang perusahaan hanya untuk satu projeknya saja


"demikian proposal dari perusahaan kami, untuk selanjutnya saya serahkan pada asisten saya" reza segera menyerahkan kembali pimpinan rapat pada dion sang asisten dan segara melangkahkan kakinya keluar ruangan rapat


hatinya sudah tak tenang meninggalkan dinda sendirian dikamar. dalam keadaan yang kurang sehat


memepercepat langkah kakinya hingga tiba didepan pintu kamar.


"kamu boleh pergi!" ucap reza pada body guard yang sejak reza kepergiannya diperintahkan untuk berjaga didepan kamar


"baik pak"


reza mengetuk pintu kamar karena sebelum.pergi meminta sang istri mengunci pintunya agar tetap aman saat reza tak disampingnya


"sayang buka pintunya" ucap reza lama tak ada sahutan dirinya mulai panik hendak mendobrak pintu

__ADS_1


"mas mau ngapain" dinda membuka pintu kamarnya saat reza hendak menedang pintu kamar


"kamu ngga apa apa sayang" reza memelullk sang istri erat dan mencium keningnya setelah merasa tenang


"aku baik baik saja mas! sudah selesai rapatnya cepet banget" ucap dinda


"mas khawatir sayang, ayo masuk" ucap reza mengajak dinda duduk disofa kamarnya


"aku ngga apa apa sayang, aku baik baik saja!" dinda sambil menyuapkan nasi dan soto ayam yang dimasak oleh chef hotel


"kamu baru makan?" reza hendak marah dengan sang chef karena telat membuatkan makanan untuk dinda


"mau telfon siapa mas, aku baru bangun tidur jadi baru sempat makan" ucap dinda seolah mengerti suaminya akan marah


dinda mencium pipi suaminya karena kesenangan mau? diajak jalan jalan.


"siapa mas?" ucap dinda saat ada suara ketukan pintu dari luar kamar


reza membukakan pintu ternyata dokter datang atas permintaan reza tadi.


"pagi pak" ucap sang dokter


"pagi dok maaf mengganggu. tolong periksa istri saya sepertinya keadannya sedang kurang sehat" ucap reza


"saya sehat dok" ucap dinda yang kekeh dirinya tak sakit

__ADS_1


"maaf bu, karena saya sudah disini sebaiknya kita periksa dulu agar suami ibu tak khawatir lagi" ucap dokter dan dinda mengiyakan


"ibu kapan terakhir datang bulan?" tanya dokter


"saya lupa dokter mungkin bulan lalu , ada apa dok?" tanya dinda


"maaf bu boleh coba dicek dengan alat ini" dokter memberikan alat tespek pada dinda


reza melihatnya penasaran apa yang diberikan.


dinda masuk kedalam kamar mandi beberapa saat dan membawa alat yang diberikan dokter


"dok saya takut salah. bisa tolong dijelaskan" dinda menunjukan pada dokter


"selamat ya bu, pak sepertinya didalam perut ibu ada yang sedang tumbuh. lebih baik periksa kembali ke dokter kandungan agar lebih jelas lagi" ucap dokter memberikan arahan


"yang benar dokter" reza menghampiri istrinya memeluknya penuh haru


ternyata dugaanya benar istrinya sedang mengandung buah hatinya


sang dokter mengangguk mengiyakan pertanyaan reza.


tak terasa air mata menetes bahagia kedua pasangan yang akan diberikan anugrah terindah


"terima kasih dokter!" dinda melepaskan pelukan suaminya dan mengantar dokter keluar dari kamarnya

__ADS_1


__ADS_2