
Malam hari seseuai dengan janji dinda yang akan menuruti keinginan suaminya jika keinginanya juga dikabulkan.
dinda yang lelah mengimbangi tenaga suaminya tidur terlelap memeluk reza yang sedang tersenyum memandang wajah cantik istrinya
"terima kasih telah menerimaku sayang" bisik reza pad telinga dinda
dinda menggeliat geli namun tak terbangun dari tidurnya.reza pun menyusul dinda kealam mimpi
*****
"selamat pagi bu dinda" sapa dion yang sudah rapih dengan setelan kemeja kerjanya
"pagi banget udah kesini mau kemana emangnya?" tanya dinda
"saya dan pak reza ada urusan keluar kota bu, ada meeting dengan klien" jawab dion
"ohhh! sebentar saya panggilkan mas reza dulu" ucap dinda melangkahkan kakinya ke kamar
"mas dion sudah menunggu tuh. kenapa ngga bilang kalau mau keluar kota?" tanya dinda
"iya sayang mas lupa, baru tadi pagi dion mengingatkan! dalam ingetan mas hanya wajah cantik dinda atmaja saja" gombal reza pada dinda
"pagi pagi dah gombal aja, buruan ditungguin loh" ucap dinda
__ADS_1
"kamu istirahat dirumah ya, kalau mau kerumah mami jangan pakai motor minta anter supir oke! mas sore sudah pulang kok" pesan reza
"iya sayangku" dinda mengulurkan tanganya membentuk hati dengan jarinya
reza tersenyum dan mencium tangan dinda mengecup keningnya lalu bibirnya sekilas
"hati hati dirumah, mas berangkat dulu ya" reza berpamitan dan dinda mengikuti suaminya sampai ke parkiran rumahnya
lambaian tangan dinda mengantar sang suami pergi untuk bekerja, dinda kembali masuk namun tak tahu apa yang harus dikerjakannya
sekilas muncul ide dinda yang berniat menjodohkan dion dengan sekertaris papinya yang saat ini masih belum menikah, bukan tak cantik namun lulu susah membuka hati untuk lelaki mungkin karena masalalunya
"halo pi, lulu ada dikantor?" tanya dinda saat menelfon papinya
"dinda boleh minta tolong ngga pi? lulu nanti sore kerumah dinda bantuin dinda ada pekerjaan. tapi papi yang bayar lemburnya he! ucap dinda
"iya kamu hubungi langsung orangnya ya! papi sedang ada rapat " ucap pak tirta
"oke papi i love you" dinda tersenyum senang dan menutup panggilan telfonya
"bik!" pangdil dinda pada asisten rumah tangganya
"iya bu ada yang bisa saya bantu?" bik narti yang menghampiri dinda
__ADS_1
"saya mau undnag tamu nanti malam, tolong masak makanan yang istimewa ya" perintah dinda
" baik bu akan saya sampaikan pada bik wati" jawab bik narti yang memang tugasnya untuk membereskan rumah sedangkan urusan masakan dan dapur adalah tugas bik wati
"terima kasih bik, bisa kembali bekerja" ucap diinda bik narti pun mengangguk dan meninggalkan majikannya
"sayang sudah sampai?" tanya dinda pada suaminya mellalui panggilan telfon
belum juga satu jam reza berangkat istrinya sudah begitu merindukanya . "belum sayang baru juga separuh perjalanan, kenapa sudah kangen dengan mas hemmm?"
"iya lah kangen sama mas, kalau kangen yang lain memang boleh!" ucap dinda
"ngga!" jawab reza singkat
"mas!"
"hemmm kenapa sayang?" jawab reza
"mas nanti pulangnya jangan malam malam ya, terus dion ajak makan malam disini. ya udah hati hati dijalan" dinda menutup panggilannya
"aneh!" reza melihat ponselnya sudah tak ada panggilan
"apa yang aneh kak?" tanya dion
__ADS_1
"bukan urusanmu! ayo menyetir cepat agar bisa cepat pulang" reza tak bisa terlalu lama berpisah dengan dinda terlebih istrinya sedang mengandung buah hatinya