
dinda kembali ke kamarnya bersama reza diapartemen yang baru saja keduanya tempati.
"mas bangun! sudah siang nih, nanti telat ke kantor" dinda menggoyang-goyangngkan lengan suaminya, bukanya merasa terganggu oleh dinda malah membuat reza makin pulas dalam tidurnya
"mas! ayo bangun, aku udah siapin sarapan nanti dingin ngga enak loh" dinda mulai penasaran suaminya tak menghiraukannya sama sekali. ide jahilnya pun muncul
"emmm sepertinya joging enak deh, pasti banyak pria tampan juga disekitar sini" dinda melirik suaminya yang tiba-tiba bangun dari tidurnya dengan mata menatap dinda tajam
"ngga ada yang lebih tampan dari pada suamimu disini, kalau kamu mau tahu!" reza mendekati dinda dan menariknya kembali ke ranjang keduanya
"benarkah, boleh dong lain kali aku cek!" dinda senang kejahilannya dapat membangunkan reza dan membuat suaminya kesal karena cemburu. hal yang sangat jarang ditunjukan suami datarnya ini
"jangan macam-macam disini dinda, bahaya kenal sembarangan orang! lagian masih kurang apa tiap hari liat pria paling tampan dimuka bumi ini" reza merebahkan tubuh dinda agar bersandar ditubuhnya
"dihh,, narsis banget! ya udah sana mandi! aku siapain baju kerja mas dulu" dinda hendak beranjak karena waktu sudah semakin siang tapi reza tak mau melepaskan pelukannya pada badan dinda
"aku mau libur hari ini! sejak datang kita belum jalan-jalan dan menikmati honeymoon kita" reza mengecup kening dinda lembut
__ADS_1
"tapi kan perusahaan dady sedang dalam masalah mas,, masa kita malah enak-enakan disini!" dinda tak mau suaminy lalai dengan pekerjaanya tapi lain hal dengan yang dipikirkan suaminya
"yang enak itu apa sayang" reza menahan senyumnya saat menggoda dinda, saat dilirik wajahnya langsung berubah memerah. ia tahu istrinya pasti sedang malu memikirkan kejadian panas yang membuat gempa lokal
"emm,, emm" dinda gugup dan terbata-bata mau menjawab pertanyaan suaminya yang membuat jantungnya berdegup kencang menginggat betapa reza membuatnya hilang kendali
cup, reza mengecup bibir istrinya dan tersenyum menatapnya
"kenapa sayang? kamu sakit kok mukamu merah begitu" reza makin membuat dinda salah tingkah
"ngga kok, aku ngga kenapa-napa! udah ahhh jangan bahas yang aneh-aneh, aku lapar mau sarapan" dinda segera beranjak dari ranjangnya dan berlari ke dapur untuk minum
sementara reza dengan senyum senang menuju kamar mandi dan menyelesaikan kegiatanya dikamar mandi, tak lama ia keluar kamar dengan kaos hitam dan celana pendek selutut berwarna coklat menghampiri istrinya yang sedang menonton tv diruang keluarga
"dad, hari ini reza cuti karena ada kerjaan dirumah ngga bisa ditinggal" reza mengirimkan pesan singkat pada dadynya dan dibalas oleh dady farhan. yang mengiyakan keinginan anaknya yang juga baru menikah jadi wajar ingin menghabiskan waktu bersama pasanganya
"yuk sarapan sayang!" reza mengajak dinda yang fokus dengan acara di tv yang ditontonya
__ADS_1
"iya mas, sebentar ku hangatin dulu!" dinda menuju meja makan dan mengambil dua piring nasi goreng untuk dipanasin lagi
reza duduk menunggu istrinya sambil mengecek ponselnya yang mendapat banyak pesan dan laporan dari asistenya di negara I.
"mas!" dinda menyerahkan piring untuk reza dan juga menyiapakan air minum. meski anak orang kaya dinda selalu diajarkan untuk melayani suaminya
"iya sayang, maaf sebentar ya!" sesaat kemudian reza meletakan ponselnya dan melihat makanan yang tersaji dihadapanya. makanan pertama kali yang dibuatkan oleh dinda selama ia menikah
senyum yang merekah reza menyendokan makanan kedalam.mulutnya "makasih ya sayang, makananya enak banget apalagi yang buat orang tersayang" reza terus menyendokan nasi goreng kemulutnya hingga tak bersisa dipiringnya
dinda melihatnya sangat senang makanan yang dia buat dimakn dengan lahap oleh suaminya.
"iya mas, sama-sama aku seneng kalau mas suka sam masakan aku" dinda pun menghabiskan makananya dan membereskan sisa makanannya
"mas mau ngopi atau susu?" dinda tahu biasanya lelaki suka ngopi setelah makan
"mas biasa habis makan ngopi sih, tapi kalau ditawarin susu sepertinya lebih menarik" reza mengedipkan sebelah matanya pada dinda
__ADS_1
"mas reza!" dinda melempar tisu pada suaminya yang sangat aneh hari ini
"iya sayang, mau nyu*suin sekarang?" reza tertawa melihat istrinya mulai mode jutek