
karena tak mendapatkan balasan dari dinda varo pergi ke club malam, seperti biasa ia menghabiskan malamnya dengan wanita yang bisa ia bayar untuk menuntaskan naf*sunya.
"maaf honey aku semalam ketiduran setelah pulang " balas dinda yang pura-pura tak membaca pesan dari varo
alvaro hanya tersenyum penuh arti, dia tahu jika dinda pasti akan menolaknya dan itu sudah biasa iya terima
"tak masalah" balasan dari varo
hari ini adalah hari libur dinda hanya bermalas-malasan saja saat sedang tidak bekerja. "makan apa ya enaknya" dinda mencari menu makanan dari negaranya yang mudah untuk dibuat sekedar menghilangkan rasa rindunya dengan rumahnya
"ahhh ini saja sepertinya dikulkas ada bahan-bahanya" ucap dinda lagi bermolog dan ia mencari bahan yang ada dikulkas untuk membuat ayam bakar madu yang jadi favoritnya saat pulang ke negaranya
dinda membuat satu ekor ayam untuk diberikan juga pada ayu sahabatnya. "ini pasti enak dari baunya saja sudah menggiurkan" dinda memuji masakannya sendiri dan segera keluar kamarnya untuk mengantarkan masakannya pada ayu. namun ayu tak ada dikamarnya dan tak memberi kabar pada dinda
"kemana dia ya, atau jalan dengan kekasihnya? awas saja tidak mengenalkan padaku!" dinda mengoceh sendiri seperti orang yang kurang waras di depan kamar apartemen ayu
akhirnya dinda memutuskan kembali ke kamarnya dan memakan masakanya sendiri. dinda bukanlah wanita yang pintar masak karena sejak kecil ia selalu dilayani oleh banyak pekerja dirumahnya dan juga saat jauh dari orang tua dia lebih sering makan diluar.
__ADS_1
seminggu lagi adalah waktunya liburan musim dingin, dan semua pekerjaan akan dilakukan secara daring saja dari rumah karena biasanya pada musim ini banyak peristiwa alam yang harus dihindari. dinda berencana pulang kenegaranya untuk satu minggu dan kembali lagi keluar negeri untuk meminta dinikahi oleh kekasihnya. umur dinda saat ini sudah menginjak dua puluh lima tahun dan orang tuanya sudah menginginkan dinda untuk menikah.
"honey bisa kita bertemu? aku tunggu di apartemenku ya" dinda mengirimkan pesan pada varo
"sekarang juga berangkat honey" balasan cepat dari varo dan segera menuju ke apartemen dinda
ting tong
suara bel dikamar dinda berbunyi. "masuk honey" dinda mempersilahkan varo untuk duduk disofa yang ada diruang tamu dinda
"honey aku serius, aku mau pulang minggu depan dan orang tuaku pasti akan menekan ku agar segera menikah. apa kau mau ikut denganku?" ajak dinda pada varo dan berharap varo mau karena dinda sangat mencintai varo saat ini. beberapa kali maminya menjodohkanya namun dinda menolak karena ingin tetap menunggu varo siap untuk menikah
"honey kamu kan tau alasanya, aku belum bisa mandiri aku tak mau dianggap menumpang pada orang tuamu nanti" varo membelai rambut dinda dengan lembut. sebenarnya varo juga mencintai dinda namun orang tua varo menginginkan agar perusahaan ayahnya bisa bekerjasama dengan perusahaan milik papi dinda. itulah awalnya varo mendekati dinda.
dinda pun pasrah dengan keputusan varo yang masih belum mau untuk menikah, toh dinda merasa umurnya sekarang masih waktunya untuk bersenang-senang
*****
__ADS_1
beberapa minggu kemudian setelah dinda kembali dari negaranya ia dengan hati yang sangat rindu pada varo segera menaruh barangnya di apartemennya dan menghubungi sang keaksih, ia akan membuat kejutan untuknya karena dinda tak mengabari kapan akan kembali keluar negeri
dinda menghubungi varo beberapa kali namun tak diangkatnya akhirnya dinda memutuskan untuk mendatangi kamar ayu untuk membawakan rendang yang menjadi makanan kesukaan sahabat dinda itu.
dinda yang sebelumnya menghubungi ayu juga tak diangkat ia membuka pintu kamarnya yang mengetahui kode masuk kamar ayu. saat masuk diruang tamu dinda melihat dua ponsel yang berada di meja
pantas saja ia tak mengangkat ponselnya ternyata ada pacarnya batin dinda
namun ia melihat baju yang berada diatas sofa tersebut, dinda mendekatinya dan mengenali baju tersebut. ia tak ingin percaya tapi itu baju yang ia berikan pada varo.
dinda masih meyakinkan diri bahwa itu bukan varo. dan saat itu juga dinda menghubungi ponsel varo lagi dan benar saja slah satu ponsel di meja tersebut berbunyi dan menampilkan gambar foto dinda dna juga varo didalamnya.
prangggg suara sebuah mangkok jatuh yang berisi rendang yang dibawa dinda dari negaranya. ia tak sadar meneteskan air matanya meski tak tau apa yang sedang ayu dan varo lakukan
mendengar suara benda jatuh, varo keluar dari kamar ayu dengan hanya menggunakan celana boxernya tanpa atasan dan terlihat berantakan.
"dinda!" varo kaget dan tak menyangka bisa kepergok seperti ini " honey tunggu dulu. dengarkan penjelasanku" varo hendak memegang tangan dinda namun ditepis
__ADS_1