Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
izin menginap


__ADS_3

"silahkan pak, kamar sudah siap" ucap seorang pegawai dari hotel tersebut


"ayo dinda" reza menarik begitu saja dinda yang masih dengan lamunannya tanpa sadar sudah berada dalam kamar mewah milik reza jika sedang berkunjung ke kota ini.


"mandilah nanti akan ada orang yang akan mengantarkan baju untukmu!. jika kau tak nyaman aku akan tinggal dikamar sebelah kau bisa menghubungiku" ucap reza namun dicegah oleh dinda


"jangan tinggalkan aku sendiri" dinda menangis mengeluarkan air mata yang terus saja menetes tanpa henti


reza tak berani bertanya apapun dia hanya memberikan pelukan hangat pada dinda dan membawa dinda duduk dalam sofa yang tersedia dikamar itu.


setelah dinda sedikit tenang reza memberikan air minum yang diantarkan oleh petugas dari hotel. beserta baju yang dipesankan untuk dinda


"ayo minum dulu biar hangat, dan ganti bajumu jika tak mau mandi" ucap reza dan diangguki oleh dinda. saat ini dinda memperlihatkan titik lemahnya dibalik sikap ceria dan crewet yang biasa ia perlihatkan pada orang lain


"maafkan aku pak reza" ucap dinda melepaskan pelukannya setelah sedikit sadar dengan posisinya saat ini


"tak perlu minta maaf jika ini membuatmu lega, dan jangan panggil lagi pak saat hanya berdua. aku seperti om-om yang sedang bersama anak sekolah " ucap reza dan dindapun memukul dada bidang reza


"mandilah dulu, biar segar atau kau masih betah memelukku hemm" dinda hendak menjauh dari badan reza namun ditarik lagi oleh reza.


"katanya suruh mandi kenapa masih dipeluk!" dinda tak mau kalah dengan ucapan reza yang terus menggodanya


"baiklah mandi yang wangi dan jangan bunuh diri. aku tak mau ruanganku jadi berhantu yang sedang sedih" ucap reza dan dinda atak menyadari dengan ucapan reza

__ADS_1


"aku akan izin pada papimu. agar tak digantung besok" lanjut reza lagi


dinda mandi dan lupa membawa baju ganti, sedangkan reza mengubungi pak tirta dan mengatakan cuaca sedang buruk hingga harus menginap semalam dihotel. reza memastikan dia dan dinda memesan kamar yang berbeda. dan pak tirta memberikan izin karena takut dijalan juga akan berbahaya jika dipaksakan


"dinda kamu ngga tidur kan?" tanya reza mengetuk pintu


"ahhh iya pak eh mas reza bisa tidak keluar dulu aku lupa membawa baju gantiku" ucap dinda malu


"apa kau mau mencoba merayuku dinda?" tanya reza didepan pintu kamar mandi


"tidaaaakkkk! mas reza keluar aja, bukankah tadi pesan dua kamar?" tanya dinda


"aku batalkan din, sepertinya uangku akan habis jika kita memesan dua kamar" goda reza menahan tawanya


"mas! mas reza sudah keluar ya!" dinda membuka pintu kamar mandi perlahan dan munculah kepalanya melihat sekeliling sudah tak ada orang. dia keluar dan segera mengambil bajunya lalu kembali lagi kekamar mandi untuk mengganti bajunya


"manusia es itu kemana, apa aku ditinggalkan sendiri disini" dinda mengoceh sendiri dan melihat ke arah balkon kamar ada seseorang yang sedang menyesap rokok ditangan dan secangkir kopi di meja deka tempatnya duduk


"untung saja tadi tak melihatku menggunakan handuk" dinda bergumam lagi


"pak reza kita mau menginap disini?" reza berbalik dan menatap dinda tajam, dinda merasa ada yang salah apakah bajun yang ia pakai atau riasan wajahnya


"ada yang salah pak?" ucap dinda lagi

__ADS_1


"apa kau benar-benar ingin aku menjadi bapak-bapak yang mengencani  anak kecil hah!" reza kesal sekarang jika dinda memanggilnya dengan kata pak. padahal dari awal memang dinda memanggilnya demikian


"jangan mulai mesum ya! sudah ku bilang jangan macam-macam" ucap dinda


"kalau aku mau memang kenapa? bukan kah kamu suka!" reza menarik dinda agar menemaninya duduk dikursi balkon kamarnya


"tidak, aku hanya bercanda duduklah disini temaniku ngopi. kamu mau pesan makanan atau minuman?" tanya reza


"kau seperti banyak duit saja mengajak menginap dihotel mewah dan kamar yang sangat luas!" ejek dinda


"aku kan bisa meminta mu untuk membayar, bukankah harga kamar disini tak akan menghabiskan tabunganmu?" reza menakuti dinda


"ogah ya, yang pesan kan bukan aku tapi kamu!" dinda menjunjuk wajah reza dan tanganya digidit oleh reza


dinda melupakan ingatan yang membuatnya menangis sesenggukan tadi hanya karena melihat rendang. namun reza tak mau memaksakan dinda untuk bercerita, ia tak mau membuat dinda makin tak nyaman. sudah malam ayo kita tidur


"maksudnya apa!" dinda menutupi dadanya dangan kedua telapak tanganya


"maksudnya ini" reza mendekat dan menyentil kening dinda. dinda mengaduh kesakitan dan reza pun meminta maaf


saat dinda terdiam reza memegang kening dinda, sebuah kecupan mendarat dikening yang tadi kesakitan


"mas!" ucap dinda manis dan malu-malu membuat reza yang hendak membuka pintu berbalik lagi, tak perlu waktu lama reza memegang kepala dinda dan menyambar bi*bir merah dinda. dinda terdiam membuat reza makin berani dengan aksinya itu

__ADS_1


__ADS_2