
jarak dari bandara kerumah orang tua dinda tidaklah jauh hanya sekitar tiga puluh menit saja. mobil yang dikendarai dinda dan reza masuk ke pekarangan mewah rumah orang tua dinda yang tak mengetahui bahwa anak dan menantunya akan kembali hari ini dari liburan bulan madu yang tertunda beberapa saat
mami ana yang sedang duduk santai digazebo depan rumah sambil menikmati sore hari ditemani sang suami yang baru pulang dari kantor.
tin,,tin...suara klakson mobil sengaja dibunyikan atas permintaan dinda untuk mengagetkan orang tuanya
seorang asisten rumah tangga bernama bik ani datang manghampiri mobil mewah yang baru parkir digarasi milik tuannya
"sore bik!" ucap dinda memeluk bik ani dengan bahagia rasa lelah dan kantuknya hilang sekejap melihat rumah yang sudah dua puluh tahun lebih hidupnya dihabiskan dirumah ini
"non dinda!" bik ani tak kalah senang dan berteriak hingga membuat kedua orang tua dinda terkejut dan berlarian dengan cepat menghampiri anaknya
mami ana yang lemah lembut menyambut anakny namun niat jahilnya pun muncul. bukanya anak perempuanya yang lebuh dulu dipeluk akan tetapi justru menantunya membuat dinda cemberut dan kesal
"mami!" dinda menarik maminya dan memeluknya erat seakan tak bertemu ratusan tahun lalu
"sayang kamu ini sudah bukan anak TK lagi loh, ngga malu apa" ucap papi tirta yang tak kunjung mendapatkan pelukan anak semata wayangnya
"hmmm papi juga nungguin dinda peluk kan?" dinda bergantian memeluk papinya sedang reza dan mami ana hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dinda
"ayo masuk!" ucap pak tirta mengajak anak, mantu dan asisten dion sedangkan supir reza pak pardi tidak mau diajak masuk
"mau bibik buatkan minuman apa tuan?" tanya bik ani selesai dengan kerjaannya membawakan barang dinda dari mobil
__ADS_1
"kopi saja bik pada ngantuk kayanya" jawab mami ana mewakili suaminya
"baik nyonya" bik ani menuju dapur disusul dinda dengan tentengan tas oleh-oleh untuk para asisten dan juga supir yang bekerja dirumah orang tuanya
"bagaimana perjalanannya nak?" tanya pak tirta pada reza
"lancar pi, tak ada kendala makanya sore kita sudah sampai dinda belum tahu kan mi, pi kalau reza beli rumah dekat sini?" tanya reza memastikan tak mau kejutannya gagal untuk sang istri
"tenang saja rahasia aman" ucap mami ana
"iya aman kalau papi tak ingatkan juga pasti sudah bocor itu rahasia" papi tirta melirik istrinya
semuanya tertawa melihat interaksi antara papi tirta dan mami ana yang msih sangat mesra diusia pernikahan yang sudah cukup lama
"besok saya akan ajak dinda kesana pi, reza mau dinda yang mengatur cat dan furniturenya sesuai keinginan dinda. tapi reza akan bilang itu buat klien setelah selesai kami baru akan tempati rumah itu" jawab reza
"kenapa harus pindah, padahal mami senang kalau kalian tinggal disini" mami ana merayu
"mami, anak kita juga butuh privasi sudah bagus reza memilih tempat yang tak jauh dari rumah ini kan!" pak tirta mengerti apa yang dipikirkan reza karena dirinya juga dulu seperti itu
"apa yang tak jauh dari sini?" dinda tiba-tiba datang membawa cemilan dari dapur
semuanya terkejut dengan kehadiran dinda akhirnya dion dengan cepat menjawab asal yang ada dipikiranya saat ini
__ADS_1
"rumah saya bu. tidak jauh dari sini" dion menyelamatkan bosnya
"iya bener gitu sayang" reza menegaskan
"ohhhh kirain apaan, semuanya ini adalah hadiah dari dinda dan suami" ucap dinda membuka kopernya dan membagikan satu persatu hadiah yang dibawanya
"terima kasih bu" ucap dion yang tak luput dari bagian yang mendapatkan hadiah dri dinda
"baru kali ini dapat hadiah dari bos" ucap dion mengejek reza
"ehemmm" reza berdehem mendengar ucapan asisten kurang asemnya
"hehe bercanda pak" ralat dion
dinda mencibikan bibirnya pada suaminya " asisten tuh diperhatiin bukan hanya suruh kerja terus!" ucap dinda
"iya sayang" reza bagaikan singa yang kehilangan tarinya kalau didepan dinda
"kalau begitu saya pamit dulu pak, saya masih ada pekerjaan" ucap dion yang mulai tak enak masuk keranah keluarga bosnya
"nanti dulu kita makan malam bersama" ajak mami ana dan mendapat persetujuan dari suaminya
dion pun mengikuti acara makan malam bersama keluarga bosnya dengan agak canggung, kesendirianya selama ini membuatnya agak sulit untuk mengikuti acara keluarga
__ADS_1
setelah makan malam dion berpamitan pulang, reza dan dinda mulai beristirahat dan besok akan melihat rumah yang akan ditempati keduanya