
"maaf bu untuk makan malam mau masak apa?" tanya bik wati yang bertugas didapur dan bik narti akan bertugas membersihkan rumah
"saya sedang buatkan menu untuk satu minggu, sebentar ya bik" ucap dinda yang sedang menulis menu untuk makannya dan juga daftar belanjaan yang dibutuhkan untuk setiap minggunya
"baik bu, saya kembali ke dapur dulu" ucap bik wati
dinda hanya mengangguk dan melajutkan kegiatanya. karena ini hari libur reza menghabiskan waktu luangnya untuk berolah raga dirumah dengan macam macam alat olah raga yang telah disediakan
"halo mi mau makan disini atau dinda yang kesana?" tanya dinda dalam panggilan telfonnya
"mami sama papi sedang ada acara diluar sayang, kalian makan berdua ya" jawab mami ana yang saat ini sedang berjalan berdua dimall layaknya anak muda dengan suami tercintanya
"baiklah kalau gitu biar masaknya sedikit aja" jawab dinda senang orang tuanya kini bagaikan tanpa beban menjalani hari dengan bahagia
"sudah mas olahraganya!" tanya dinda melihat reza sudah segar setelah mandi
"sudah ngga ada yang nemenin jadi ngga semangat" reza duduk disamping istrinya yang sedang menonton drama yang banyak disukai oleh kaum ibu dan juga pada wanita
"aku habis buat menu makan kita agar bik wati ngga bingung" jawab dinda fokus pada acaranya
"sayang nanti malam boleh ya?" reza memlas pada sang istri
"apanya mas!" dinda pura pura polos
"kamu sengaja kan semalam mengggoda mas dan ngga bertanggung jawab" ucap reza kesal
dinda malah tertawa geli seolah benar apa yang diucapkan oleh suaminya
"habis mas liatin aku sampe segitunya ya udah sekalian aja, sebenernya bukan ngga tanggung jawab tapi ngantuk" jawab dinda dengan penegasan
__ADS_1
"kalau gitu nanti malam bisa kan!" ucap reza lagi
"kita lihat saja nanti!" dinda beranjak membatu bik wati menyiapkan makan malam
********
sesuai dengan permintaan sang suami dinda melakukan tugasnya sebagai istri yang baik tanpa dipaksa, sebenarnya dinda sudah bertanya pada dokter hal apa saja yang boleh dan dilarang saat hamil
keduannya bagun pagi dengan semangat hari ini reza sudah akan mulai bekerja sepeerti biasanya lagi
dinda yang makin manja tak mau ditinggal dirumah, meski dengan sedkit perdebatan reza akhirnya mengalah dan membawa istrinya ke kantor
tibanya dikantor reza mamsuki ruangan yang sudah lama ia tinggalkan tak ada yang berubah karena asistennya tak membiarkan orang lain masuk keruangan reza
"istirahat dikamar ya, sudah dibersihkan tadi pagi oleh OB" ucap reza
dinda menggangguk setuju
dion datang membawa kabar bahwa proses pembangunan hotel baru telah dimulai
dan juga laporan lainya yang diserahkan pada reza kemudian dion kembali keruanggannya dan melanjutkan pekerjaanya
"mas laper" dinda keluar dari sarangnya saat perutnya mulai keroncongan
"mau makan apa sayang?" reza menarik pelan tangan istrinya dan mendudukan dipangkuannya
"makan kamu boleh?" ledek dinda
"jangan mulai din, mas ngga bis dipancing sama kamu" ucap reza enatap mata istrinya
__ADS_1
"siapa yang mancing, ya udah aku mau sate kambing" ucap dinda
"siap bos" jawab reza
menekan nomer ditelpon dan menghubungi seseorang untuk mewujudkan keinginan istrinya
"ngga gratis ya!" ucap reza
"selalu saja!" ucap dinda kesal
"habis enak gimana dong" reza melupakan sejenak pekrjaannya dan menghilangkan penatnya dengan menggoda istrinya
"tadi malem udah mas, lagian dikantor" dinda tahu apa yang dimaksud suaminya
"memang kenapa kan sama istri sendiri" reza mengecup kening dinda dengan hangat\
dirinya sangat bersyukur dengan apa yang dimilikinya sekarang. rasa bahagia sudah tak dapat lagi diungkapkan dengan kata
"terima kasih!" ucap reza
"untuk apa?" dinda bingung
"untuk semua yang aku miliki terutama kamu" ucap reza
wajah dinda memanas rasanya seperti ada kupu kupu berterbangan mendengar ucapan manis dari orang yang berwajah datar
"ayo makan dulu satenya keburu dingin" dion mengantarkan makanan yang dipesan oleh bosnya untuk sang istri
"aku boleh disini saja mas?" dinda tak mau sendirian dikamar sedangkan suaminya sibuk bekerja
__ADS_1
"apapun untukmu sayang" reza kembali fokus pada laptop dan berkas yang bertumpuk dimeja kerjanya