Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
Mertua


__ADS_3

reza mengajak mertuanya mampir ke kantor reza setelah kegiatannya selesai


"mau mampir ke kantor reza dulu pi?" ajak reza


"boleh! temani papi ngopi dan ada yang ingin papi bicarakan" ucap pak tirta


"dion temani asisten papi!" perintah reza mungkin saja mertuanya ingin membicarakan sesuatu hingga reza sendiri yang mengendarai mobilnya untuk sang mertua


"tak apa jika dion tetap disini! kau juga beluk terlalu sembuh bukan?" papi tirta mengingatkan menantu kesayangannya


sejak dari awal reza bekerja sebagai asisten pak tirta, rasanya pak tirta mendapatkan kembali keiginannya yaitu memiliki anak lelaki


kemampuan reza yang cepat beradaptasi dengan pak tirta yang keras dan tegas. membentuk karakter reza yang semakin kuat sebagi asisten dan juga pemilik hotel peninggalan orang tuanya


"iya pi!" reza memberi isyarat pada dion agar tetap dimobil reza


perjalanan yang tak jauh dari kantor dimana reza bekerja yaitu salah satu hotel ternama dikota itu


"makin berkembang saja nak semenjak fokus disini!" puji pak tirta pada reza yang berhasip menjadikan perusahaannya makin dikenal orang dan sekarang dapat disandingkan dengan keluarga atmaja

__ADS_1


"terima kasih pi!" reza merasa bangga dan senang kini istrinya tak salah memilih lelaki yang dapat menyayangi dan juga memenuhi kebutuhannya seperti saat bersama orang tuanya


"silahkan pi!" reza membukakan pintu untuk pak tirta setelah tiba di rungan besar milik sang ceo hotel


pak tirta masuk keruangan reza dan melihat tumpukan pekerjaan dimeja kerja reza


"cinta memang buta!" ucap pak tirta yang menggambarkan apa yang terjadi pada reza pernah terjadi padanya dulu bahkan sampai saat ini


pak tirta tak akan ernah bisa menolak keinginan sang istri bukan karena takut tapi karena kasih sayangnya


"ngga masalah, saya bisa kerjakan dalam waktu singkat sebelum makan siang tiba" ucap reza mengingat janjinya pada sang istri


"hahahaha papi sejak kapan jadi pelawak!" reza meledek mertuanya yang tak biasanya becanda masalah harta atau uang


"dasar mantu kurang diajak ngopi" papi tirta berdecik


"oh iya pi reza hampir saja lupa! jadi tersangka kemarin adalah masalalu dinda saat kuliah. reza tahu ini mungkin hal yang juga sensitif karena masalah bisnis" reza berhenti sejenak ragu akan mengatakan apa yang sebenarnya atau tidak pada mertuanya


"jadi yang dinda ceritakan dia ingin balas dendam, sebelumnya tanpa bertanya papi atau dinda reza cari tahu tentang orang itu! maafkan reza pi!" reza merasa tak enak

__ADS_1


mengetahui masalalu yang seharusnya mungkin tak usah diungkit lagi


"tak apa! lalu apa yang kamu temukan. papi tak menyangka orang itu masih berani bertemu dinda dan papi!" pak tirta geram mengingat perbuatan mantan dinda


selain memanfaatkan keuangan anaknya juga telh menyakiti hati dinda hinggga cukup lama dinda tak mau memiliki pasangan sebelum reza datang dan hadir membuat dinda jatuh cinta kembali


"orang tuanya meninggal setelah bisnisnya hancur dan semua mengaitkan dengan papi" reza menjelaskan secara rinci


"bukankah orang tuanya memulai bisnis kembali setelah bisninya papi hancurkan karena itu bisnis ilegal! dan perusahaannya menjadi incaran pihak berwajib sejak lama" pak tirta menjelaskan secara rinci agar tak terjadi salah faham


orang bisa saja mengsalah artikan namun sebelum pak tirta menghancurkan perusahaan yang akan mencoreng nama keluarga atmaja.


ternyata perusahaan milik orang tua mantan dinda telah dibekukan.


"setelah itu papi tak tau dan tak mau tau lagi bagaimna keluarga mereka. papi pindah kerumah yang sekarang dan berharap dind dapat melupakan kejadian yng membuatnya trauma" papi tirta kembali bersedih


hanya pada reza pak tirta dapat menampilkan semua ekspresinya


saat marah sedih atau bahkan menangis

__ADS_1


"sudahlah pi, itu semua masalalu reza akan urus dengan baik masalah ini. dan tak akan reza biarkan orang yang menyentuh dinda sedikitpun akan lepas begitu saja!"


__ADS_2