Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
apartemen reza


__ADS_3

film selesai diputar para penonton sudah keluar dan lampu ruangan juga sudah dinyalakan. dinda masih terdiam duduk dengan nyaman satu kursi dengan reza saat ini


"dinda kamu mau sampai kapan disini aku lapar" bisik reza disamping dinda


"iiiiyaa pak saya juga mau keluar kok, tangan pak reza lepaskan dong" dinda gugup tanpa melihat tangan reza yang sudah sejak tadi dilepaskan dari pelukannya


"apanya yang yang dilepas, kamu jangan mesum disini ayo bangun" reza menggerak-gerakan tangannya didepan wajah dinda


dinda meraba perutnya sudah tak ada tangan lagi yang melingkar. dia sangat malu bahkan tanpa melihat reza ia terus berjalan menunduk. hampir saja dinda terjatuh namun dengan cepat reza menarik tangan dinda hingga berada dipelukannya saat ini


"hati-hati" hanya itu kata yanh keluar dari mulut reza. jantunh keduanya berdegup sangat kencang seperti pacuan kuda yang sedang berlomba


"terima kasih pak" dinda melepaskan pelukan reza yang sudah tak bisa menahan perasaanya saat ini. dinda berjalan keluar ruangan bioskop dan memencet nomer diponselnya untuk menghubungi supirnya agar menjemputnya


"biar saya yang antar kamu pulang!" reza mengambil ponsel dinda dan membatalkan panggilan telfonnya

__ADS_1


"ngga usah pak, aku bisa pulang sendiri" ucap dinda tapi sudah ditarik tanganya oleh reza menuju tempat parkir. dinda memberontak tapi kalah tenaga dengan reza yang akhirnya mengikuti reza masuk mobil untuk diantar pulang


"pak ini bukan jalan arah pulang!" dinda merasa asing dengan jalan yang dilaluinya saat ini.


"pak mau kemana sih, jangan bilang mau culik aku? papi ngga bakal nebus aku kalau kamu tau!" ucap dinda terus mengoceh dalam mobil tak mendapatkan sahutan dari reza yang fokus dengan mengemudikan mobilnya


"kamu bisa diam tidak kepalaku mau pecah, nanti aku antar pulang sekarang diamlah dulu" reza terus melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya. membuat dinda curiga


"kenapa ke apartemen, ini tempat siapa?"dinda merasa takut saat ini jika reza berbuat macam-macam padanya


"tunggu aku ikut" dinda lebih takut ditinggal sendiri dimobil daripada ikut reza ke dalam. dinda terua mengekori reza dan dilantai 10 reza keluar lift dan masuk kedalam kamar miliknya.


"masuklah!" reza menarik tangan dinda dan segera menutup pintunya. lalu ia masuk kedalam sebuah ruangan yang mungkin kamarnya


"pak boleh minta minum, aku haus" dinda berteriak dan mendapatkan persetujuan dari yang punya rumah

__ADS_1


dinda menuju kulkas dan dan mengambil air mineral didalamnya. ia berkeliling ruangan tamu reza dan melihat sosok wanita cantik dalam sebuah bingkai foto


"dia punya pacar tapi malah beraninya menodai bibir suciku" ucap dinda bergumam dan didengar oleh reza yang tersenyum dibelakang


"bukannya kamu juga menikmati!" reza mendekati dinda yang sedang asik dengan pemikiranya sendiri


"siapa juga yang menikmati hah!" dinda mengelak lalu reza mendekatinya dan terua berjalan mendekat pada dinda. dinda berjalan mundur hingga terpentok sofa dan jatuh terduduk di sofa ruanh tamu reza


"pak reza mau ngapain, ayo buruan pulang" dinda bangun dan dibantu reza yang menahan tawanya melihat dinda gugup


"aku mau ambil ini" reza mengambil kunci mobil yang berada dimeja disamping dinda duduk


astaga aku malu sekali, kenapa otakku menjadi mesum begini. batin dinda memukul kepalany pelan berkali-kali


"ayo aku antar" ucap reza dan ia ingin menjahili dinda yang sedang melamum " atau kamu mau menginap disini? kamarku bersih" ucap reza lagi membuyarkan lamunan dinda

__ADS_1


"aaaa tidak mauuuu" dinda langsung lari keluar apartemen reza yang membuat otaknya traveling


__ADS_2