
para tamu undangan mulai membubarkan diri, begitu juga dengan beberapa teman dan kerabat. kini tinggal keluarga besar saja yang ada untuk acara makan malam dan juga sekaligus perpisahan dengan sang besan yaitu orang tua reza.
"kalian akan langsung berangkat sekarang?" tanya om candra yang masih ikut bergabung
"belum tau om dinda masih bingung!" jawab dinda
"seperti belum, kami akan berangkat besok siang dan kami akan cukup lama disana. karena ada pekerjaan juga yang harus diselesaikan" jawab reza
"baiklah, kalau gitu kalian nikmati saja dulu disini. besok siang sebelum berangkat pulang dulu kerumah mami papi" ucap mami ana
keduanya pun mengangguk mengerti. makan malam sudah selesai tiba waktunya orang tua dan adik reza berpamitan. papi dinda berjanji akan mengunjungi besannya jika sedang berada di negara tersebut
"dinda sayang persiapkan dirimu!" bisik mami tania saat berpamitan
"sayang kamu harus tau kewajiban istri, jika suamimu menginginkanya jangan ditolak itu dosa" nasehat mami ana pada anaknya saat hendak berpamitan pulang
nino pun tak ingin kalah "mau ku berikan obat?" bisik nino pada reza
"kau meragukanku!" reza menatap tajam adiknya yang bukanya takut malah makin meledeknya
orang tua dan om dinda beserta anak istrinya pun pulang kerumah masing-masing. reza yang bersemangat langsung menarik tangan dinda menuju kamar yang telah disiapkan.
keduanya masuk kedalam kamar hotel yang mewah dengan hiasan bernuansa romantis. "mas bagus banget kamarnya!" dinda bahagia
__ADS_1
reza menggendong dinda begitu saja saat akan duduk disofa.
"auu mas kau membuatku kaget saja!" dinda memukul dada reza
"mas akan membuatmu lebih kaget lagi setelah ini" reza merebahkan tubuh dinda diranjang. dinda mulai panas dingin mendengar ucapan suaminya
"kau takut?" goda reza
dinda menggeleng dan setelahnya mengangguk membuat reza tertawa geli melihatnya. "mas akan lakukan perlahan"
reza mendekatkan wajahnya pada wajah dinda, pertama dia mengecup kening istrinya lalu pindah ke dua pipinya dan terus ke benda kenyal milik dinda, reza mengecup bibir dinda sekilas
keduanya tersenyum saling menatap. meski gugup karena ini pertama kalinya bagi keduanya tapi reza tak mau terburu-buru
"bibirmu makin manis!" reza kembali menautkan kedua bibirnya dan kali ini makan dalam dan pa*nas
"tunggu mas! aku mandi dulu" ucap dinda mendorong suaminya yang sudah berada diatasnya
"tak perlu!" reza akan melanjutkan aksinya tapi dilarang dinda. dinda tetap ingin mandi duli karena ia tak percaya diri dengan tubuhnya yang sudah seharian mengenakan gaun
"baiklah jangan lama-lama atau kita akan melakukanya dikamar mandi!" ancam reza yang sudah sangat berga*rah saat ini
dinda masuk ke kamar mandi dengan gaun yang sudah sedikit terbuka dibantu oleh reza sebelumnya agar mudah untuk melepaskanya. dinda keluar dari kamar mandi setelah dua puluh menit yang mambuat suaminya tersiksa
"ayo mas juga mandi, aku tunggu!" ucap dinda dan rezapun mengikutinya
__ADS_1
dinda bingung kemana koper yang ia siapkan kemarin. didalamnya ada beberapa baju ganti dan sekarang koper itu tak ada.
"kenapa masih menggunakan handuk sayang, tapi tak apa mas jadi tak usah bersusah melepas bajumu!" reza tersenyum penuh arti
"mas koperku ngga ada, aku ngga bisa ganti baju" dinda terus mencari
" tidak pakai baju din. nanti juga dilepas lagi" reza membuka lemari dan mengambil celana pendek dan kaos putih tipis
"pakai ini saja" reza menemukan beberapa macam linggeri dilemari dan memberikanya pada dinda
"mas ini bukan baju!" dinda kesak tapi apa boleh buat dia tetap mengenakanya
dinda memakai linggeri warna merah marun yang kontras dengan tubuhnya yang putih. reza menelan slavinanya sendiri melihat dinda mengenakanya.
tak menunggu lama reza mendekati dinda dan menautkan kembali bibirnya, rasa menggebu-gebu dalam dirinya terhadap sang istri yang begitu menggoda saat ini. diangkatnya tubuh dinda tanpa melepas pagutan keduanya
dinda kembali ditidurkan diranjang dan reza mengungkungnya menatap dalam pada mata dinda.
"i love you dinda permata atmaja" ucap reza kembali menyerbu tubuh dinda dengan kecupan
"mas, sepertinya aku! dinda merasakan ada cairan yang menetes di c*lana da*lam miliknya. dinda berlari ke kamar mandi membuat reza bingung
"mas tolong ambilkan tasku di meja" dinda mengambil benda keramat milik wanita memakainya dan keluar dari kamar mandi dengan wajah sulit diartikan
"kenapa sayang?" tanya reza penasaran
__ADS_1
"mas palang merah"