
melewati beberapa jam diperjalanan dinda diantarkan oleh reza kembali kerumah mewahnya. disaat yang bersamaan orang tua dinda akan menuju ke bandara untuk liburan yang sudah dipersiapakan oleh reza sang calon mantu
"mami" dinda berlari memeluk mami ana yang sengaja menunggu kedatangan keduanya
"papi ngga dipeluk sayang" ucap pak tirta kali ini lembut kepada anaknya
"tumben pi lembut ma dinda" ucap dinda menatap papinya heran "auuu sakit pi' dinda mendapatkan jitakan dari papinya
"kalian mau kemana?" dinda pura-pura tak tau
"ayo duduk dulu calon mantu mami" ajak mami ana pada reza yang dari tadi berdiri disamping dinda
"mami bukanya jawab dinda" dinda kesal dan ikut duduk dekat reza
"kami mau liburan dong sayang, emang kalian aja yang bisa! mana lihat cincinya " ucap mami ana memegang tangan anaknya
"bagus din, akhirnya anak mami laku juga" ucap mami ana membuat papi tirta dan reza tertawa keduanya berhenti saat dinda menatap tajam satu persatu lelaki tersayangnya
"mami sama papi tau rencananya?" tunjuk dinda pada reza sang tersangka
"tentu saja dong, kan reza sudah izin dan menyakinkan kami berdua" ucap mami ana dengan bangga menceritakan bagaimana reza meminta izin untuk melamar dinda, karena keluarganya berada diluar negeri jadi reza hanya berjanji akan mengadakan pertemuan sebelum pernikahan keduanya
__ADS_1
orang tua dinda menyetujuinya, bukan karena reza punya hotel tapi pak tirta sudah tau bagaimana sifat dan juga kepribadianya selama dua tahun menjadi asistenya. sejak pertama kali bertemu pak tirta sudah menyukai reza dan menganggapnya seperti anaknya
"jadi mami papi setuju begitu saja?" dinda heran saja sebelumnya beberapa anak dari sesama pengusaha yang mendekati dinda tapi papinya tak merestui, hingga dinda tak pernah lagi memikirkan pernikahan
"tidak semudah itu sayang, reza sudah membuktikan dan memenuhi persyaratan dari kami" ucap papi tirta
"ya sudah kalian boleh istirahat, papi sudah harus berangkat dan kamu dinda besok gantikan papi datang ke rapat penting sampai papi pulang. tolong bantu papi za selama papi belum pulang" ucap papi tirta menyebutkan dirinya papi pada calon mantunya
"baru calon mantu pi!" tegas dinda
sore menjelang malam kedua orang tua dinda berangkat kebandara untuk liburan, reza berpamitan akan pulang tapi dinda melarang karena masih banyak pertanyaan di hati dinda tentang lamaran dadakannya kemarin.
"kan mas belum tanya dinda, kenapa sudah ambil keputusan begitu cepat" tanya dinda kesal semuanya serba buru-buru dan tak memberitahu dinda
"kau takut lama-lama berdekatan denganmu din, kau menakutkan " jawab reza dengan wajah datarnya
"apa yang dinda lakukan mas?" tanya dinda bingung
"kau begitu menakutkan saat berdua begini, aku selalu saja ingin memakanmu jika saya tidak bisa menahan diri" jawab reza lagi
"gi*la!" ucap dinda berlalu begitu saja menuju dapur berdebat dengan reza membuat dinda bisa-bisa darah tinggi
__ADS_1
"mau kemana sayang! reza mengikuti dinda ke dapur
"non dinda mau makan apa biar bibik saja yang buatkan" tanya bik ani saat dinda berada didapur
"tidak usah bik, dinda mau masak sendiri hanya mie instan saja" ucap dinda sambil merebus air dalam panci
reza yang menatap dinda dan duduk dikursi dekat ruang dapur, serta memberikan kode pada bik ani untuk keluar meninggalkan dinda sendiri
"masak mie doang mah anak TK juga bisa!" ledek reza
"kalau mau bilang saja tak usah banyak komentar" jawab dinda yang msih sibuk memasak
selesai dengan masaknya dinda membawa makananya ke meja makan, ada dua piring mie goreng denga telur ceplok dan sosis diatasnya. tak lupa sayuran hijau ditambahkan oleh dinda agar makan menambah cita rasa masakan yang dibuat
"nih makan terus pulang!" ucap dinda
"galak amat din sama calon suami, nanti kangen lagi kalau aku pulang atau harusnya aku disini saja ya menjagamu, takut kamu ngga bisa tidur sendirian" ucap reza membuat dinda tersedak
"mas bisa ngga sih ngga ngomong sembarangan disini banyak orang" ucap dinda mengunyah makananya kembali
"jadi kamu maunya kita dimana yang ngga banyak orang, dikamar? sabar dulu ya sebentar lagi kita menikah" reza menggoda dinda
__ADS_1