Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
sibuk


__ADS_3

Tadi malam orang tua dinda sudah kembali dari luar negeri tanpa dinda


ketahui. Hari ini dinda bangun pagi seperti biasa saat tak ada orang tuanya. Dinda


menjadi lebih rajin dan bertanggung jawab.


“bik kok masak banyak banget sih, kan Cuma dinda aja yang sarapan” tanya


dinda saat akan sarapan


“tuan dan nyonya sudah pulang non semalam, juga ada den haikal non bersama


tuan semalam”


Ucap bik ani


“benarkah papi mami sudah pulang!” tanya dinda dan mendapat anggukan dari


bik ani


Dinda berlari menuju kamar orang tuanya yang berada dilantai dua namun


jaraknya agak jauh dari kamar dinda, ia mengetuk pintu kamarnya namun tak ada


sahutan lalu dinda menerobos masuk kekamar orang tuanya yang sedang tertidur pulas


dengan saling memeluk


“astaga orang tua ini masih saja terlihat mesra, bisakah aku menemukan


pasangan dan menjadi seperti mereka” ucap dinda dalam hati


Niat hati dinda ingin menjahili orang tuanya namun melihat kedua orang

__ADS_1


tuanya tertidur pulas ia mengurungkan niatnya dan kembali ke meja makan.


“hai dinda” ucap haikal ia adalah anak dari om candra adik dari papi tirta


“hai juga, ngapain balik emang kuliah lo udah selesai?” tanya dinda pada


sepupunya itu


“galak amat din, biasanya lo ramah banget ma gue! Lagi pms ya ?” ledek


haikal yang ikut sarapan bersama dengan dinda


“habis ini anterin gue pulang ya din, gue males bawa mobil” ucap haikal


lagi


“ogah amat, minta anter aja noh sama salah satu supir papi gue aja sekarang


“non dinda sudah siap?” tanya reza yang baru saja datang dan menanyakan kesiapan


dinda karena jam kantor akan segera dimulai


“siapa dia din?” tanya haikal  berbisik dan menyenggol lengan dinda


“mau tau aja urusan orang, lo pulang aja sendiri gue mau kerja dulu” ucap


dinda dan berlalu menuju mobilnya


“papi sudah pulang pak, artinya saya bisa bersantaikan mulai hari ini?”


tanya dinda pada reza


“saya tidak tau non” ucap reza singkat membuat dinda kesal

__ADS_1


Sampai dikantor keduanya seperti orang asing yang saling mengenal. Padahal dinda


berharap bisa lebih dekat dengan reza setelah keduanya pergi bersama . namun tetap


saja reza si manusia es sedatar tembok itu pun tak berubah. Hari ini pak tirta


masih belum masuk kerja lagi karena masih ingin beristirahat, tapi dia tak diam


begitu saja karena tetap menerima laporan yang dikirimkan melalui emailnya


Sibuk dengan pekerjaanya membuat dinda melupakan makan siangnya, ia terus


saja berkerja saat merasa perutnya sudah lapar dan hendak diisi bahan bakar. Dinda


melihat jam ditanganya menunjukan jam tiga sore.


“ya ampun sudah sore, aku belum makan” ucap dinda dan tak ada satupun yang


mengajaknya makan siang. Padahal dinda memiliki asisten tapi sepertinya tidak


memperdulikan dinda


Dinda berjalan ke sofa dan dilihatnya di meja tepat didepan sofa itu ada


sebuah box yang ia buka berisi makanan. “siapa


yang menaruh ini” batin dinda hingga dinda tak tau


Dinda mencari nama ataupun note didalamnya agar tau siapa yang menaruhnya tapi


tak ia temukan. Akhirnya dinda yang sudah lapar memutuskan untuk memakan


makanan yang ada ditanganya. Dengan lahap dinda memakannya, ia  menjadi orang yang tak pemilih soal makanan.

__ADS_1


__ADS_2