
Saat tiba dikamar reza yang sangat luas memang disiapkan untuknya ketika lembur dikantor agar tak lelah dengan jarak rumahnya yang cukup jauh semasa reza belum memiliki pasangan
"mas atau kamu yang mandi duluan?" tanya reza saat keduanya masuk kedalam kamar
"mas aja duluan, aku siapin baju dulu!" tegas dinda
"oke!" reza mengacungkan jempolnya beranjak ke kamar mandi dengan wajah senang berbunga bunga
suara siulan dan nyanyian sampai terdengar dari luar kamar mandi, dinda tersenyum merekah membayangkan suaminya sedang apa saat ini dikamar mandi
"astaga, apa yang aku pikirkan" dinda menepuk jidatnya kesal dengan pikiran yang penuh dengan khayalan dewasa
"kenapa sayang?" reza yang baru keluar dari kamar mandi melihat dinda menepuk dahinya agak keras kini sedang penasaran " apa ada yang terlupakan!" tegas reza sambil mengusap rambut basahnya
dengan hanya menggukan handuk sampai dipinggangnya membuat wajah dinda memerah dan memalingkannya dari pandangan reza
"engga mas, ehh iya kayaknya bajuku ketinggalan dimobil deh" jawab dinda asal takut ketahuan seperti apa wajahnya saat ini
"mau mas ambilkan sekarang? atau mau pakai baju mas dilemari banyak kaos yang masih baru" tawar reza
belum menyadari istrinya sedang beralasan
"boleh mas, ini baju mas aku mandi dulu ya" dinda masih menghindar dari tatapan reza
reza yang tak curiga hanya bertingkah biasa saja, mengganti pakaiannya dan menyiapkan baju untuk istrinya yang juga melupakannya
__ADS_1
entah apa yang dipikrkan dinda
"sayang bajunya mau diantar apa ganti disini saja?' tanya reza membawakan baju untuk dinda
"iya mas biarkan diluar saja, nanti aku ganti diluar" jawab dinda yang sedang asik dengan berendam menikmati aroma harum dari busa sabun yang dipakainya
beberapa saat dinda keluar dengan menggunakan handuk kimononya. melihat sekeliling tak ada orang didalam kamar dimana suaminya saat ini batinnya
namun dinda tak ambil pusing justru membuatnya tenang untuk berganti baju
"mas!" teriak dinda terkejut
"iya sayang, kenapa kaget begitu hmm?" reza tiba tiba muncul entah dari mana dan memeluk dinda yang sedang merias wajahnya
"hahahhaa, emang kamu tega pukul wajah tampan suamimu ini!" reza menggoda
"mulai narsisnya" dinda beranjak dari meja riasnya melangkah menuju balkon malam yang masih belum larut membuat keduanya enggan untuk tidur lebih awal
dinda berdiri didekat pagar pembatas diikuti oleh reza yang menghampiri dan memeluk istrinya dari belakang, wangi rambut semerbak menusuk kedalam penciuman reza menenangkan hatinya
"sayang" ucap reza
"iya mas?" dinda membalikan badannya memberanikan diri menghadap suaminya yang sedang intens menatapnya saat ini
tanpa banyak kata reza memegang tengkuk dinda, mendekatkan kedua tubuh pasangan serasi itu
__ADS_1
dinda hanya diam mengikuti apa yang diinginkan suaminya. mungkin ini sudah waktunya sekian lama reza bersabar menunggu dan tak pernah sedikitpun mengeluh
reza mendekatkan wajahnya dip*gutnya bibir manis dinda yang begitu merona dengan polesan lipstik. reza memperdalam lum*atan bibirnya dan kini ada yang bergejolak seolah sudah tak sabar untuk menunggu
reza melepaskan wajah dinda saat keduanya mulai kehabisan nafas. " boleh sayang?" tanya reza dengan suara parau
dinda mengangguk dan tersenyum menyambut ajakan ibadah suaminya. reza segera menggendong tubuh dinda dan membawanya masuk dan membaringkan dinda diranjang yang telah disiapkan untuk pertempuran yang sekian lama dinantikan oleh keduanya setelah peristiwa sedih yang terjadi
dinda yang mengetahui niat reza membawanya kehotel malam ini pun mempersiapkan diri dengan baik. mulai dari mandi dan tak menggunakan pakaian dalam
reza tersenyum senang dan tak menunggu lama keduanya hanyut dalam pertempuran panas diatas ranjang. tak cukup sekali bak pengantin baru keduanya meneruskan pertempuranya hingga dini hari. dinginya malam tak menjadi penghalang malah semakin membuat ruang kamarnya panas terbakar oleh perbuatan keduanya
saat mata sudah tak bisa diajak kompromi reza dan dinda memutuskan untuk menyudahi kegiatan olahraga ranjangnya dan segera terlelap karena kehabisan tenaga
satu selimut berdua dengan posisi tubuh keduanya tanpa sehelai benang. reza memeluk dinda hangat hingga mentari pagi menyambut
tok..tok...tok
sayup sayup terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar reza
"sayang ada orang diluar" ucap dinda yang mendengar suara ketukan
"akan ku pecat orang yang mengganggu pagi indahku" ucap reza mengumpat sambil mencari pakaianya yang terpencar tak tahu dimana
"siapa!" ucap reza kesal membuka pintu kamarnya
__ADS_1