
"kalian istirahatlah dulu nanti makan siang mami bangunkan. kamar reza sudah mami bersihkan tadi" ucap mami tania pada kedua anaknya
"iya mam" jawab dinda singkat
reza mengajak istrinya masuk kekamar miliknya dulu.
"mandi lah dulu biar segar badannya baru tidur" ucap reza pada dinda
"iya mas, aku mandi dulu" ucap dinda membawa bajunnya yang dikeluarkan dari koper miliknya
sedangkan reza menghubungi seseorang untuk meminta laporan hotelnya, vito adalah orang yang dihubungi reza saat ini dan setelah mendapatkan laporan reza merebahkan badannya ke ranjang kamarnya
"mas ayo mandi aku sudah selesai" ucap dinda keluar dari kamar mandi telihat segar dan makin cantik dengan wajah alaminya
"kapan selesai?" tanya reza penasaran tak sabar ingin menyentuh istrinya yang sampai saat ini masih per*wan
"baru juga tiga hari mas, emmm sepertiny satu minggu lagi baru selesai" ucap dinda menahan tawanya menggoda suami perjakanya
"apa! satu minggu lagi?" reza mengacak rambutnya dan masuk ke kamar mandi dengan kesal. rasanya saat ini dia sudah ingin memakan istri cantiknya
"hahahaa" tawa dinda berhasil menjahili suaminya
dinda duduk diranjang sambil mainan ponselnya, ia mengabarkan pada orang tuanya jika keduanya sudah sampai dirumah mertuanya. tak lama reza keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan celana pendek tanpa menggunakan baju
"mas! kenapa ngga pake baju sih" kesal dinda
"memang kenapa! apa kamu tergoda?" goda reza mendekat pada dinda yang sedang duduk diranjangnya
"engga, siapa juga yang tergoda!" elak dinda dan sibuk dengan ponselnya lagi
"benarkah?" tanya reza mendekatkan wajahnya ke wajah dinda
"cup" reza mengecup bibir dinda sekilas dan mendapat lirikan tajam dari dinda, reza malah tertawa lalu melanjutkan aksinya tadi
reza menci*um bibir dinda kembali dan menautkan bibirnya lebih dalam dari sebelumnya. dinda hanya diam saja menikmati apa yang dilakukan suaminya. dinda mulai berani membalas luma*tan suaminya yang semakin panas keduanya saling mencurahkan rasa yang terpendam
suara dering ponsel dinda berbunyi dan ditampilan layar menunjukan mami ana yang sedang memanggil. dinda mendorong badan reza reflek
"halo mi, iya kita baru sampai" jawab dinda
"iya mi nanti dinda sampaikan pesannya sama mami dan dady. bye mami" dinda menutup panggilan video dari mami ana
__ADS_1
reza tak ikut bicara pada mertuanya karena saat ini dirinya tidak mengenakan pakaian lengkap. keduanya canggung saat ini pasalnya tadi keduanya sedang terbakar ga*rah tapi terhenti oleh panggilan mami ana
"mmm mas aku tidur sebentar ya, biar nanti bantuin mami masak buat makan siang" ucap dinda bingung dengan situasi saat ini
"iya tidurlah mas juga akan tidur" ucap reza mengecup kening istrinya
keduanya beristirahat karena lelah perjalanan jauh yang ditempuhnya.
sekitar jam sebelas dinda bangun sebelumnya dia memasang alarm agar tak tidur terlalu lama. saat ini adalah kali pertamanya dinda kerumah mertuanya
dinda mengganti pakaianya sebelum keluar kamarnya. dia meninggalkan suaminya yang masih tidur dengan pulas
"mam mau masak apa?" tanya dinda saat tiba didapur dan menyapa mami tania yang sedang mengeluarkan bahan makanan dari dalam kulkas
"yang mudah saja sayangmami mau masak spageti aja, apa kamu suka?" tanya mamu tania
"iya mam, dinda suka semuanya" dinda tersenyum manis
"baiklah ayo bantu mami rebus pastanya, mami sedang membuat sausnya" mami tania mengarahkan pada dinda
keduanya memasak dan saling bercerita tentang masakan dan juga makanan kesukaan keluarga reza
dinda mendengarkan ucapan mami tania sambil meneruskan memasak.
