
"din, mulai besok ada yang bantuin kamu beresin urusan rumah ya, jadi kamu ngga terlalu capek!" ucap reza saat dinda selesai dengan kegiatan membereskan sisa makan keduanya tadi
dinda duduk disamping suaminya dan membawakan secangkir kopi yang baru saja ia buatkan untuk reza " iya mas, aku kan udah bilang ngga pake art juga ngga masalah, jadi aku ngga terlalu bosan karena hanya berdiam diri aja" dinda menyerahkan kopi pada reza dan diambut dengan senyuman penuh kasih
"terima kasih sayang" reza meletakan cangkirnya setelah meminumnya sedikit karena masih terasa sangat panas, tak lupa kecupan keccil di pipi dinda dari sang suami
"hari ini kamu mau kemana, mas siapakan waktu seharian untuk menemani istri tercantik ini" reza menatap wajah cantik dinda entah mengapa reza merasakn cinta yang belum pernah ia rasakan sampai saat ini, bahkan dulu ia pernah mencintai seseorang namun ini sangat berbeda,
"aku lelah mas, mau dirumah saja" dinda menyandarkan kepaalanya dibahu reza dengan manja. dismabut dengan usapan halus tangan kekar yang merangkul dinda
"habis ngapain capek?" tanya seseorang yang baru saja datang dari arah ruang tamu
"mami! " dinda langsung beranjak dari duduknya mengahampiri beberapa orang yang baru saja datang
reza memang belum mengganti pasword apartemennya, sehingga mami tania bisa membuka pintunya
dinda berlarian bak anak kecil yang mendapatkan permen, melihat orang tuanya yang datang bersama mertuanya tanpa memberi kabar.
"dinda hati-hati!" reza mengejar dan memegangi tangan istrinya agar tak terjatuh
__ADS_1
"aduh mantu mami so sweet banget deh, ya kan pi?" ucap mami ana bahagia melihat pasangan pengantin baru
papi tirta pun hanya membalasnya dengan senyum, dia memang tak salah pilih menantu untuk menjaga putrinya yang semata wayang
"ayo silahkan masuk semuanya" karena ada beberapa orang jadi reza tak menyebutkan satu persatu anggota keluarganya yang datang
sementara dinda masih bergelayut manja dipelukan mami ana dan papi tirta, seakan tak ada rasa malu lagi dan tak ingat jika dirinya sudah menjadi istri seseorang
"kalian semua sehat kan?" pertanyaan pertama dinda membuat semuanya tertawa. pasalnya keduanya sampai dengan wajah yang sangat bahagia
"pertanyaan macam apa itu din, kami sampai disini tentu saja kamis sehat. atau kamu mau punya adik juga masih sanggup" ucap papi tirta yang mendapatkan cubitan dari istrinya karena merasa malu dengana ucapan suaminya
"dady ada sedikit kerjaan dikantor, nanti menyusul" jawab mami tania dan diangguki oleh dinda
"dinda buatkan minum dulu ya, papi mau kopi atau yang dingin?"tanya dinda beranjak dari tempat duduknya dan diikuti oleh reza
"apa aja sayang, yang dingin juga boleh" jawab papi tirta
"kamu siapkan makanannya biar minumannya mas yang buat, biar cepat selesai" ucap reza dan kedua nya bekerja sama untuk menyiapkan jamuan ala kadarnya karena keduanya belum berbelanja
__ADS_1
setelahnya semuanya mengobrol dan saling bertukar pertanyaan hingga waktu menunjukan jam makan siang, semua sepakat untuk memesan saja makanan dari restoran dan juga ada beberapa makanan yang dibuat dan dibawa oleh orang tua dinda
saat selesai makan, mami ana dan papi tirta ditunjukan kamar untuk beristirahat karena perjalanan jauh dan mami tania pamit untuk menemui suaminya, ada berkas yang tertinggal dirumah dan harus diantarkan sekarang juga
"pi, mi istirahat dulu nanti kita sambung lagi ngobrolnya, pasti kalian lelah" reza membawakan koper kedalam kamar yang sebelumnya sudah disiapkan oleh dinda
"terima kasih nak, kami istirahat dulu. kalian juga tadi dinda ngeluh kelelahan kan" ucap mami ana menggoda anak dan menantunya sebelum masuk ke kamatr untuk istirahat
"mas" panggil dinda saat keduanya sudah berada dikamar dna terbaring diranjang
"hemmm, ada apa?" tanya reza yang sibuk mencari chanel ditv yang ada dikamarnya
"mas sudah tau kalau mami dan papi mau kesini?" tanya dinda dan di angguk i oleh reza
"kenapa? kamu pasti rindu mereka kan!" reza menatap wajah dinda " kemarin papi menghubungi mas dan bilang akan kesini tapi mau kasih kejutan buat dinda gitu" jawab reza jujur
"emmm,,, ya sudah!" kata dinda singkat
"belum juga mulai kok main bilang udah-udah aja" reza menyiratkan sesuatu dalam kedipan matanya
__ADS_1
tanpa banyak bertanya reza melakukan kegiatan yang membuat dinda panas dingin dan merasakan nik*matnya dunia. keduanya kelelahan dan tertiddur lelap saling memeluk.