
"apa anda ada masalah denganku!" reza berbica langsung pada kedua irang berwajah seram itu
"tidak ! kami hanya menyukai wajah cantik nonamu, hahahah" keduanya tertawa dan
Buugg, buug suara tinjuan tangan reza pada kedua preman tadi
"butuh uang berapa kau! beraninya kau menatap kekasihku haaah" buug reza menendang lagi keduanya jatuh tersungkur saat akan mengeluarkan senjata. salah satu dari teman preman tadi mengingatkan bahwa kedua hanya disuruh untuk mengganggu saja bukan untuk melukai. akhirnya kedua kabur dengan cepat
reza menghampiri dinda dan menanyakan keadaanya, sedangkan yang hampir saja terluka adalah dirinya.
Flasback on
"tuan non dinda diajak keluar oleh seorang lelaki menggunakan motor" pesan singkat dikirimkan oleh penjaga rumah dinda pada papinya
pak tirta melihat dari tubuhnya ia mengenalinya siapa yang berani membawa putrinya pergi dengan menggunakan motor. saat penjaga rumah mengirimkan videonya pak tirta mengira itu adalah reza. iya dua tahun bersama pak tirta hafal dengan postus tubuh reza dan juga wajahnya yang sedikit terlihat
__ADS_1
pak tirta meminta anak buahnya untuk mengikuti dinda dan reza tanpa diketahui dan juga mengetes apakah reza pantas menjaga anaknya, tidak diperbolehkan ada luka untuk reza dan juga dinda karena pak tirta menyayangi keduanya
flasback off
"kita pulang saja ya, aku takut" ucap dinda
"makanlah dulu, kamu belum makan malam kan? tak usah takut ada aku dan biasanya tempat ini selalu aman, aneh saja tiba-tiba ada preman" ucap reza
"ini enak!" ucap dinda mencoba mie aceh yang dipesankan reza untuknya
"kalau enak hasbikan lah. bila perlu nambah lagi" ucap reza yang ikut mengunyah pesanannya yang hanya sebagi cemilan ditemani kopi
"tidak aku sudah kenyang" reza mengambil rokoknya pada saku jaketnya "bolehkan?" reza meminta persetujuan dari dinda
"terserah kau saja" dinda cuek ia tak ada hak untuk melarang atau memperbolehkanya. namun reza malah memasukan kembali rokoknya dalam saku jaketnya, hal itu membuat dinda heran karena tak melarangnya tapi tak dilakukan oleh reza. tapi dinda diam saja tak mau membahas
__ADS_1
"sudah selesai makannya?, kita pulang sekarang nanti tuan putri dicariin penjaganya" ejek reza pada dinda
"baru saja baik, sudah mulai lagi menyebalkan" gumam dinda masih didengar oleh reza
"ini pakai!" reza melepas jaketnya dan memakaikanya pada tubuh dinda " jangan geer aku tak mau kau sakit dan gajiku dipotong papimu" ucap reza membuat dinda diam
perlakuan manisnya membuat dinda meleleh tapi langsung dijatuhkan oleh ucapan reza yang pedas bagaikan mulut tetangga
sekitar tiga puluh menit keduanya sampai digerbang rumah dinda, karena waktu sudah hampir larut reza pun segera pulang ke apartemenya. ia merebahkan tubuh lelahnya diranjang tidur miliknya
"mami dan dady apa kabar ya" reza bermonolog orang tuanya seakan tak perduli lagi padanya
******
Dua tahun yang lalu
__ADS_1
sebelum reza tinggal dinegara ini ia ikut orang tuanya yang sudah tinggal di luar negeri untuk mengurus bisnisnya disana, saat reza kelas tiga SMP orang tuanya memutuskan ke luar negeri untuk mengembangkan usahanya yang makin berkembang. reza hanya dititipkan pada pekerja yang ada dirumah besarnya dengan segala fasilitas yang tersedia. orang tua reza hanya pulang paling capat tiga bulan sekali dan itu hanya beberapa hari saja
reza yang merasa kesepian sering tak pulang agar dicari oleh pengasuhnya dan juga bodyguard yang diperintahkan oleh orang tuanya untuk mengawal reza kemana pun ia pergi. tak jarang reza juga diejek teman-temanya karena kemana pun selalu dikawal bagai anak orang penting saja