
setelah pulang dari rumah sakit dinda terlelap karena efek obat yang diberikan dokter.
tengah malam reza malam ke dalam kamar menemui sang istri yang terluka karena ulah jesika.
"sayang percaya sama mas, akan mas buktikan apa yang kamu lihat bukanlah hal perselingkuhan. maafkan mas karena tidak terbuka padamu" reza menggengam tangan dinda duduk disampingnya
ada rasa amarah pada jesika yang belum sempat ia balaskan karena masih mencari bukti untuk membuat jesika sadar.
sayup terdengar suara reza yang menjekaskan semua permasalahanya dan kenapa dinda tak diberi tahu. dinda pura-pura tidur untuk mendengarkan semua ungkapan suaminya
keduanya akhirnya tertidur pulas dalam satu ranjang. dan pagi hari reza segera keluar kamar untuk menyelesaikan permasalahanya
"sayang sudah bangun?" mami tania masuk kedalam kamar dinda dan dilihatnya dinda baru selesai mandi dengan wajah segar tak seperti sebelumnya
"iya mam, maaf kami membuat khawatir" ucap dinda menghampiri sang mertua
"tidak sayang, mami baru tahu dari dady semua masalahnya. harusnya kami yang minta maaf karena melibatkan kalian dalam masalah ini" mami tania merasa bersalah mengganggu pengantin baru dab menyebabkan keduanya salah faham
"ngga mam, kita hadapi ini sama-sama. tapi dinda mau kasih pelajaran buat mas reza mam" dinda membisikan idenya pada sang mertua dan untuk berpura-pura tidak tahu
"oke siap! sekarang kita sarapan reza sudah pergi bersama dadynya untuk menemui wanita jahat itu" mami tania tak lagi mau menyebut nama jesika padahal sebelumnya keduanya akrab
dinda menghubungi papinya menceritakan kejadiannta dan untuk meminta bantuan. namun ternyata dinda terkejut jika papinya sudah dulu lebih tahu
jadi selama ini hanya dinda dan mami tania yang tak tahu masalahnya. dinda makin kesal dengan suaminya
__ADS_1
saat sore hari dinda duduk santai diarea rumah belakang dekat kolam.
"dinda" reza menghampiri istrinya yang seperti sedang melamun dan tak menjawab panggilannya
"din, kenapa disini sendirian?" sekali lagi reza bertanya dinda hanya menengok asal suara dan kembali memalingkan wajahnya menatap ikan dikolam
reza duduk disebelah dinda dan tak ada respon apapun, tapi reza bersabar karena masalah ini terjadi juga karena salahnya juga
" maafin mas ya din, ini semua salah faham dan mas sudah menemukan semua buktinya jika wanita itu sengaja menjebak kita agar bertengkar" reza memagang pundak dinda dan mengalihkannya agar keduanya saling bertatapan
"lalu?" jawab dinda singkat
"apa kamu percaya pada mas?"
"mas akan buktikan! mas hanya ingin kamu satu-satunya dalam hidup mas, karena itu mas tak bercerita takut kamu terluka dengan masalah ini. mas fikir akan segera menyelesaikanya dan kita memulai hidup baru di negara kita" ucap reza
dinda menahan tawanya, meski hatinya masih ada sedikit luka tapi dinda percaya pada suaminya. hanya saja dinda ingun membuat reza agar tak mengulanginya lain kali
"baik lah akan ku coba percaya!" dinda tersenyum sinis
reza memeluk istrinya dan mengecup keningnya.
"sabar ya sayang, sebentar lagi ini selesai dan kita akan memulai kehidupan kita yang sesungguhnya seperti yang kamu mau" ucapan reza membuat dinda tersenyum dalam pelukan suaminya
hatinya berbunga-bunga saat ini. setelah melepaskan pelukannya dinda kembali ke mode datar agar suaminya tak curiga
__ADS_1
"kita masuk ya, ini sudah sore!" reza mengajak dinda masuk ke dalam rumah dan menggandengnya
mami tania dan dady farhan lega melihatnya meski masih terlihat canggung tak seperti biasanya, tapi setidaknya mami tania tahu jika dinda sudah tak marah lagi
makan malam bersama tak seperti biasanya, selesau makan tak ada pembicaraan semuanya kembali ke kamar masing-masing
reza mengikuti istrinya kembali ke kamar dan dinda tak melarangnya seperti sebelumnya.
"aku ingin pulang!" dinda membuka obrolan
"sekarang? ayo belum terlalu malam"
"kerumah orang tuaku" dinda menjelaskan niatnya
"maksudnya! kamu mau ninggalin mas disini din?" tanya reza
"ngga sendiri, banyak orang disini" dinda sibuk dengan ponselnya
reza mendekat dan duduk samping dinda menatap mata sang istri, " apa kamu sungguh tak percaya?" ada sedikit rasa kecewa dihati reza saat ini
dinda terdiam tak tahu harus menjawab apa, pasalnya ia sudah tak marah lagi tapi bagaimana mengakhiri sandiwaranya yang masih terlihat marah
"selesaikan dulu masalahnya, akan ku tunggu sampai mas menjemputku dirumah orang tuaku" ucap dinda meletakan ponselnya dan merebahkan tubuhnya
reza tersenyum antara lega dan sedih. harus berpisah dengan istrinya tapi disisi lain reza mengganggap dinda sudah memaafkanya
__ADS_1