Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
masih belum selesai


__ADS_3

reza yang sudah cukup lama memgambil cuti. kini mulai beraktifitas seperti biasanya


luka ditubuhnya sudah mulai mengering


dinda merawat suaminya dengan telaten


"nanti aku antar makan siang ya mas?" tanya dinda


"ngga usah sayang mas pulang pas jam makan siang, belum full dulu dikantornya!" jawab reza yang masih mengenakan baju kerjanya


dinda menyiapkan baju kerja untuk suaminya seperti biasa.


"kenapa?" reza menatap dinda yang terlihat murung


"ngga apa apa mas, ya sudah ayo sarapan" dinda tak mau menjawab tapi raut wajahnya memperlihatkan berbeda


"jawab dulu, mas ngga mau kalau seperti ini" reza menahan tangan dinda


dinda masih diam.membisu mulutnya enggan mengeluarkan suara


"ya sudah mas ngga ngantor saja hari ini. mas kerja dari rumah gimana?" reza yakin perubahan sikap dinda karena reza


"jangan! kasihan dion dan lulu. mas berangkat aja aku ngga apa apa dirumah!" ucap dinda


"beneran ngga apa apa sayang?" reza mengajak dinda duduk agar pikirannya tenang


"hmmm, aku tunggu mas dirumah untuk makan siang" jawab dinda


reza mengangguk mengiyakan ucapan istrinya


"mas langsung saja ya, sarapannya dikantor aja. siapkan yang spesial untuk suami tampanmu ini" pesan reza

__ADS_1


"baiklah sayang, ayo dion sudah menunggu dibawah" ajak dinda


"jaga bosmu dengan baik!" perintah dinda pada dion saat mengantar suaminya ke mobil


"siap nyonya bos!" dion menjawab dengan acungan jempol


"hati hati!" dinda melambaikan tangannya meski tak dibalas oleh reza yang super cuek


"pak tutup semua gerbang dan tanyakan saya dulu jika ada tamu datang" ucap dinda pada penjaga rumahnya


***


"ke kantor poli*si" perintah reza pada dion


"tapi kak kerjaan kantor menumpuk" ucap dion mengingatkan


"akan saya kerjakan setelahnya dengan cepat!" reza tak main main dalama ucapannya


janjinya untuk menjaga dinda telah ternodai oleh orang yang sangat berani menantangnya


"iya pi, saya sedang menuju lokasi!" ucap reza menerima panggilan telfon dari mertuannya yang juga akan ketempat yang sama


reza menutup panggilan telfonnya dan memasukan ponselnya pada jas yang ia kenanakan


**


"selamat pagi pak" ucap reza pada salah satu pihak berwajib yang bertugas


"siang pak reza sudah ditunggu oleh mertua bapak disebelah sana" tunjuk petugas memberikan arahan


"terima kasih pak" reza melangkahkan kakinya menemui mertuanya

__ADS_1


"pi!" reza menyapa sang mertua


"ayo!" pak tirta sudah tak sabar ingin melihat orang yang sudah membuat hidupnya hampir saja gelap


"silahkan pak!"


reza dan pak tirta masuk melihat kondisi orang yanh sudah menculik dinda


wajahnya lebam akibat pukulan reza yang sekuat tenaga ia keluarkan


"kenapa tak segera masukan ke sel!" kesal pak tirta


"kami sedang mengobati lukanya pak, yang cukup banyak!" ucap salah seorang perawat


"reza sudah pegang semua bukti pi, jika saja ini bisa sudah ku habisi dia dengan tangan ku sendiri!" geram reza


"sebaiknya kalian keluar! kami sedang fokus dengan tersangka" ucap perawat lagi


"ayo pi!" reza mengajak papi tirta keluar ruangan dan menemui orang yang dikenalnya dan cukup berpengaruh


"siang pak, maaf mengganggu!" sapa reza


"siang pak reza silahkan! ada perlu apa sampai repot datang kesini" sapa kenalan reza tadi


"saya bawa bukti untuk kasus penculikan dan penyiksaan istri saya pak, saya mohon bantuan bapak untuk memberikan hukuman yang setimpal" reza penuh amarah


"dia juga melakukan penikaman pada tubuh saya ini lukaanya masih diperban dan belum kering" lanjut reza


"tentu saja pak, tugas kami adalah memberikan perlindungan bagi yang membutuhkan. akan saya bantu sebisa saya!"


"terima kasih pak, mohon maaf merepotkan!" ucap reza hendak berpamitan

__ADS_1


"jangan sungkan za, pasti aku bantu seperti yang telah banyak kamu lakukan padaku!"


"saya permisi!" reza dan mertuanya berpamitan


__ADS_2