Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
hujan tanpa mendung


__ADS_3

perkenalan dinda telah selesai semua pekerja kembali pada tugasnya masing-masing. dinda diajak berkeliling lokasi dan mendengarkan penjelasan secara detail dari reza yang juga para staf lain yang berkaitan. waktu makan siang tiba dan pak tirta harus pulang lebih dulu bersama supir yang menjemputnya.


"dinda lanjutkan pekerjaan papi, dan reza kamu dampingi dan jaga dinda dengan baik! " ucap pak tirta sebelum menaiki mobilnya dan dengan pelan mobil melaju perlahan meninggalkan lokasi proyek yang sedang dibangun


"mau makan apa non?" tanya reza yang kembali profesional saat ditempat kerja


"apa aja segala nanya lagi, aku kan ngga pernah minta makanan khusus untukku" ucap dinda menyibikan bibirnya


"kalau nasi padang kamu mau?" tanya reza mengetes dinda


"itu masih jenis makanan manusia bukan?, tentu saja aku mau"  jawab dinda mode juteknya mulai kembali


"baiklah kalau nasi padang lebih nikmat makan ditempatnya langsung, ayo kita kesana" ajaka reza yang berani menarik dinda saat papinya sudah pergi

__ADS_1


"pelan-pelan dong jalanya, sudah tau ini susah" dinda menujuk sepatu heelnya yang cukup tinggi. ia tak tau jika akan ikut kelokasi proyek tadi


"kenapa ngga bilang sih kalau mau ke lokasi seperti ini, aku kan bisa bersiap-siap dengan pakaian yang sesuai" ucap dinda lagi


"mau digendong?" ucap reza datar


"pertanyaan macam apa idatar begitu?"


"nona manis maukah saya gendong?" ucap reza menarik nafasnya jika sedang berhadapan dengan dinda


keduanya makan dengan saling memandang, tak seperti biasanya yang makan dengan lahap ini dinda makan dengan sangat pelan dan terlihat kalem.


"kenapa, apa tidak suka?" bisik reza takut pemilik restoranya dengar

__ADS_1


"suka! ini sangat enak" tiba-tiba dinda meneteskan air matanya tanpa sengaja. ia langsung menyeka air matanya yang hendak jatuh lagi


reza tak mau bertanya banyak, ia langsung membayar makananya dan menarik dinda kedalam mobil. dan sialnya diluar hujan ia tak membawa payung. reza melepaskan jasnya dan memayungi keduanya masuk kedalam mobil yang diparkir cukup jauh dari pintu keluar restoran


"ayo masuk"  ucap reza setelah membukakan pintu mobilnya dan memutar untuk masuk kedalam kursi kemudi.


hujan semakin deras membasahi tanah sambaran petir pun saling bersahutan.


"jalanan gelap din, bolehkan kita berhenti dihotel dulu saja . tenang saja aku ngga akan macam-macam kok hanya sampai hujan reda kita baru bisa pulang" ucap reza yang memiliki salah satu cabang hotel dikota tersebut


"iya" jawaban singkat dinda yang masih melamun dan tak tau kenapa bayangan masalalunya begitu saja terlintas saat melihat rendang direstoran tadi


"kamu kenapa din" tanya reza yang mendapatkan jawaban. keduanya berhenti dan masuk dalam sebuah hotel

__ADS_1


"selamat sore pak" sapa karyawan yang mengenal reza karena sebulan sekali reza mengunjungi hotel milik peninggalan ibunya itu. untuk sekedar mengecek pelayanan atau meminta laporan bulanan saja


"siapkan kamar khususku sekarang!" ucap reza pada resepsionis yang dengan cepat menghubungi bagian house keeping untuk memastikan kamar pemiliknya tidak di komplain nantinya


__ADS_2