Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
Mentari namanya


__ADS_3

"sayang!" mami ana memeluk anaknya saat tiba dirumah sakit


reza mengabarkan pada orang tua dan mertuanya jika anaknya dan dinda telah lahir


"mami jangan nangis dong! maafin dinda ya mi selama ini dinda bikin mami sedih!" dinda baru merasakan bagaimana sulitnya melahirkan seorang anak dan kini ia merasakanya sendiri


dinda membayangkan orang tua dan juga mertuanya yang dulu juga melahirkan anaknya


"sayang, kamu hadir dengan senyuman dan kebahagian untuk kami nak!" mami ana mengusap kepala anaknya


pak tirta pun tak ingin ketinggalan " selamat ya anak papi sekarang udah jadi ibu!" papi tirta mengecup kening anaknya haru menahan rasa yang tak mungkin diungkapkan bagi lelaki


"nangis aja pi, segala gengsi!" ledek dinda melihat papinya berkaca kaca untuk kedua kalinya


sama seperti saat dinda menikah dulu


"enak saja! siapa juga yang mau nangis!" elak papi tirta


"barusan mas reza juga menangis, iya kan mas?" ucapan dinda mendapat tatapan tajam dari suaminya


reza memberikan kode jika dinda jangan mengatakan apapun tapi terlambat


"wah hebat bu dinda bisa buat pak reza menangis!" ucap lulu yang baru saja tiba bersama suaminya


"haiiii pengantin baru sudah disini aja sih!" ejek dinda


"kita dari semalam bu!" ucap dion mengatakan sebenarnya

__ADS_1


setelah dinda masuk rumah sakit reza menelfon dion yang baru akan memulai permainan bersama istrinya


reza khawatir dan tak sempat memikirkan orang lain selain dion


"jadi? mas kamu keterlaluan!" kesal dinda pada suaminya


"dirinya aja ngga sabar, tapi nyuruh orang nunggu!" ucal dinda mengomel


"engga sayang! mereka yang mau kesini!" ucap reza meminta dion berbohong dengan kode matanya


"iya bu saya yang ingin disini!" ucap lulu tulus


tak tahu jika suaminya sedang perang batin dan sangat kesal pada reza yang tak mengerti keadaannya


"sudah, sudah ayo keluar kalian brisik! anakku mau minum asi dulu" usir reza pada lulu dan dion


tinggal mami ana dan dinda yang sedang menyusui anaknya


"siapa nama cucu mami din?" tanya mami ana pada dinda


" masih belum mi, ada beberapa nama yang kami siapkan!" ucap dinda menunggu diskusinya dengan suaminya


sementara diluar ruangan dinda "pulanglah, ini kunci rumah baru kalian sudah siap semuanya!" reza menyerahkan kunci dan beberapa surat rumah


yang reza belikan atas keinginan istrinya


"ngga usah kak, apartemenku cukup luas untuk berdua!" tolak dion tak enak dan juga memang tak begitu.membutuhkan

__ADS_1


selama ini reza sudah banyak membantu dion dan juga keluarganya


"ini dari dinda! saya cuma menyampaikan saja, pulang dan istirahatlah" ucap reza


"benar kata reza sudah ada kami disini, kalian istirahat saja! rezeki jangan ditolak" ucap pak tirta menegaskan


dion mengambil kunci dan surat rumah dari tangan reza serta memeluk reza erat


"terima kasih kak!" dion sangat berterima kasih pada bos dan sepupunya


"sudah sepantasnya! karena kerja kerasmu"


lulu juga bertrima kasih dan keduanya pulang kerumah barunya


reza dan pak tirta kembali kekamar dinda,"sini sayang biar mas gendong!" reza meminta putri cantinya dari sang istri


"siapa namanya?" tanya pak tirta


"bagaimana kalau mentari mas?" dinda mengambil salah satu nama yang telah keduanya siapkan


"setuju mentari adrian namanya!" reza menimang putrinya


"nama yang bagus dan indah seperti orangnya!" ucap mami ana


dan dibenarkan oleh pak tirta


"kita panggil riri saja bagaimana?" usul pak tirta

__ADS_1


"bagus pi!" jawab reza


__ADS_2