"mas ayo bangun saatnya makan siang" ucap dinda membangunkan reza, digerak-gerakan lengannya tetap tak bergerak
dinda pun kesal akhirnya memilik ide jahil untuk suaminya
"mas bangun!" dinda memencet hidung mancung milik reza
"mmm sayang kau menggangguku! atau kau sedang menggodaku?" tanya reza saat ini dinda sudah berada diatas tubuh reza yang sedang terbaring di ranjang
dinda tak mengerti maksud reza dan menatap tajam pada suaminya
"menggoda apanya! mas susah sekali bangunya jadi aku hanya memencet hidungmu bukan yang lain" jawab dinda kesal
"lalu kenapa kamu duduk disitu!" tunjuk reza pada dinda yang saat ini duduk diatas perut suaminya
dinda kaget dan hendak beranjak tapi reza menahannya. reza menarik tubuh dinda kedalam pelukanya saat ini
"mau kemana? kau harus tanggung jawab sudah membangunkanku" ucap reza menatap manik mata dinda
__ADS_1
"mau turun mas mami dan dady sudah menunggu kita, ayo cepat turun" ucap dinda berusaha melepaskan diri dari reza
"biarkan saja! mas masih mau seperti ini" reza mengeratkan pelukanya pada dinda dan kembali terpejam
dinda pun menyerah dan mengikuti keinginan suaminya. ada rasa bersalah dihati dinda sampai saat ini keduanya belum melakukan kegiatan suami istri
"reza dinda kalian tak mau makan siang?" tanya mami tania mengetuk pintu kamar anaknya
dinda akan menjawab tapi mulutnya malah dibungkam reza dengan ci*uman. dinda memukul dada suaminya tapi tetap tak bergeming tetap melu*mat bibir dinda
"iya mam sebentar lagi" ucap dinda dengan nafas terengah akibat ulah suaminya
"baiklah mami tunggu ya!" mami tania pun pergi dari depan kamar anaknya
"mas kamu ini keterlaluan! mami dan yang lain sedang menunggu kita, ayo buruan pakai bajumu dan turun" ucap dinda mengomel pada reza
cup
reza kembali mencium pipi dinda dan menuju kopernya yang belum sempat dibereskan. reza mengambil bajunya dan mengajak dind turun untuk makan siang. hati dinda saat ini sedang berbunga-bunga dengan perlakuan manis dari suaminya
meski tak banyak bicara tapi reza memperlakukan dinda dengan romantis dengan caranya sendiri.
"akhirnya pengantin baru sudah bangun" ucap nino menahan lapar karena menunggu kakaknya
"ayo kita makan" ucap dady farhan
semuanya makan siang dengan tenang tanpa suara. setelah selesai makan dinda membantu mami tania untuk membereskan sisa makan siang tadi
meski memiliki pekerja tapi mami tania lebih suka memasak untuk keluarganya sendiri.
tiga pria sedang mengobrol di ruang tv dengan ditemani kopi.
"mulai kapan kamu akan masuk kantor dady re?" tanya dady farhan pada anaknya
"besok pagi dad, siapkan saja semua dokumen dan jangan umumkan apapun sampai reza beritahu dady" ucap reza
"baiklah, datang besok dan bantu kami urus semuanya" ucap dady farhan
"kalau begitu kak reza pakai runganku saja untuk sementara dan aku harus mengurus pekerjaan diluar kota mulai besok" ucap nino memberikan saran
"dady setuju, agar tak terlalu mencolok dengan kehadiranmu dikantor" sahut dady farhan
__ADS_1
"kalau begitu reza akan ikuti, dan kita bahas ini lagi besok saja dikantor. nino sebelum keluar kota besok masuklah dulu ke kantor dady ada yang kakak butuhkan!" ucap reza
ketiganya mengangguk sepakat dengan keputusan bersama dan akan mulai menyelesaikan masalah perusahaan dadynya dengan pelan