
sekitar jam sepuluh malam dinda dan reza bergegas berangkat ke bandara untui tujuan keluar kota
setelah berpamitan dinda lebih dulu masuk kedalam mobil dan reza menitipkan sesuatu kepada mertunya
"pi mi kami berangkat dulu, reza titip rumah yang sedang di renovasi supaya pulang dari luar kota sudah bisa diserahkan pada dinda" ucap reza
"kamu tenang saja papi akan handle semua sampai selesai. dinda sudah memberitahukan pada pekerja secara rinci jadi tinggal pengawasanya saja" papi tirta menjelaskan
"kalian hati hati jaga dinda dengan baik ya, mami titip dinda" ucap mami ana sendu
"dinda sekarang tanggung jawab reza mi, jadi mami jangan khawatir reza akan jaga dinda sekuat tenaga reza. kami berangkat dulu" ucap reza masuk kedalam mobil menyusul sang istri
"kok lama ada apa mas?" ucp dinda
"ngga tadi ada mami hanya tanya berapa hari. terus berpesan agar anak manjanya harus melayani suaminya dengan baik!" ucap reza mendapat lirikan sinis dari istrinya
dinda tak kuasa menahan kantuk akhirnya terlelap hingga tiba dibandara. keduanya terbang ke kota D sekitar tiga jam perjalanan
menuju hotel yang telah disiapkan oleh dion asisten dari reza. reza memiliki kamar khusus disetiap hotel yang dimilikinya
dan tak boleh ada yang menempati kamar tersebut kecuali keluarga dan atas izin reza terlebih dahulu
__ADS_1
dion sudah datang lebih dulu karena ada beberapa berkas yang perlu disiapkan. reza menyusul bersama istrinya
"kamar sudah siap pak, saya ada disebelah kamar bapak" ucap dion setelah membukakan pintu kamar milik reza
"kamu sendirian dion?" tanya dinda
"iya bu saya sendiri" ucap dion kesal kenapa bosnya segala tanya padahl sudah tahu biasanya dion selalu sendirian
"sayang kamu meledek dion?" ucap reza padahal dirinya lah yang ingin melakukanya
"engga! bukan itu maksudnya aku pikir ada staf lain gitu yang ikut" ucap dinda menjelaskan agar tak salah faham
"baik kak" ucap dion yang kadang memanggil sepupunya dengan sebutan kak jika tak ada dikantor
"mas ini kan kamar yang dulu kit menginap!" ucap dinda mengingat kejadian dimana ia dilamar dadakan bagaikan tahu bulat oleh sang suami
"iya, masih ingat!" jawab reza datar
"tentu saja akuntak lupa ingatan kan!" dinda kesal
membaringkan badanya dikasur empuk yang membuatnya nyaman. tak menunggu lama dinda langsung terlelap karena waktu menunjukan dini hari
__ADS_1
reza pun melkukan hal yang sama. besok pagi dirinya sudah harus bertemu dengan klien
sudah cukup lama reza meninggalkan pekerjaan hotelnya hanya memantau lewat laporan dion dan beberpa email saja
kali ini reza sudah harus bekerja lagi untul hotelnya sendiri.
waktu berputar begitu cepat tak terasa sang surya sudah menunjukan senyuman cerahnya. letak hotel yang tak jauh dari pantai
sinar matahari mulai masuk.dan memenuhi sisi ruangan dikamar
"mas bangun!" dinda menggerakan tangan reza yng masih tidur terlelap dengan memeluk tubuh dinda
"mas ayo bangun sudah siang, aku lapar!" tak biasanya dinda pagi hari sudah merasa kelaparan seperti orang yang tak makan dua hari
"ini masih pagi sayang!" reza enggan membuka mata rasa kantuk dan lelahnya masih membuatnya nyaman diranjang bersama istrinya
"tapi mas ada jadwal meeting pagi, aku juga lapar banget mas" ucapan dinda membuat seketika kantuk reza hilang
"oke!" tak menunggu lama reza menggendong tubuh istrinya dibawanya kekamar mandi
keduanya mandi bersama dan ada kegiatan lain yang membuat mandinya semakin lama
__ADS_1