
"sayang kamu dapat rujak dari mana banyak banget?" tanya mami ana melihat dinda dengan lahap mengunyah mangga muda asam dan juga pedas dari sambel rujaknya
"dari tukang rujak lah mi, mami mau nih dinda suapi" tawar dinda membuat mami ana bergidik ngeri melihat mangga yang terlihat asam
"kamu makan aja sendiri mami sayang sama lambung!" ucap mami ana meninggalkan kedua pasangan sejoli yang menikmati rujak disiang bolong
"mas tumben doyan rujak?" tanya dinda pada suaminya yang tadi melarangnya beli rujak tapi kini malah ikut menikmati dengan lahap
"seger kayanya liat kamu makan, pas dimakan bikin nagih kayak kamu!" bisik reza ditelingan dinda
satu pukulan melayang dilengan reza
"auu sakit din!" keduanya melanjutkan menyantap rujak tanpa melirik makanan lainya
sampai pada suara dering panggilan pada ponsel reza
"ada apa!" ucap reza saat menerima panggilan telfonya
"ada keadaan darurat pak, besok pagi kita harus menemui klien di kota D" ucap dion
"besok pagi? kenapa mendadak!
"maaf pak ada masalah dalam pembangunan dihotel baru kita pak dan klien maunya bapak langsung yang datang untuk meninjau" ucap dion lagi
"baiklah persiapkan berkasnya yang diperlukan nanti malam kita berangkat!" ucap reza dengan tenang tak mau istrinya khawatir
"baik pak" ucap dion menutup panggilan telfonya
__ADS_1
***
"kenapa mas?" dinda masih dengan rujak dimulutnya tapi penasaran dengan apa yang terjadi pada suaminya
"makan tuh ditelen dulu baru ngomong" reza mengelap sisa sambal rujak yang ada dibibir dinda
"iya maaf, nanti malam mau kemana?" tanya dinda lagi
"mas nanti malam harus keluar kota untuk urusan pembangunan hotel. kamu disini saja atau mau ikut mas?" reza tak mau istrinya kelelahan karena baru saja pulang dari luar negeri beberapa hari yang lalu
"kalau dinda ikut boleh?" dinda ragu dengan jawabanya tapi hatinya tak mau jauh dari sang suami
"tentu saja boleh, tapi ini bukan untuk liburan jadi mas agak sibuk disana. kamu ngga apa-apa kalau nanti mas sering tinggal di hotel?" tegas reza
"ngga masalah asal jangan jauh-jauh dari mas!" jawaban dinda sangat menis membuat hati reza bagaikan es batu yang mencair
cup
selesai dengan ngerujak dinda membantu mami dan bik ani didapur untuk persiapan makan malam bersama keluarga yang telah direncanakan oleh papi tirta
setelah menikah dinda langsung ikut suaminya keluar negeri dan belum semua keluarga bertemu dengan pasangan pengantin baru
dari keluarga pak tirta hanya memiliki satu adik yaitu pak candra, sedangkan mami ana adalah seorang anak tunggal yang kedua orang tuanya pun sudah meninggal
"dinda bantu apa inih?" melihat berbagai macam bahan makanan seafood yang akan menjadi hidangan makan malam
"ihhhh bau banget mi udangnya. ini udah busuk ya bik" dinda menutup hidungnya merasakan aroma yang tidak mengenakan menghembus ke hidungnya
__ADS_1
merasa mual diinda keluar dari dapur karena tak tahan dengan bau yang dia rasakan
"kenapa sayang?" reza yang sedang sibuk mngecek email dari asistenya untuk rapat besok merasa terganggu dengan suara dinda yang mu*tah dikamar mandi
"kamu sakit din? ayo kita kedokter" reza menghampiri istrinya "kebanyakan makan yang asam ini pasti. ayo kita periksa biar ngga semakin parah" ucap reza menuntun istrinya duduk disofa yang ada dalam kamar
"ngga mas aku mau disini aja, mas jangan kemana-mana" dinda memegangi tangan suaminya erat seakan takut ditinggal
"iya mas disini, tapi mas minta air hangat dulu ya kebawah" ucap reza dan dinda hanya menggangguk
"bik bisa minta tolong buatkan air hangat untuk dinda" ucap reza saat berada didapur
"dinda kenapa nak?" tanya mami ana
"ngga tau mi, tadi masuk kamar langsung m*ntah dan perutnya mual katanya. mungkin terlalu banyak makana rujak" jawab reza
"coba deh diperiksa ke dokter takut lambungnya sakit" ucap mami ana
"dinda ngga mau mi, katanya mau istirahat aja makanya reza ambilkan air hangat"
"ya sudah nanti kalau masih belum sembuh bawa panggil saja dokter, mami khawatir" pesan mami ana
"iya mi reza keatas dulu" reza membawa segelas air putih hangat dan kembali kekamar
"sayang! ayo minum dulu kita kerumah sakit ya? atau mau panggil dokter aja kesini" tanya reza lembut
"ngga mas, aku mau tiduran aja ditemenin mas" ucap dinda merengek seperti anak kecil
__ADS_1
"ya sudah tapi mas sambil kerja boleh?"
"hemmm iya yang penting mas jangan kemana-mana" ucap dinda