
reza telah meminta dion untuk mempersiapka peripindahan kantor reza dirumah untuk sementara.
ada ruang yang cukup luas dirumah dinda dan reza yang dapat digunakan sebagai kantor sementara
reza tak mau kejadian lalu terulang lagi. meski sudah memasrahkan semua pada yang kuasa akan tetapi reza berusaha menimalisir kemungkinan
"sayang tolong bilang pada bik wati ya akan ada banyak orang jadi buatkn cemilan dan juga minuman yang dinging" ucap reza meminta pada dinda yang ada didapur
"iya mas, dinda bantu apa nih!" ucap dinda bosan tak boleh melakukan apapun
"kamu duduk saja temani mas, oke!" rezq mengecup puncak kepala dinda lembut
"kapan jadwal cek up dedenya sayang!" reza tak sabar ingin melihat sang calon buah hati.
"minggu depan mas, mas bisa antar?" ucap dinda
"tentu saja bisa dan akan selalu bisa, untukmu dan anak kita!" reza memeluk dinda
kali ini reza mengalami apa yang dirasakan ibu hamil pada umumunya
setiap pagi harus mrasakan mual dan juga sensitif terhadap bau
"sayang ada buah ngga? mas mau rujak!" ucap reza manja
"sebentar aku buatkan dulu, sepertinya masih ada mangga muda " jawab dinda yang kini juga tak heran
__ADS_1
hanya kadang kasihan sama suaminya. yang harus bekerja dan merasakan nyidam juga
"terima kasih sayang! reza kembali berkutat dengan laptopnya
panggilan telfon terus masuk bergantian bagaikan custemer service
karena tak bisa ditemui dikantor maka para pegawai yang benar benar butuh dengan reza diminta untuk menghubungi lewat telfon atau via email
"ada apa!" kali ini dion yang menghubungi dan reza menjawabnya dengan nada sinis
"kak, ibu lulu minta lulu segera menikah kalau tidak dia akan dijodohkan!" ucap dion disebrang telfon
"ini jam kerja dan berani beraninya curhat masalah pribadi!" ucap reza
dinda datang dan mendengar suaminya bicara cukup keras
"dion curhat! biarkan saja nanti juga kesini" jawab reza pada dinda dan menutup panggilan telfon dion
"mas jangan begitu! mungkin dion sedang butuh orang untuk bicara" saran dinda
"nanti mas telfon lagi. ini masih jam sibuk sayang" reza melembutkan suaranya
"oke! jangan terlalu keras padanya. jika dion berhenti susah cari yang seperti dia" nasehat dinda
reza terdiam dan memikirkan apa yng dikatakn istrinya ada benarnya juga
__ADS_1
reza memang harus membreri sedikit waktu untuk dion.
"mana rujaknya! mas mau disuapin" ucap reza
dinda mendekati dan tersenyum "ini bayi besar, manja sekali sih" dind mengecup bibir reza
"pedes!" ucap dinda
"kan yang bikin sambel kamu!" ucap reza
"hehe maaf sini aku tambahin gula" dinda mau mengambil sambalnya tapi tak diizinkan oleh reza
"biarkan! sambil liat istriku rasanya berubah manis sekarang!" gombal reza pada dinda
"ihh gombal receh!" ledek dinda
"tapi kamu suka kan?" lanjut reza
selesai ngemilnya reza kembali fokus dengan dokumen dan laptopnya sementara dinda tak dibolehkan pergi
kini dinda membuka aplikasi novel yang banyak digemari para kaum remaja
dinda membaca beberapa bab novel hingga tertidur disofa panjang yang ada diruang kerja suaminya
"astaga ternyata diemnya itu tidur, dasar dinda!" ucap reza pelan agar tak membangunkan istrinya
__ADS_1
reza mengankat tubuh istrinya membawanya ke kamar keduanya.
karena jam waktunya istirahat reza pun ikut berbaring dan menyusul dinda kealam mimpi