Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
Menyiapkan kejutan


__ADS_3

"sayang! " mami tania masuk ke dalam apartemen reza setelah dibukakan pintu oleh reza, dia masuk begitu saja dan mencari menantu kesayanganya itu


"mam!" reza kesal kenapa maminya datang disaat yang tak tepat


"dinda sayang ayo sini mami bawakan makanan, kasihan sekali mantu mami jam segini belum makan" mami tania duduk di meja makan anaknya


dinda keluar dari kamar setelah mengenakan kembali bajunya. melihat reza duduk dengan wajah cemberut menemani maminya menata makanan di meja


"mami kenapa kesini?" tanya reza datar


"mas kok gitu bilangnya! ini kan rumah anaknya" jawab dinda mendekati suami dan mertuanya


"iya re kamu ngga seneng banget kayaknya mami kesini, kalian kan baru pindah pasti lelah dan tak sempat memasak! jadi mami bawakan makanan yang mateng dan bahan makanan untuk dimasak"


ucap mami tania menjelaskan barang-barang yang dibawanya tadi saat datang


"terima kasih ya mam" dinda memeluk mertuanya itu


"sama-sama sayang, ayo makan bersama dady kalian ada pekerjaan diluar kota jadi mami kesini saja. bolehkan mami menginap disini" tanya mami tania pada dinda


"tentu saja mi, mami mau tidur sama dinda juga boleh" dinda melirik ke suaminya


"ehemmm, kamu mau ninggalin suami kamu tidur sendirian din!" reza makin kesal dengan kedua wanita didepanya saat ini


"sudah-sudah ayo makan keburu dingin makananya, dinda malam ini mami bajak dulu" ucap mami tania tegas


ketiganya makan malam dan ada kurir pengantar makanan yang baru datang, karena waktu semakin malam semuanya masuk kedalam kamarnya masing-masing, dinda sudah ditarik mertuanya ke kamar tamu


reza masuk kekamarnya dengan malas, ia mengacak-ngacak rambuutnya kesal


"din apa kalian berdua sudah? " tanya mami tania menyatukan kedua tangannya memberikan kode pada dinda


"kenapa mami bilang begitu?" tanya dinda dengan wajah malu itu hampir saja terjadi jika maminya tak datang


"engga, ya sudah ayo kita tidur" mami tania tersenyum menyeringai penuh arti


saat tengah malam mami tania terbangun untuk mengambil minum di dapur. dia melihat reza sedang duduk dibalkon sambil merokok santai


"kamu ngga tidur re, ini sudah tengah malam?" tanya mami tania menghampiri anaknya


"belum mengantuk mam, sebentar lagi" tanya reza datar menatap langit malam


"bawalah dinda, sepertinya tidurnya juga gelisah tanpamu!" mami tanian melangkahkan kakinya kembali ke kamarnya


tak menunggu lama reza mengetuk pintu kamar maminya dan melihat dinda tertidur lelap, diangkat badanya dan digendong dibawa masuk ke kamar keduanya. mami tania pun tersenyum dia sadar keduanya masih pengantin baru

__ADS_1


Pagi hari dinda bangun sekitar jam lima dirasakan badanya terasa berat, dilihatnya lagi ternyata tangan besar suaminya berada diperutnya memeluk erat tubuhnya hingga sulit untuk digerakan


"kenapa aku pindah kesini, apa aku tidur berjalan semalam" dinda bergumam


dilepaskannya tangan reza perlahan agar tak terbangun dan dipandangi wajah tampanya oleh dinda



"kenapa dia sangat tampan saat tidur begini" dinda bergumam lagi dan menatap wajah suaminya  mengusapnya dan mencium pipinya. dinda beranjak kekamar mandi kemudian keluar kamarnya menyiapkan sarapan


reza tersenyum merasakan sentuhan yang pertama kali dilakukan istrintya, ia pura-pura masih tidur agar istrinya tak malu


"kok mami sudah bangun, maaf ya dinda telat" ucap dinda merasa tak enak


"tak apa sayang, mami hanya terbangun lebih awal tadi gimana tidurnya nyenyak dirumah baru?" tanya mami tania tak mau membahas mantunya pindah kamar


"iya mam nyaman" dinda dengan cekatan membantu sang mertua menyiapkan sarapan


"maaf ya mami menganggu kalian! mami pulang dulu dady sudah menunggu dibawah dan tak sempat mampir karena buru-buru lain kali kami datang lagi, pamitkan pada reza ya" ucap mami tania berpamitan


"oh iya besok adalah ulang tahun reza kalian mau buat acara atau seperti apa, mami tunggu kabarnya ya sayang" ucap mami tania sebelum pergi


"iya mam, nanti dinda sampaikan pada mas reza mami pulang. dan juga terima kasih informasi pentingnya" dinda mencium pipi mertuanya dan mengantarkan sampai depan pintu


saat masuk ke kamar dinda tak menemukan reza ditempat tidur ia mencaarinya dan mendengar suara gemercikan air dari dalam kamar mandi.


reza keluar kamar mandi dan tersenyum semua perlengkapan untunya bekerja disiapkan dinda, mungkin saja istrinya lupa jika hari ini adalah hari libur. reza mengembalikan bajunya kedalam lemari dan mengganti bajunya dengan pakaian santai lalu keluar kamarnya menuju dapur


"kamu mau mas kerja terus tanpa libur hmm?" reza duduk disofa dan menarik tangan istrinya untuk duduk dipangkuanya


