Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
membuat kenangan


__ADS_3

"salah sarapan nih kayaknya, heiii siapa yang kau panggil sayang!" ucap dinda


"itu yang duduk dibelakang" jawab reza


"yang mana jangan menakut-nakuti ku ya!" dinda clingak-clinguk mellihat kebelakang


"hahahaha" tawa reza menggelegar mengagetkan dinda


"tumben tembok bisa ketawa" gumam dinda


beberapa saat keduanya sampai dibandara, dinda digandeng reza menuju ruang pemeriksaan dan keduanya masuk kedalam pesawat duduk berdampingan. kebingungan dinda masih berlanjut namun reza tetap meyakinkan jika hanya akan mengajak dinda berjalan-jalan sambil bekerja


"mas aku kan belum izin sama mami papi" dinda takut orang tuanya akan marah


"tenang saja aku semalam sudah meminta izin untukmu dan papimu sendiri yang mengizinkannya" ucap reza menenagkan dinda


"tapi mas___" ucapan dinda terhenti reza mengecup keningnya "kenapa jadi sembarangan gini sih " dinda kesal menatap reza sedang kan pelakunya pura-pura tidur tak mau mendengar ocehan dinda

__ADS_1


"menyebalkan sekali. untung tampan" dinda menyibikan bibirnya yang dipuji tersenyum senang dalam hatinya


dua  jam berlalu pesawat mendarat dengan aman di sebuah kota yang terdapat terdapat banyak pantai indah didaerahnya. kota menjadi tujuan reza membawa dinda untuk membuat kenangan sebelum kepergianya ke luar negeri. entah mengapa berat rasanya harus meninggalkan posisinya sekarang terlebih waktu kebersamaanya dengan dinda


sampai di bandara keduanya dijemput oleh seorang supir dengan sebuah mobil yang disiapkan untuk menuju hotel mewah milik reza.


reza tak perlu memesan kamar karena sebelumnya sudah memberi tahu akan berada di hotel tersebut beberapa hari


"mas kita kayak mau honeymoon saja" ucap dinda melihat hiasan dikamar reza dan reza pun tak kalah terkejut pasalnya dia bilang akan datang bersama wanita, tidak bilang bersama istrinya


"ayo masuk dan istirahatlah nanti setelah makan siang aku akan kembali" reza keluar dan menuju kantornya dihotel itu ditemuinya ferdi asistenya untuk hotel yang di kota D


"pagi pak" ucap ferdi yang ada diruangan reza


"pagi tolong siapkan rapat staf dan seluruh pegawai hotel. dan satu lagi saya akan ke luar negeri dan belum tau kapan akan kembali jadi tolong urus hotel ini untuk sementara. jika memang sangat mendesak saya akan usahakan datang" ucap reza menjelaskan  semua kegiatan yang harus dilakukan oleh ferdi selama reza pergi


"baik pak, akan saya lakukan. ada yang lain pak yang perlu saya kerjakan"  tanya ferdi

__ADS_1


"cukup! saya bersama dengan teman saya jadi jangan bicara apapun tentang hotel ini saat bertemu diluar" pesan reza sebelum pergi meninggalkan ruang kerjanya. reza kembali ke kamar melihat dinda sedang berguling-guling diranjang yang penuh dengan bunga sambil tersenyum


"apa yang kamu fikirkan hmm?" reza mendakati dinda ke ranjang


"mas ngagetin aja sih, darimana saja katanya mau ngajak senang-senang malah ditinggal" ucap dinda polos


"jadi kamu mau senang-senang dikamar sekarang?" goda reza


"dasar mesum, maksudku jalan-jalan bukan di kamar saja kayak orang honeymoon" dinda mulai kesal


"memang kalau orang honeymoon seperti apa?"


"tau ah, aku lapar mau makan ayam betutu yang enak" ucap dinda memegang perutnya yang kosong dari pagi


"baiklah ayo! tapi tunggu dulu kamu ganti baju dulu seperti akan bekarja saja" reza menyerahkan paper bag yang dipesannya dari pegawai untuk menyiapkan baju dinda


setelah ganti pakaian dinda keluar kamarnya dan tanpa sengaja menggandeng tangan reza begitu saja. "ayo mas, aku siap" dinda berjalan santai tak sadar tanganya masih menggandeng tangan reza

__ADS_1


__ADS_2