Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
sakit menjaga yang sakit


__ADS_3

"om kak reza siuman" ucap dion yang menjaga reza diruang perawatan


dinda masih belum sadarkan diri akibat badannya yang masih lemas dan perlu diinfus


"dokter anak saya sudah sadar!" ucap pak farhan senang


"baik pak, saya periksa dulu! silahkan tinggalkan kami" ucap dokter yang masuk ruangan bersama suster


"dokter dimana istri saya?" hal Pertam yang keluar dari mulut reza setelah sadar dari obat bius paska operasi


"ada diluar! apa yang bapak rasakan sekarang? selain luka dibagian perut" tanya dokter mengdiagnosis


"hanya sedikit pusing dokter dan lemas, mungkin karena saya tidak makan sebelumnya" ucap reza lagi


"baiklah pak setelah lima jam baru boleh minum atau pun makan, selamat beristirahat kembali tidak ada yang perlu dikhawatirkan" lanjut dokter


"terima kasih dokter! sus bisa panggilkan istri saya" reza meminta tolong pada suster dan hanya menggangguk


"kak!" nino yang paling dulu masuk ruang rawat reza


"dinda mana? atau sudah pulang bersama papi tirta?" sederet pertanyaan memberondong dari reza


"ada kak sedang istirahat bersama papinya" ucap nino


"tolong panggilkan dinda untukku!" reza merindukan istrinya


"nanti kalau kak dinda sudah bangun ya kak, kasian sedang istirahat" nino memcoba menutupi tapi reza mencurigai sesuatu

__ADS_1


"dimana dinda? sayang! sayang kamu dimana!" reza keluar kamar dengan melepas selang infus mencari dinda berada


"kak, jangab begini!" nino dan pak farhan khawatir . reza baru saja opreasi meski dokter bilang lukanya tak parah dan dalam karena senjatanya mengenai ikat pinggang reza sebelum menembus perut


reza pingsan karena kelelahan dan tidak makan apapun sejak dinda diculik


"re dinda sedang istirahat dikamar sebelah" pak farhan akhirnya mengatakan keberadaan dinda


dari pada reza harus menahan sakit dan berjalan menyusuri rumah sakit


"sayang!" reza membuka pintu ruang rawat dinda dengan dipapah oleh dion


"pi dinda kenapa pi?" tanya reza panik melihat istrinya dipasangi selang infus


"dinda hanya kelelahan nak, sabaiknya kamu kembali keruangan lukamu masih sangat basah" ucap pak tirta


karena tak ada yang bisa mencegah reza kini kedua pasangan itu dirawat dalam satu ruangan


reza kembali dipasang selang infus karena badannya masih lemas. dan tetep duduk memegang tangan dinda


"dion antarkan lulu pulang, dady dan papi pulang saja mami pasti khawatir biar nino yang menemani disini. besok kita akan pulang" ucap reza


dengan berat hati pak tirta dan pak farhan pulang. para istri sedang khawatir dirumah apalagi mendengar dinda juga pingsan


"baiklah kami pulang, besok papi siapkan mobil untuk jemput kalian. dan orang itu sudah masuk penjara" ucap pak tirta agar reza lega


"nino tidurlah dikamar kakak, kalau kakak butuh sesuatu kakak kasih tau" ucap reza setelah dion dan orang tuanya pulang

__ADS_1


reza tidur dismping dinda yang masih belum sadar


"mas, mas reza!" dinda mengerjapkan matanya


mulai membuka mata dan merasakan pusing pada kepalanya


"iya sayang kamu sudah bangun? kamu buat mas khawatir dinda!" reza memeluk dan mengecup kening istrinya


"mas kenapa disini, yang lain mana?" dinda bingung dengan keadaan sekarang


"kamu pingsan sayang, syukurlah sekarang kamu sudah siuman" reza senang melihat istrinya baik baik saja


"aku baik baik aja mas, mas kenapa ngga istirahat dengan baik. apa ksu mau membuatku jadi janda hah!" dinda kesal suaminya tak mematuhi peraturan dan berbuat semaunya


"enak aja janda, bakal mas hantuin semua pria yang akan mendekatimu" reza menarik hidung mancung dinda


"mas!" dinda memukul perut reza tanpa sengaja


"auuuu sayang! sakit!" ucap reza mengeluh


"naaf mas, aku panggil dokter ya?" tawar dinda


"tidak perlu mas hanya butuh kamu tetap disamping mas, jangab tinggalkan mas lagi sayang" reza merasa gagal menjaga istrinya


"tapi mas!" dinda membuka baju reza dan melihat perban tak terlalu besar diperutnya


"maafin aku ya mas, semuq ini karena aku ngga nurut" dinda menyesal

__ADS_1


"yang sudah terjadi jadikan pelajaran hidup kita. kedepannya janga pergi tanpa mas atau penjagaan yang aman oke" reza tak mau terulang kembali kejadian ini


__ADS_2