
malam hari reza gelisah seharian tanpa kabar dari dinda, ia menghabiskan waktunya untuk berkerja lembur dikantor. saat siang tadi maminya menghubunginya jika sedang bersama dengan dinda
reza hendak menyusul tapi dilarang oleh maminya. kini reza pulang dari kerjanya dengan tubuh lemas
"mau makan malam den?" tanya bik wati melihat reza baru tiba dirumah
"ngga usah bik saya sudah makan, yang lain kemana kok sepi?" tanya reza
"den nino katanya janjian ketemu temannya, kalau tuan dan nyonya sudah naik ke kamarnya baru saja" ucap bik wati
"ya sudah bibik istrirahat saja sudah malam" ucap reza beranjak dari kursiny tempat duduknya lalu menuju ke kamarnya
sampai dikamar reza mandi dan membuka ponselnya masih tak ada kabar dari dinda. membuatnya kesal namun tak habis ide dia yang mengirim pesan lebih dulu.
"sayang apa kau tak merindukanku? sehari tanpa mu bagaikan setahun!" isi pesan reza yang kirim melalui aplikasi chat berwarna hijau
"sabar sayang! dua hari lagi kalian bertemu" balas pesan dari ponsel dinda yang diketik oleh mami ana
setelah diamati isi pesannya reza kaget. kenapa dinda membalas seperti itu reza tak tau jika ponsel dinda sampai disita
akhirnya reza memutuskan menghubungi dinda melalui panggilan telfon
__ADS_1
"halo sayang" ucap reza
"dinda sudah tidur, kenapa kau tak tidur juga hmm" suara yang amat reza kenal. selam dua tahun ini reza terus bersamanya
"pak tirta? maaf pak sepertinya saya salah nomer" reza memastikan lagi nomer yang dia hubungi benar
"ngga salah, ini memang nomer dinda disita oleh maminya sudah malam istirahatlah, jangan sampai putriku menjadi janda muda karena suaminya terlalu lelah" ucap pak tirta
"baik pak" tanpa banyak kata lagi reza izin mematikan panggilan telfonya
reza malu karena ketahuan calon mertuanya. sikapnya yang biasa cuek dan datar kini berkat dinda perlahan reza berubah
dua hari sebelum pernikahan reza meminta agar maminya dan mami ana yang mencari wo untuk anaknya sesuai dengab keinginan dinda. reza hanya mengurusi pembayaranya saja
ditempat lain dinda menerima paket baju kebaya yang dibuatkan oleh temannya. dua hari waktu yang dibutuhkan untuk membuat pesanan dinda
"terima kasih may, ini sangat bagus dan cocok untuk ku" dinda mengirimkan pesan pada maya dan tak lupa mengundang maya dan sang suami untuk acara pernikahan dinda
"iya din sama-sama, terima kasih telah mempercayakan baju dihari bersejarahmu pada butik ku" balas maya pada dinda
"bik tolong bantu dinda persiapkan barang ya" perintah dinda pada bik ani
__ADS_1
"baik non, semua ini akan non dinda bawa?" tanya bik ani
"iya bik, besok sore kita semua berangkat ke hotel jadi bik ani juga persiapkan baju yang diperlukan ya" ucap dinda bersemangat
"mami, papi terima kasih ya" ucap dinda memeluk keduanya
"berbahagialah nak" ucap pak tirta singkat. momen haru sangat terasa bagi ketiganya
****
sore hari sebelum acara pernikahan kedua keluarga sudah berangkat ke hotel milik reza yang akan dijadikan saksi untuk acara sakral pernikahan dinda dan reza.
dinda dikawal oleh beberapa pengawal pilihan yang diperintahkan reza dan juga papinya. dalam dunia bisnis ada saja orang yang tak suka jadi untuk berjaga-jaga
"mam reza keluar sebentar ya" ucap reza pamit pada orang tuanya
"jangan boleh mam itu pasti akan mencari kakak ipar" ucap nino yang tahu niat dikepala kakaknya
"no! jika kamu membantah mami, kita nikahkan kalian sekarang tak menunggu besok" ancam mami ana
reza kesal dan kembali ke kamarnya. saudara dari reza akan datang esok hari saat acara akad pernikahan dimulai karena jarak rumah saudaranya yang tidak terlalu jauh dari tempat acara
__ADS_1
reza memaksakan tidur agar tak terlalu gugup memikirkab besok. sedangkan dinda sibuk dengan perawatan yang disediakan oleh hotel khusus untuk calon pengantin