
"kita tidur disini malam ini!" ucap reza pada dinda
"kenapa ngga pulang aja mas!" jawab dinda
"bosan dirumah mau cari suasana baru! ayo kita makan malam diluar" ajak reza
dinda pun menyambut ajakan suaminya. dalam pikirannya sudah banyak daftar makanan yang ingin dipesan
"mas kita makan dikaki lima aja ya, jangan direstoran" ajak dinda
"oke tuan putri!" reza mengendarai mobilnya melanjukan pelan saat keduanya sudah masuk dalam mobil
"mau makan apa?" tanya reza
"banyak! cari tempat yang banyak jenis makananya aku semuanya biar gendut" ucap dinda senang
"good! makan yang banyak setelahnya tenagamu akan terkuras" reza mengedipkan mata
dinda tau apa yang dimaksud suaminya. namun dinda pura pura tak dengar saja tetap memainkan ponselnya
"besok kamu pilih gedung yang mau dijadikan kafe, tapi ingat jangan terlalu lelah dan melupakan suamimu!" tegas reza
"tentu saja kamu nomer satu mas!" jawab dinda melebarkan senyumnya
dinda ingin membuka kafe sebenarnya untuk membantu perekonomian keluarga lulu sekretaris papinya, dinda ingin lulu yang kelola kafe miliknya sekaligus menjodohkannya dengan dion asisten reza
mendapatkan persetujan papinya membuat dinda yakin jika lulu yang sudah cukup lama bekerja dengan baik diperusahaan papi dinda berhak mendapatkan hadiah
__ADS_1
"pak saya pesan siomay, kwetiaw goreng, asinan, minumnya mau es jeruk saja, mas mau pesan apa?" tanya dinda saat keduany sampai ditempat kuliner malam yang menyediakan banyak makanan
"saya mau gado gado saja pak, minumnya lemon tea saja!" ucap reza
"kamu habis sayang makan begitu banyak! jangan buang makanan oke!" ucap reza mengingatkan
"tenang saja mas!" dinda mengedipkan matanya membuat reza salting
kadang sikap tiba tiba dinda dapat membuat reza serangan jantung. reza mengusap lembut rambut dinda hendak mencium istrinya
"ehemmm, tempat umum!" ucap seseorang yang suaranya tak asing
reza dan dinda menengok kearah suara
"ngapain kesini!" ucap reza kesal
"dasar jomblo ngikutin orang saja!" ejek reza
"tidak sebentar lagi!" jawab dion
reza melirik tajam sejak kapaj dion dekat dengan wanita tanpa dia ketahui
"flasback on"
"ada yang bisa saya bantu bu bos!" tanya dion saat dinda memanggil dion kerungan reza
"hmmm, kamu belum punya pasangan atau dekat dengan wanita mana pun kan?" tanya dinda ragu
__ADS_1
"belum kak! ada kandidat untukku" ucap dion yang memanggil dinda kakak jika hnya berdua sesuai permintaan dinda
"nanti malam aku kenalin, kalau tak mau juga tak apa kalian bisa berteman!" ucap dinda
dion mengiyakan keinginan dinda yang menurutnya mungkin ini sudah waktunya membuka hatinya
"flasback off"
"selamat malam" ucap lulu yang baru tiba masih mengenakan stelan formal baju kerja
"haii, sini ayo duduk!" ajak dinda
"kalian pesan sendiri jangan malu malu" ucap dinda
lulu duduk disamping dinda ragu, reza adalah mantan asisten papi dinda yang dulu sempat lulu sukai
"ayo duduk, sudah kenal kan sama dion yang dulu anterin kamu pulang" dinda menjelaskan
"jadi gini karena semua sudah kumpul" dinda menjelaskan jika akan membuka kafe dan meminta lulu untuk mengelolanya dion akan menjadi mentornya sementara lulu bukan dipecat atau diberhentikan dari perusahaan papi dinda
tapi dinda memberikan kesempatan untuk lulu mengembangkan bisnis yang hasilnya akan dibagi dengan dinda selaku pemilik.
karena menjadi sekretaris adalah salah satu pekerjaan yang cukuo menyita waktu
reza senang dengan ide istrinya. reza tak menyangka keinginan dinda yang terkesan aneh untuk apa membuka usaha baru jika perusahaan papinya pastilah akan jadi milik dinda, dan apa yang dimiliki reza juga milik dinda nanti
tanpa canggung reza mengecup kening istrinya saat menjelaskan pada dion dan lulu,
__ADS_1
dinda terkejut dan tersenyum manis pada reza. wajahnya memerah menahan malunya pada lulu dan dion