
"kak kami berangkat dulu!" ucap nino yang akan menemui ayah jesika yaitu pak alex
"persiapkan semua yang akan dibawa dan jangan lupa siapkan juga keamanan yang berjaga-jaga. saya khawatir tidak berjalan sesuai rencana" ucap reza
"baik kak!" nino keluar ruangan reza dan berangkat ke suatu tempat yang telah ia sepakati untuk pertemuan dengan pak alex
nino dan pak farhan beserta asisten pak farhan membawa dokumen pengalihan pemilik perusahaan yang sebelumnya direbut paksa oleh pak alex karena kesalahan pak farhan sendiri terlalu percaya dengan orang lain
pertemuan dilakukan sekitar satu jam dengan sedikit perdebatan karena tiba-tiba jesika datang untuk ikut campur. namun semua bisa diatasi karena reza juga menyiapkan pengacara beserta bukti kesalahan yang dilakukan oleh jesika
pak alex sedikit kesal pasalnya sudah melarang jesika keluar rumah saat ini. bisa saja berita kejahatan dan kecurangan jesika dapat menghancurkan perusahaan dan juga keluarganya
tapi pak alex juga tetap menyayangi jesika yang sudah dia rawat sejak kecil dan sekarang juga membantunya mengurus bisnisnya
"terima kasih atas kerjasama dan waktunya pak alex" ucap dady farhan menjabat tangan pak alex dengan senyum lega tanpa ada rasa benci meski dirinya pernah ditipu
pak alex adalah sahabat pak farhan selama diluar negeri dan sama-sama berjuang mengembangkan bisnisnya
__ADS_1
"sama-sama, saya mohon maaf atas kekhilafan saya kemarin dan saya harap anda tak membenci saya" ucap pak alex agak canggung pasalnya dia adalah orang yang keras dan sangat angkuh jarang sekali kata maaf keluar dari mulutnya
keduanya berpelukan pak alex menyadari memiliki anak perempuan yang sudah dewasa dan akan memiliki besan
pastinya dia juga menginginkan mendapatkan keluarga yang baik juga untuk anaknya
semua kembali ke kantor masing-masing dengan senyuman lebar yang sulit diartikan
rasa bangga pak farhan terhadap putra sulungnya yang dulu tidak terlalu diperhatikan olehnya. karena jarak yang cukup jauh dan sifat reza yang keras dan kaku
hari ini pak farhan merasakan haru perusahaan miliknya kembali lagi serta sahabatnya juga kembali.
"kita pulang saja beritahukan kabar gembira ini pada mami" pak farhan tak sabar menemui istrinya
kini masa sulitnya akan segera berakhir. nino melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan saling berbincang dengan sang dady
"hai mam, kami berhasil!!" ucap nino setelah sampai dirumahnya langsung memeluk sang ibu yang sedang menyiapkan makan siang
__ADS_1
pelukan nino disambut hangat oleh mami tania,
"syukurlah, mami lega mendengarnya dan ingat semua ini harus menjadi pelajaran buat kita semua. tapi mami juga sedih" mami tania duduk dengan wajah lesunya
"kenapa sayang?" ucap dady farhan kepada istrinya "kamu ngga suka perusahaan kita kembali?"
"bukan itu! setelah semua selesai maka dinda dan reza pasti akam segera pergi dan mami akan kesepian lagi" ucap mami tania melirik putra sulungnya seolah memberikan kode
"ehemmm, nino ganti baju dulu ya mam, dad" nino beranjak dari duduknya ia tau apa yang akan dibahas oleh orang tuanya saat ini kalau dia tak segera pergi
"tuh dad anakmu! kalau bahas jodoh langsung saja kabur" mami tania kesal pada nino dan melampiaskanya pada suaminya
"sudahlah mam, nanti juga dikenalin kalau sudah ketemu sama jodohnya. reza juga dulu begitu kan!" dady farhan meminum kopi yang disiapkan oleh asistennya tadi
"dady ngga pernah berpihak pada mami" mami tania pergi kedapur melanjutkan kegiatan memasaknya untuk makan siang
sedang pak farhan mengecek beberapa dokumen yang tadi telah disepakati oleh kedua belah pihak
__ADS_1
tak lupa pak farhan menghubungi sang besan yng turut serta membantu reza dalam mengambil kembali apa yang menjadi miliknya
lama mengobrol melalui panggilan telfon keduanya pun mengakhirinya