
"maaf saya terlambat" pak alex duduk disamping anaknya
jesika masih tak percaya dengan apa yang dilakukam oleh ayahnya. biasanya selalu membela apapun kesalahan jesika
"segera lakukan yang mereka minta, saya tak ada waktu untuk ini perbuatan licikmu lagi" pak alex menatap tajam jesika dengan penuh amarah namun ia tak akan meluapkannya sekarang. bagaimanapun orang tau jika jesika anaknya
"tapi pa! bukankah papa juga mengingginkan reza jadi menantu papa" jesika berusaha merayu ayahnya
reza hanya tersenyum sinis bisa-bisanya jesika berkata demikian setelah apa yang dia lakukan.
"saya tak punya waktu lebih banyak lagi. jika kalian tidak setuju tidak masalah semua ini akan saya bawa ke jalur hukum. dan kalian bisa menikmati sisa hidup dengan sedikit perjuangan" ancam reza
pak alex merasa bersalah pasalnya selama ini membiarkan jenita jauh darinya dan malah mendapat perlindungan dari keluarga yang mau dia hancurkan
semua itu akibat hasutan dari jesika yang membuat pak alex haus akan harta meski tidak dengan cara baik
"lakukan jes! jika kamu masih menganggapku papamu" pak alex pun pergi meninggalkan ketiganya dengan tatapan sengit
akhirnya dengan wajah kesal jesika melakukan apa permintaan reza, sebagai bukti kecurangan dan kelicikannya
dengan kesepakatan bersama reza pun dapat mengambil alih perusahaan dadynya yang juga dibantu sang mertua.
jesika pergi dengan amarah yang terpendam. tapi tidak dengan reza yang pulang dengan kemenangan dan segera memberitahukan pada dinda tentang semuanya
"apakah semua bukti dan data sudah cukup untuk menarik lagi perusahaan?" tanya reza pada asisten dadynya
"sudah pak, kita bisa ambil kembali apa yang seharusnya jadi milik kita" asistenya menjawab
__ADS_1
"baiklah simpan semua baik-baik. ini tak akan mudah jadi semua berkas biar dibawa orangku saja yang sudah saya siapkan. nanti kamu diparkiran akan bertemu kurir berikan tasmu yang bukan berisi berkas. dan berkas aslinya akan saya bawa biar aman" reza masih belum yakin dengan alex dan anaknya jadi memutuskan untuk mengecoh pada siapa berkas yang asli dibawa
"baik pak"
keduanya kembali dengan rencana yang sudah disiapkan
reza dengan wajah penuh kemenangan segera kembalu kerumah orang tuanya setelah memeberikan berkas asli pada orang kepercayaan mertuanya untuk mengantarkan ke kantor dadynya.
beberapa saat reza tiba dirumah
"dinda!" reza berteriak mencari istrinya karena dikamar tidak ada orang dan maminya pun tak ada
reza ketakutan jika dinda benar-benar kembali ke rumah orang tuanya
"sayang! kamu dimana" reza terus berlari dan menemukan istrinya berada diarea belakang rumah sedang berolahraga dengan sang mertua
"mas pikir kamu pergi" reza masih dengan nafas yang terengah
"dasar anak muda ngga tau tempat" ledek mami tania membuat dinda malu karena suaminya kini juga mencium pipinya
"mas mau aku pergi kemana" dinda melepaskan pelukan reza
"kalian lanjutkan mami sudah selesai olahraganya"ucap mami tania dan berlalu pergi
"sayang mas sudah punya bukti semuanya. dan perusahaan dady akan segera kembali seperti dulu. jadi kita bisa nikmati hari kita dan melanjutkan bulan madu" reza menjelaskan denga penuh semangat
"siapa juga yang mau bulan madu" ucap dinda dengan wajah datar
__ADS_1
"maksudnya?" rez bingung dengan ucapan istrinya
"kenapa aku harus bulan madu, siapa yang sudah memaafkan mas!"mode jutek dinda kembali
justru itu membuat reza lega pasalnya istrinya hanya akan diam saat marah. tapi ini dinda sudah kembali ke setelan awal
"jadi mas masih belum dimaafkan. baiklah kita lihat saja nanti" reza mengecup bibir istrinya sekilas dan pergi meninggalkan ruang olah raga
dinda masih tertegun dirinya pun sebenarnya tak mau begini. sudah merindukan kehidupan damai dengan suaminya seperti dulu
tapi dinda hanya ingin reza tahu bahwa dinda juga berhak tau apapun masalh yang dihadapi keluarganya
waktu berganti dady farhan pulang dari kantor dan memeluk anaknya bangga karena mengembalikan lagi perusahaanya. dan juga berterima kasih pada dinda atas bantuan orang tuanya
setelah obrolan selesai semua keluarga makan malam bersama dan semua merasa senang
"din, mas minta maaf ya atas semua yang terjadi belakangan ini. semua diluar kendali mas" reza berlutut dihadapan istrinya yang sedang duduk disofa kamarnya
"bangun mas jangan begini!"ucap dinda
"tapi maafin mas dulu, kamu sudah lihatkan semua buktinya dari orangnya langsung dan juga cctv" reza tak menyerah dia harus mendapatkan maaf istrinya
"iya bangun dulu, aku udah maafin mas kok" dinda melebarkan senyumnya mungkin ini sudah saatnya
"benarkah?" reza memastikan
"hemmm, tapi ada syaratnya!"
__ADS_1
"apa sayang, pasti mas kabulkan" ucap reza penuh semangat