Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
gangguan


__ADS_3

tak ada yang terjadi dengan kedua sejoli yang sednag menahan sesuatu yang tertunda karena panggilan dari bik darmi dari luar kamar. dinda segera membilas badannya yang penuh busa sabun dan juga shampo


"mas biar aku keluar dulu" mau tak mau reza meleepaskan istrinya dengan kesal ada saja yang menggangu momen yang datang dengan sendirinya


"ada apa bik?" tanya dinda saat sudah membuka pintu kamarnya


"ini non maaf mengganggu, dari tadi pinsel non dinda bunyi dalam tas dibawah takut ada yang penting" bik darmi canggung melihat reza yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat keadaan dinda saat ini sepertinya keduanya sedang me time dan waktunya tidak tepat untuk bik darmi datang


"ngga apa-apa bik, dinda sudah selesai kok mandinya" ucap dinda melirik reza kenapa harus keluar dari kamar mandi saat i ni juga


"saya permisi non" bik darmi kabur tak mau dalam situasi saat ini


"kenapa sayang?" reza menghampiri dinda setelah mengenakan baju kasualnya


"ini ada yang telfon, tas aku ketinggalan dibawah tadi" ucap dinda duduk disofa yang ada didalam kamar keduanya dan mengecek ponselnya

__ADS_1


"ya ampun mami ana telfon banyak banget ada yang penting apa ya" dinda menggumam sambil menekan nomor ponsel maminya


"halo mi, ada apa tadi dinda lagi mandi ponsel ketinggalan dibawah" ucap dinda


"iya sayang, ngga apa-apa mami hanya kangen" mami ana mengubah panggilan telfonnya menjadi video call


dinda yang tak menyadari dirinya hanya mengenakan handuk yang belum sempat ganti baju dari tadi


"mami ganggu kalian ya?" tanya mami ana melihat dinda dan juga reza yang tidur dipangkuan istrinya sambil bermain ponselnya juga


"ngga mi, kita lagi nyaantai kok ngga lagi ngapa-ngapain"


dan saat ini dinda belum mengenakan baju saat buru-buru menghubungi maminya


"ya sudah kalian lanjutkan saja buat cucu untuk mami" panggilan video pun dimatikan

__ADS_1


"mas!!!! semua ini gara-gara mas, aku malu sama mami dan bik darmi" dinda frustasi dan malu saat ini


"kenapa sih din, orang bagus itu tanda sayang dari suamimu lagian mami dan bik darmi juga pernah muda" santai saja jawaban reza tak memikirkan malunya dinda


"tunggu dulu, berarti sekarang udah bisa kan ya?" kedipan mata reza mengisyaratkan sesuatu


"aku mau ganti baju dulu, nanti masuk angin" menghindari suami yang mesum disore hari


"tunggu sayang!" reza mengangkat tubuh dinda dan merebahkannya diranjang tanpa menunggu lama serangan pun dilakukan tapi nasib baik belum berpihak pada reza. saat dinda sudah siap dan pasrah ada saja yang membuatnya kesal dan tak bisa menyalurkan hasratnya


ponsel reza berdering terus menerus hingga membuiat keduanya harus menghentikan  aktifitasnya saat ini, dino asisten reza menghubungi karena akan ada rapat penting yang harus reza ikuti dan sat ini dion memberikan berkas untuk segera dibaca oleh reza


"ayo temani mas rapat, kamu cukup bantu siapakan dokumen dan berada disamping mas" reza menarik tangan dinda menuju ruang kerjanya


"aku ganti baju dulu mas, kamu mau sedekah sama karyawanmu!" dinda menginggatkan reza yang seolah tak mau lepas dari istrinya

__ADS_1


"enak saja! akan ku buat buta orang yang berani menatapmu" ucap reza


"duluan saja, nanti aku menysul dan membawakanmu kopi" ucap dinda tak mau diganggu saat mengenakan bajunya


__ADS_2