
Tadi malam orang tua dinda sudah kembali dari luar negeri tanpa dinda
ketahui. Hari ini dinda bangun pagi seperti biasa saat tak ada orang tuanya. Dinda
menjadi lebih rajin dan bertanggung jawab.
“bik kok masak banyak banget sih, kan Cuma dinda aja yang sarapan” tanya
dinda saat akan sarapan
“tuan dan nyonya sudah pulang non semalam, juga ada den haikal non bersama
tuan semalam”
Ucap bik ani
“benarkah papi mami sudah pulang!” tanya dinda dan mendapat anggukan dari
bik ani
Dinda berlari menuju kamar orang tuanya yang berada dilantai dua namun
jaraknya agak jauh dari kamar dinda, ia mengetuk pintu kamarnya namun tak ada
sahutan lalu dinda menerobos masuk kekamar orang tuanya yang sedang tertidur pulas
dengan saling memeluk
“astaga orang tua ini masih saja terlihat mesra, bisakah aku menemukan
pasangan dan menjadi seperti mereka” ucap dinda dalam hati
Niat hati dinda ingin menjahili orang tuanya namun melihat kedua orang
__ADS_1
tuanya tertidur pulas ia mengurungkan niatnya dan kembali ke meja makan.
“hai dinda” ucap haikal ia adalah anak dari om candra adik dari papi tirta
“hai juga, ngapain balik emang kuliah lo udah selesai?” tanya dinda pada
sepupunya itu
“galak amat din, biasanya lo ramah banget ma gue! Lagi pms ya ?” ledek
haikal yang ikut sarapan bersama dengan dinda
“habis ini anterin gue pulang ya din, gue males bawa mobil” ucap haikal
lagi
“ogah amat, minta anter aja noh sama salah satu supir papi gue aja sekarang
“non dinda sudah siap?” tanya reza yang baru saja datang dan menanyakan kesiapan
dinda karena jam kantor akan segera dimulai
“siapa dia din?” tanya haikal berbisik dan menyenggol lengan dinda
“mau tau aja urusan orang, lo pulang aja sendiri gue mau kerja dulu” ucap
dinda dan berlalu menuju mobilnya
“papi sudah pulang pak, artinya saya bisa bersantaikan mulai hari ini?”
tanya dinda pada reza
“saya tidak tau non” ucap reza singkat membuat dinda kesal
__ADS_1
Sampai dikantor keduanya seperti orang asing yang saling mengenal. Padahal dinda
berharap bisa lebih dekat dengan reza setelah keduanya pergi bersama . namun tetap
saja reza si manusia es sedatar tembok itu pun tak berubah. Hari ini pak tirta
masih belum masuk kerja lagi karena masih ingin beristirahat, tapi dia tak diam
begitu saja karena tetap menerima laporan yang dikirimkan melalui emailnya
Sibuk dengan pekerjaanya membuat dinda melupakan makan siangnya, ia terus
saja berkerja saat merasa perutnya sudah lapar dan hendak diisi bahan bakar. Dinda
melihat jam ditanganya menunjukan jam tiga sore.
“ya ampun sudah sore, aku belum makan” ucap dinda dan tak ada satupun yang
mengajaknya makan siang. Padahal dinda memiliki asisten tapi sepertinya tidak
memperdulikan dinda
Dinda berjalan ke sofa dan dilihatnya di meja tepat didepan sofa itu ada
sebuah box yang ia buka berisi makanan. “siapa
yang menaruh ini” batin dinda hingga dinda tak tau
Dinda mencari nama ataupun note didalamnya agar tau siapa yang menaruhnya tapi
tak ia temukan. Akhirnya dinda yang sudah lapar memutuskan untuk memakan
makanan yang ada ditanganya. Dengan lahap dinda memakannya, ia menjadi orang yang tak pemilih soal makanan.
__ADS_1