
reza dan dinda sepakat menghadiahkan sebuah rumah mewah untuk asisten reza dan mantan asisten mertuanya
atas permintaan dinda agar memberikan yang seharusnya kedua calon pengantin dapatkan. atas kerja keras dan juga kesetiaannya
"sayang kita lihat rumahnya hari ini, sudah selesai direnovasi dan siap huni besok!" ucap reza yang cukup sibuk karena asistennya akan menikah
"siap suamiku, cintaku!" jawab dinda senang
"ada maunya aja begitu!" kesal reza
keduanya berangkat menuju rumah yang tak jauh keberadaannya dengan rumah dinda dan reza agat dinda memiliki teman yang menurut dinda lulu cocok dengannya
perut dinda yang membuncit sudah semakin sulit untuk berpergian jauh. meski dilarang tapi kali ini dinda tak mau melihat sedikit pun cela untuk hadiahnya pada pengantin baru
"mas rumahnya bagus! pasti mereka suka" ucap dinda saat tiba dirumah yang dibelikan suaminya
"hmm, siapa dulu yang pilih!" sombong reza pada istrinya
"baiklah pak, kali ini istri cantikmu ini setuju!" ucap dinda tak kalah menyombong
reza tersenyum senang "ayo masuk disini panas, sebentar lagi tukang dekor untuk kamar pengantinnya datang!" ucap reza memberitahukan
pada dinda yang dengan idenya meminta dibuatkan dekorasi untuk kamar pengantin baru agar tak perlu dihotel
__ADS_1
"iya mas, aku mau duduk dulu sepertinya anak kita ikut bahagia dari tadi terus bergerak!" ucap dinda
reza dengan cekatan membantu dinda duduk dan memberikan air minum dari pendingin makanan rumah dion nanti
semua isi dan juga kebutuhan telah disiapkan reza agar pengantin baru tak perlu bersusah payah keluar hanya untuk mencari makan
tak lama berselang yang ditunggu tiba, reza menuntun istrinya ikut menyaksikan bagaimana kamar biasa disulap jadi luar biasa
dinda terbiasa dilayani dan kemauanya selalu tercapai. tapi kali ini dia bangga untuk dirinya sendiri karena bisa memberikan sesuatu untuk orang yang berjasa baginya
******
pagi hari dinda bersiap dengan mengundang mua untuk merias wajahnya.
"jangan berlebihan ya mba, istri saya sudah terlalu cantik!" ucap reza membuat dinda malu dan pipinya memerah
bisa bisanya disaat seperti ini reza memujijnya didepan orang lain. "sana tunggu dibawah!" usir dinda
para perias yang berjumlah tiga orang tertawa dengan tingkah suami dinda yang tak sabar menunggu istrinya selesai
"laki laki memang ngga sabaran ya sis" ucap salah satu mua
dinda tertawa mendengar ucapan dari perias yang sebenarnya juga laki laki
__ADS_1
satu jam kemudian barulah dinda selesai dengan make up dan bajunya.
"sayang nanti orang bingung mana pengantinnya!" ucap reza kala penantiannya berakhir
"bisa aja! pasti ingin sesuatu!" curiga dinda pada senyum tak biasa suaminya
"engga kok! emang benar kamu makin cantik, sudah ayo berangkat!"
perjalanan membutuhkan waktu lima belas mekit dari rumah keduanya, para tamu undangan telah hadir dan beberapa anggota keluarga termasuk mertua dinda yang merupakan om dari dion
kali ini reza diminta sebagai salah satu saksi yang duduk mendampingi dion
reza mengingat ketegangannya dulu saat duduk dikursi yang membuat nyalinya menciut
pengantin wanitanya tiba dan duduk disamping dion, terlihat cantik dan angun dinda merekomendasikan mua terbaik untuk pernikahan lulu dan dion
dion mengucapkan janjinya pada ayah lulu, dan para saksi berkata sah!
usai sudah kekhawatiran dan kini tersisa lega
ucapan demi ucapan dion dan lulu terima dengan tulus
tak lupa dinda dan juga reza yang selalu mendampingi proses keduanya hingga dipelaminan
__ADS_1