Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
Disekap


__ADS_3

"pak dinda mana?" tanya mami ana pada pak.ujang yang tertidur dalam mobil


"maaf nyonya, tadi mengantar ini lalu keluar lagi" jawab pak ujang


"tapi ngga ada ditoko, mungkin ke toilet ana kita tunggu sebentar" ucap mami tania


"ponselnya dimobil, dasar anak itu bikin orang panik saja!" mami ana merasa gelisah


" saya cek ke toilet dulu ya, saya khawatir ngga biasanya dinda begini" mami ana minta ditemani pak ujang mengecek toilet dan tempat sekitarnya


mami ana tanya pada salah seorang penjual makanan yang kebetulan dibeli oleh dinda tadi


penjelasan dari penjual dinda bertemu pria yang dikenalnya dan diajak pergi. setelahnya penjual itu tak tahu lagi karena sibuk dengan pembeli yang lain


mami ana lari ke mobil mengambil ponsel dan menghubungi suaminya


"pi, dinda diculik!" ucap mami ana mengatakan pada suaminya jija dinda dibawa lelaki


"mami dimana!" papi tirta terkejut


mematikan panggilan telfonnya dan menghubungi seseorang.


"kita pulang ada masalah dengan dinda!" papo tirta meninggalkan tempat pemancingan dan berjalan dengan cepat reza yang mendengar papinya menghubungi orang kepercayaanya menandakan ada bahaya


terlebih berkaitan dengan dinda. reza tak banyak bicara pun ilut mengubungi sesorang meminta bantuan untuk dtg ketempatnya sekarang

__ADS_1


"pi, dinda diculik pi" mami ana memeluk suaminya dan menangis kencang setelah pak tirta tiba divila


"gimana kejadianya mi, mami tenang kita kerahkan semua bantuan!" papi tirta mengusao punggung mami ana


begitu pun dengan mami tania yang juga sangat sedih


reza pergi begitu saja mendengar istrinya diculik. siapa orang yang berani bermain dengan anak dari tirta atmaja dan juga istri dari reza adrian


"kalian ikut saya! sebagian tunggu perintah mertua saya!" reza menaiki mobil dengan beberapa orang didalamnya


"periksa cctv yang ada disekitar sini," perintah reza


beberapa pria berpakaian hitam mendatangi tempat dimana dinda terakhir berada dan mencari petunjuk


sementara reza melaporkan kejadian ini kepihak yang berwajib namun harus menunggu waktu sesuai aturan hingga reza memutuskan untuk menemukan istrinya sendri


"tolong lepaskan, saya akan bantu bisnis keluargamu kembali lagi" ucap dinda yang tanganya diikat pada sebuah kursi


ingin meminta tolong pun tak ada siapa pun yang ada hanya akan menghabiskan tenaganya


"saya sudah tak butuh! dan tak peduli dengan harta." ucap varo


"lama tak bertemu makin cantik dan makin menggoda kamu dinda, hahaha" lanjut varo


"apa maumu katakan, aku tak akan lapor polisi jadi tolong lepaskan aku!" rayu dinda

__ADS_1


"tapi mungkin kelurgamu sudah melaporkannya, anak kesayangan kelurga atmaja kini ditanganku!" varo seperti orang gila yang berbicara dan dijawab sendiri


dinda yang mulai ketakutan akhirnya menangis, hari yang semakin gelap mungkinkah suami dan keluarganya bisa menemukan dinda.


kini dia sudah pasrah apa yang akan terjadi padanya, matipun ia rela asal tak membiarkan kehormatannya ternodai


"kenapa diam sayang, apa kamu sudah menyerah! mana dinda sombong dan angkuh itu" ucap varo meledek


"kita lihat apakah ada orang yang akan menemukanmu, hahaha


kita akan habiskan malam ini berdua saja sayang, tanpa ada yang menggangu kita" varo memegang wajah mulus dinda


dinda mengelak dan membuat varo marah


"wanita ku*rang aj*ar!" varo mengumpat lalu pergi meninggalkan dinda sendirian


dinda berusaha melepaskan tali pada tangannya namun sangat sulit. tangannya hingga memerah bekas ikatan yang sangat kuat


mengapa dinda harus bertemu dengan lelaki yang paling dia benci selama ini


atau jangan jangan ini sudah menjadi rencananya. pikirab dinda berkecamuk


"mas, mami papi! dinda takut!" dinda terisak dalam gelapnya ruang kosong dan pengap


tak lama varo kembali membawa bungkusan makanan, mendekati dinda dan menyuapinya

__ADS_1


awalnya dinda menolak tapi tak mau membuar varo marah dan dinda pikir ia juga butuh banyak tenaga jika bisa ada kesempatab untuk kabur nanti


"pintar!" ucap varo senang dan mulau melembutkab suaranya


__ADS_2