
setelah acara akad selesai dinda dan reza masuk ke kamar untuk berganti baju yang akan digunakan untuk resepsi keduanya.
"udah siap dirias? atau mau ada kegiatan lain dulu?" tanya pegawai mua yang akan merias dinda untuk resepsi
"apa maksdunya? tentu saja langsung rias" ucap dinda mendapat tatapan tajam dari suaminya yang baru beberapa jam lalu. terlihat dari kaca depan dinda duduk saat ini
"kalian boleh keluar dulu, kembali lagi setelah tiga puluh menit" ucap reza tegas dan berwibawa
"baiklah eyke keluar dulu" ucap mua nya dan keluar dari kamar dinda dan reza saat ini
" loh mas kok disuruh keluar, kan kita harus bersiap para tamu agar tak menunggu lama" ucap dinda bingung
"biarkan saja mereka, apa kau tak rindu pada suamimu ini hemm" reza mendekati dinda dan memeluknya
"tentu saja rindu tapi kan masih banyak waktu untuk kita mas!" ucap dinda
"sebentar saja, jika bisa aku memakan mu sekarang" ucap reza lagi
"mas mengerikan! kalau lapar ya keluar makan dulu aku kan dandanya lama. atau mau aku pesankan agar diantar kesini?" tanya dinda membuat reza kesal
"ya sudah ku panggil saja tukang rias tadi, tunggu disini! bisa batal acara resepsinya jika kita hanya berdua" reza berlalu keluar kamar untuk memanggil mua yang akan merias dinda
"kok cepet amat cin, suamimu kurang perkasa yey!" bisik mua tadi tapi masih didengar reza
__ADS_1
"hahahaa ups" dinda kelepasan
"selesaikan segera dan buat dia secantik mungkin, aku sudah membayarmu mahal!" ucap reza kesal
"assiiiiappp"
setelah beberapa jam akhirnya riasan dinda selesai tinggal mengganti bajunya dengan gaun yang akan dikenakan untuk acara resepsinya.
"ayo eyke bantu ganti baju!" ucap mua yang merias dinda tadi
"pergilah aku yang akan membantunya!" usir reza
"suami yey pemarah ya, untung tampan dan banyak duit" mua pun kabur takut tak dibayar
"mas jangan galak-galak dong. dia kan udah bantuin aku buat jadu cantik" ucap dinda
"kau memuji atau mengejek sebenarnya!" dinda mode jutek
"tentu saja memuji istriku satu-satunya ini" cup reza mengecup kening dinda dan mebantu dinda untuk menutut resleting gaun dinda yang ada dibagian belakang
"mas geli ahh" ucap dinda saat reza mengecup leher istrinya yang jenjang
"baru sini belum yang lain!" ucap reza menggoda istrinya
__ADS_1
"ayo buruan kita sudah ditunggu" ucap dinda karena suaminya masih saja santai
"ayo mas sudah siap" reza menggandeng tangan sang istri berjalan menuju tempat resepsi yang sama dengan tempat akad tadi
para tamu undangan dibuat kagum dengan penampilan kedua pengantinnya. tampan dan cantik itulah yang ada dibenak mereka
"selamat ya dinda" ucap haikal sepupu dinda dan hendak memeluk dinda tapi dilarang oleh reza
"hei dia kakakku! kenapa tidak boleh hanya memeluknya saja!" ucap haikal
"dia hanya boleh dipeluk dan disentuh oleh ku" ucap reza tanpa dosa
"oke baiklah bro posesif" ucap haikal dan ditertawakan oleh dinda
om candra dan tante davina juga tak lupa memberikan ucapan selamat pada dinda dan juga suaminya. dari keluarga reza hanya sedikit yang hadir karena memang dadynya tak punya saudara kandung. yang hadir saat ini adalah saudara dari ibu kandung reza
"selamat ya bos" ucap vito sepupu dan juga asisten kepercayaan reza
"terima kasih, kerjakan pekerjaanku dengan baik dan aku akan memberimu hadiah!" ucap reza
"heii ini acara pernikahanmu kenapa masih memikirkan pekerjaan saja" ledek nino adik reza
__ADS_1
"mungkin setelah ini aku akan ditinggal lembur" ucap dinda menyindir
"aku akan menemanimu kakak ipar!" canda nino mendapatkan tinjuan kecil diperutnya oleh reza