"ahh iya maaf mas aku lupa! oh iya mami tadi pamit pulang karena ada keperluan dengan dady" dinda menyampaikan pesan maminya dan masih duduk nyaman dipangkuan reza


"ayo sarapan nanti dingin makanannya" ucap dinda mengajak suaminya sarapan namun ada panggilan masuk dari ponsel reza


"tolong ambilkan ponsel mas din" ucap reza tanganya tak bisa menggapai ponsel di meja


"halo dad, baiklah reza kesana sekarang" ucap reza mengangkat panggilan telfon dari dadynya


"sayang maaf mas harus pergi sebentar, kamu ngga apa-apa kan sendirian atau mau mas antar kerumah mami?" ucap reza tak tega istrinya sendirian tapi ada masalah penting di kantor


"aku disini saja mas, ada yang perlu dibereskan juga" jawab dinda


reza mengcup bibir istrinya dan mengambil jaket serta kunci mobilnya" jangan kemana-mana sendirian, kalau butuh sesuatu telfon mas atau pesan online saja. mas pegi dulu!" reza memeluk istrinya dan keluar dari apartemennya


dinda menghubungi mami ana saat ini " halo mi dinda kangen!" ucap dinda sendu

__ADS_1


"kamu kenapa sayang?" tanya mami ana


"dinda hanya kangen mami dan papi saja, mulai hari ini kami tinggal di apartemen mi" jawab dinda tak mau orang tuanya khawatir


"ohh begitu, kami ada rencana kesana tapi menunggu papimu menyelesaikan pekerjaannya dulu, jangan sedih ya mami ikut sedih melihatnya" mami ana yang kini sendu


"ngga mi, dinda bahagia disini" ucap dinda tersenyum merekah


"tentu saja bahagia mendapatkan suami tampan dan mapan" sahut mami ana


dinda tertawa dengan ucapan maminya yang seakan membanggakan menantunya itu. keduanya asik bercerita dan memakan waktu yang cukup lama, setelahnya dinda mengakhiri panggilannya dan meminta bantuan mami tania untuk persiapan kejutan buat reza


dinda masih baru ditempat ini dan juga pertama kali baginya membuat kejutan untuk suaminya. setelah mendapat rekomendasi kue dan perlengkapan kejutan lainya dinda mulai menyiapkannya


kebetulan reza mengabarkan jika akan pulang larut karena pekerjaanya diluar kantor dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuknya selesai, dinda justru senang saat reza pulang tengah malam nanti tepat dengan pergantian hari dan tepat dengan hari ulang tahunnya


ditempat lain


"ada perlu apa!" reza duduk disebuah restoran bersama asisten dan juga seorang wanita yang cukup cantik


"bisakah kita mengobrol berdua saja?" wanita tersebut meminta asisten reza pergi dan reza memberikan kode pada asistenya untuk menyingkir sebentar


"cepat katakan saya tak punya banyak waktu!" reza bersikap dingin dan juga tegas dadynya meminta reza menemui jesika yang menghubunginya untuk membahas perusahaanya


"tenang dulu sayang, jangan buru-buru! bukankah kita akan segera menikah ?" ucap jesika yang sebenarnya sudah tau jika reza memiliki istri tapi dia tak peduli apapun selama yang dia inginkan akan didapatkan


"kapan saya bilang akan menikahimu!" ucap reza makin kesal


"bukankah perjanjianya sudah dibuat oleh dadymu, apa kau sudah ada yang lain" jesika seakan menegaskan pada reza


"bukan urusanmu! urusan kita hanya masalah bisnis saja dan tak perlu mencampur adukan masalah pribadi" reza tak mau menjawab karena takut dinda dalam bahaya


"semua yang berurusan denganmu tentu saja akan menjadi urusanku, terlebih jika itu menghalangi pernikahan kita berdua" ucap jesika


"saya sibuk, kalau tidak ada yang lain kita hanya akan bertemu dipengadilan saja, jangan usik hidup keluarga saya jika tak mau menyesal" reza beranjak pergi dari restoran pertemuanya dengan jesika


reza menuju kantornya yang sudah ditunggu oleh dadynya untuk mencari cara bagaimana mengambil kembali perusahaan dadynya tanpa melibatkan urusan pribadi, reza kesal karena ternyata dadynya sudah menandatangani perjanjian agar reza menikahi jesika


namun tetap saja reza harus membantu orang tuanya agar keluar dari masalahnya. reza menghubungi dinda yang berada diapartemen sendirian saat ini, sedikit khawatir jika sampai jesika mengetahui tempat tinggalnya


"ini sudah jam 12 re, kasihan istrimu sendirian dirumah pulang lah besok kita kerjakan ini lagi" ucap dady farhan


"iya dad" reza melihat jam ditanganya dan beranjak dari meja kerjanya menuju pulang ke apartemen tempat tinggalnya saat ini


sekitar satu jam perjalanan reza sampai diapartemenya ruangan yang nampak gelap dan sepi ia mengira dinda pasti sudah tidur terlelap karena ini sudah sangat malam.

__ADS_1


reza menghidupkan lampunya dan terkejut melihat sebuah kue ulang tahun dan beberapa dekorasi simpel yuang dibuat dinda.


"kenapa tidur disini" reza bergumam senang dengan kejutan yang didapatkan dari istrinya itu meski dinda tertidur tapi reza memaklumi, dinda yang tertidur disofa saat menunggu suaminya pulang dan tak sadar reza pulang karena sudah sangat pulas


__ADS_2