
sore hari reza dan dinda melakukakan perjalanan darat. setelah mendapatkan bahwa dinda tak boleh menaiki pesawat dulu untuk saat ini
dinda sudah bersiap dengan perjalanan jauhnya mulai dari perlengkapan dan juga makanan sudah disiapkam dengan matang
"siap sayang!" tanya reza selesai dengan persiapannya untuk perjalanan
reza menyewa mobil yang sangat nyaman untuk.perjalanan jauh demi sang istri. mulai dari tempat tidur dan juga pilihan makanan dan minuman yang disediakan agar dinda tak kelaparan
"let's go" dinda lupa dengan shoping dan janji untuk jalan jalan nya
dirinya sudah senang akan menikmati perjalanan pulang dengan mobil yang sangat nyaman
reza memegang tangan sang istri agar pelan masuk.ke mobil dan mendudukanya pada kursi yang sangat nyaman.
setelahnya reza duduk disebelah istrinya
"mas boleh telfon mami tania?"
"nanti saja kalau sudah sampai dirumah, sekarang kamu makan yang banyak lalu tidur agar tak pusing" ucap reza
"dinda kenyang mas!"
"ya sudah mau apa? mau mas pijitin atau mau yang lain?" tanya reza menggoda dinda agar tak jenuh
__ADS_1
"jangan macam macam ya ini dijalan!" tegas dinda
"iya nanti dirumah saja" jawab reza datar
"mas mulai deh!" dinda kesal jika digoda masalah ranjang oleh suaminya
waktu berlalu melewati beberapa jam perjalanan keduanya memutuskan untuk berhenti ke restoran yang buka dua puluh empat jam
dinda tiba tiba saja ingin makan indomai rasa opor ayam
meski banyak menu makanan yang mahal dan juga enak. dinda justru lebih menikmati makanan instan yang begitu ingin ia makan
"ada lagi?" reza mengusap puncak kepala istrinya lembut
"ngantuk mas" dasar dinda dimana mana kalau kenyang ya larinya ke mata Bikin ngantuk
tapi reza tak mau mendebatnya "ya sudah kita lanjutkan perjalanan. kurang lebih tiga jam lagi kita sampai" reza merangkul pundak dinda agar tak kedinginan
perjalanan dilanjutkan dengan kecepatan sedang dinda dan reza terlelap dengan tetap berpegangan tangan. dinda lebih manja lagi setelah tahu dirinya sedang mengandung
ditinggal suaminya lima menit saja berasa satu hari bagi dinda
*******
__ADS_1
"permisi pak, bu kita sudah sampai" ucap supir yang telah diberikan alamat rumah baru dinda dan reza yng sudah selesai pad tahap renovasi
"iya pak maaf kami ketiduran" ucap dinda sedang reza hanya mengganguk saja
"mas kok kita disini? apa kita langsung kerja mas?" pertanyaan dinda bertubi tubi pada reza yang masih belum sadarkam diri dari tidurnya
" kita pulang sayang! ini rumah kita" ucap reza memberitahukan pada dinda
namun dinda tak begitu saja percaya karena sebelumnya reza menjelaskan rumah ini milik kliennya
"apa klien mas marah dengan pilihan warna dan furniturenya mas!" dind takut suaminya terpaksa membeli rumah kliennya karena tak sesuai dengan keinginan
"ini rumah milik nyonya reza! dokumennya ada didalam" reza mengajak dinda masuk
disebuah meja ada berkas yang terdapat beberapa. reza menyerahkannya pada sang istri untuk dibaca
dinda terkejut benar saja dokumen itu menuliskan rumah tersebut sudah dibeli reza bertepatan dengan tanggal pernikahan keduanya
tapi sebelumnya reza tak mengatakan apapun soal rumah
"mas ini beneran punya kita! mas bohongin aku ya?" dinda malah menangis sesenggukan entah apa yang membuatnya menangis
"sayang kenapa menangis?" reza khawatir dinda tak menyukai kejutanya
__ADS_1
"kamu ngga suka din?" tanya reza