
setelah mendapat kabar dari reza dinda kemudian mengatakanya pada mami ana dan papinya, keduanya menyambut dengan senang kedatangan orang tua reza
papi tirta meminta pekerjanya untuk mengatur tempat dirumahnya agar lebih nyaman, sedangkan mami ana dan dinda mengurus keperluan untuk sajian. semua makanan dipesan dari luar karena waktu yang mendesak tidak sempat lagi jika harus memasak.
"jam berapa sayang calon mertuamu akan datang?" tanya mami ana disela sela kegiatanya
"kurang tau mi hanya mengabarkan jika akan datang malam ini" ucap dinda
"ya sudah ayo segera bersiap dan bilang pada reza datang sebelum makan malam" ucap mami ana
"iya mi, itu tukang rias mami sudah datang" ucap dinda
maminya yang sangat bersemangat hingga menyewa mua terkenal untuk meriasnya. ini adalah pertemuan yang dinantikan mami ana, karena dinda dan reza akan menikah dalam waktu dekat jadi pestanya akan dilangsungkan untuk pernikahan saja
setelah selesai dengan urusan makanan dinda dan mami ana bersiap dengan memasuki kamar masing-masing. karena waktunya yang tak memungkinkan untuk beli dinda memakai baju yang ada dilemarinya. yang belum pernah ia pakai sebelumnya
waktu sudah menujukan jam tujuh malam dan suara mobil berdatangan dihalaman rumah dinda, reza membawa mobil sendiri dan orang tuanya juga membawa mobilnya
"dinda reza sudah datang ayo sambut calon menantu mami" ucap mami ana dengan penampilan cetar membahana tak mau kalah dengan sang anak
"mami cantik sekali! papi pasti makin cinta" dinda menggoda maminya
__ADS_1
"dasar anak nakal, sana sambut mertuamu!" mami ana malu karena terlalu bersemangat
dinda keluar rumah dan menyambut kedatangan reza beserta calon mertuanya
"selamat datang, silahkan masuk" dinda memberi salam pada kedua orang tua reza dan mempersilahkan tamunya masuk
"hai kakak ipar, kenalkan aku nino adik kesayangan kakak ku!" ucap nino mengulurkan tanganya
"hai juga senang bertemu denganmu, adik ipar" dinda juga mengulurkan tangannya pada nino tapi ditarik oleh reza yang menggenggamnya
keduanya tertawa melihat sikap reza yang posesif. dan menuntum dinda untuk ikut masuk kedalam rumah tanpa mengatakan apapun
reza merasakan gugup ini pertama kalinya kedua keluarganya bertemu, reza takut ada hal yang tidak diinginkan
"mari silahkan masuk, silahkan duduk" ucap mami ana pada calon besannya
semuanya duduk ditempat yang telah dipersiapkan. dan semuanya mengikuti arahan tuan rumahnya
para pekerja dirumah dinda menyiapkan hidangan dimeja tamu dimana para keluarga berkumpul
__ADS_1
"maaf apa kamu kirana?" tanya mami tania
"apa anda mengenal saya?" tanya mami ana penasaran
"kau sungguh lupa, aku tania adik mantanmu! ups " mami tania keceplosan
"ahhh sungguh?" ucapan mami ana mendapat lirikan dari suaminya "iya aku ingat kita bahas ini lagi nanti setelah acaranya selesai" bisik mami ana lagi dan diiyakan oleh mami tania
"mohon maaf kami baru bisa datang kesini sekarang, karena acara lamaran reza cukup mendadak tapi kami bahagia akhirnya anak sulung kami laku juga" ucap dady farhan membuka obrolan
"tidak usah terlalu formal pak, kami juga senang anak kami satu-satunya ada yang mau menikahinya" jawab pak tirta mendapatkan lirikan dari dinda
reza pun melirik dinda, dan mendapatkan plototan dari dinda karena senyum reza saat ini mengejeknya
"kita sebagai orang tua hanya mendukung dan merestui saja sisanya biar anak-anak saj yang mengurus, bukankah begitu jeng tania" ucap mami ana
"benar jeng, anak kita sudah dewasa dan bisa memilih mana yang baik untuk mereka. tapi akhirnya saya lega jika pilihan anak kami adalah anak dari jeng ana" ucap mami tania mewakilkan
"kamu cantik sekali sayang, pasti cucu kami nanti akan cantik dan tampan! bukankah begitu jeng" ucap mami tania lagi
__ADS_1
lama berbincang-bincang acara dilanjutkan dengan makan malam bersama. acara malam ini hanya perkenalan saja sebelum pernikahan anak keduanya