
***
"kalau sudah setuju semua! besok kita lihat bersama gedung yang akan digunakan" ucap dinda
"buat lulu tenang saja resep rahasian kue ibumu akan tetap kami jaga. dan semua ini akan ada dalam perjanjian yang akan saya buat" lanjut dinda
"terima kasih bu, saya tak tahu harus berkata apa lagi hanya bisa berterima kasih" ucap lulu sungkan
"tak perlu terima kasih tapi buktikan kamu bisa mengembangkan kafe kita ini, kamu akan memiliki saham juga dari kafe ini iya kan mas!" ucap dinda penuh penekanan pada suaminya
"terserah kamu saja din" ucap reza lembut pertanda setuju dengan apapun keputusab istrinya
"oke dion tolong siapkan surat perjanjian yang tak merugikan kedua belah pihak dan juga tentang status kepemilikan bisnis baru kita! " perintah dinda semangat reza hanya diam saja mengagumi kepintaran dinda yang jarang diketahui orang
banyak orang hnya menilai dinda cantik dan kaya bukan dengan kepintaran dan sikap baiknya
"baik kak!" ucap dion keceplosan
"ehhh!" ralat dion tapi dicegah dinda
"tak perlu diralat sebentar lagi juga jadi keluarga" dinda tersenyum kuda
"bagaimana bu lulu? apakah ada pertanyaan atau penolakan dari yang dijelaskan istri saya!" tanya reza memastikan
"saya paham pak! dan saya sangat setuju mau ada atau tidaknya perjanjian" jawab lulu tegas
"tapi bagaimana dengan pak tirta" lulu menunduk ragu
__ADS_1
"tenang saja! mertua saya sangat setuju dengan permintaan anaknya. jadi satu hal yang perlu kamu ingat! kepercayaan dan kesetiaan yang paling penting bagi kami" ucap reza menegaskan
baginya tak akan ada kesempatan kedua bagi penghianat
"saya akan berusaha semaksimal kemampuan saya pak, bu" jawab lulu
ini kesempatan baik untuk lulu, usaha ibunya yang kurang berkembang meski kue ibu lulu bisa bersaing dengan kue dari toko kenamaan
kini berkat doa dan kerja kerasnya tuhan memberikan kemudahan melalui dinda untuk lulu dapat membantu usaha orang tuanya
selama ini lulu adalah tulang punggung keluarga. meski gajihnya diperusahaan papi tirta cukup besar semuanya untuk kebutuhan keluarganya
"panggil saya kakak saja! umur kita hanya beda empat tahun saja!" ucap dinda
reza melirik kearah dinda ada saja kelakuan istrinya yang membuat reza tercengang
"kalau begitu, dion antarkan lulu pulang! kami juga mau pulang iya kan mas" ucap dinda
"saya bisa pulang sendiri pak, bu" ucao lulu yang malu tapi juga mau
lulu dan dion
"saya antarkan saja!" ucap dion gugup
__ADS_1
"nah cocok! bye" ucap dinda melambaikan tangannya
diperjalanan pulang dinda terus saja berceloteh tentang keingingannya. dari mulai usaha dan juga perjodohan
dinda sudah mulai kembali ceria namun tetap saja dihatinya ada sesuatu yang kosong. hanya saja dinda tak mau berlarut dalam kwsedihan yang berkepanjangan
"mas mereka cocok banget ya,, cantik dan ganteng" dinda terus membahas dion dan lulu
"nggak! kamu yang paling cantik" ucap reza menggombal
ada udang dibalik bakwan dengan rayuan reza rupanya
"tentu saja kamu juga yang paling tampan!" dinda membalas gombalan suaminya
"kita menginap dihotel oke!" reza membelokkan mobilnya kembali ke hotel
padahal jarak dari rumahnya saat ini sudah tak terlalu jauh
"kenapa mas? bedanya apa orang cuma mau tidur ini kan?" ucap dinda penasaran
"honeymoon jilid dua" jawab reza mempercepat laju mobilnya
"mas pelan pelan!" protes dinda
"mas sudah terlalu lama menunggu!" reza memarkirkan mobilnya sesaat setelah tiba diarea parkir hotel
membuka pintu mobil dimana dinda duduk, menuntunnya ke litf khusus direktur yang menuju langsung ke kamar reza
__ADS_1
dinda hanya diam saja menurut disamping suaminya,
"siapkan dirimu!" bisik reza membuat bulu kuduk dinda merinding