Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
Syukuran


__ADS_3

*******


hari hari berlalu persiapan acara syukuran reza dan dinda sudaj hampir selesai. dibantu oleh mami ana dan juga mami tania yang datang dari luar negeri untuk melihat menantu dan juga ikut mendoakan sang calon cucu pertama


beberapa hari lalu mami tania bersama nino adik reza datang untuk mengikuti acara syukuran. sedangkan dady farhan masih sibuk dengan pekerjaanya dan akan pulang saat cucunya lahir nanti


"tania ayo kedepan kita lihat apa saja yang belum ada" ajak mami ana


"hai kak" ucap tante davina adik ipar papi tirta yang baru saja datang bersama dengan haikal anak bungsunya dan juga jenita kekasih dari haikal yang merupakan adik dari jesika


"hai vina, ayo kita gabung sini" ajak mami ana bersama dengan para wanita sedangkan haikal membantu pekerjaan yang lain bersama nino dan juga papi tirta


dinda dan reza jangan ditanya kemana karena yang punya hajat malah sedang pergi mencari makanan yang diinginkan dinda yaitu gudeg yang cukup sulit dicari didaerah sekitar rumahnya


"sini duduk!" tante davina mengajak jenita yang kalem dan sedikit pemalu


mami tania masih sedikit kesal jika mengingat perbuatan ayah dsan juga kakaknya. tapi dai tak menunjukanya karena tak mau merusak acara anak anaknya

__ADS_1


"kapan mau nikah anaknya vin?" tanya mami tania yang sebelumnya sudah pernah bertemu dengan tante dinda


"Jenita masih kuliah tan, dan haikal juga masih magang diperusahaan papanya" jawab tante davina


"ohh begitu" mami tania mengangguk mengerti


"ayo kita makan siang dulu, biarin dilanjutkan oleh bik ani sama bik wati" ucap mami ana


"ayo jenita jangan malu malu, kita kan mau jadi keluarga!" mami ana sudah melupakan hal yang terjadi sebelumnya dan terlebih jenita juga tak terlibat apapun dalam hal itu


"lagi nyidam gudeg ngga tahu nyari dimana" mami ana menyiapakan makan siang dibantu oleh besan dan adik iparnya


jenita membatu menyiapkan piring dan juga minuman untuk makan siangnya


"haiiiiii, rumahku ramai banget coba tiap hari begini ya" ucap dinda girang saat tiba dirumahnya yang terdapat banyak keluarga berkumpul


"dinda!" reza memegang tangan istrinya yang ingin berlari

__ADS_1


"maaf mas lupa" dinda tersenyum pada suaminya


"es batu bisa cair juga !" ledek nino pada reza yang sekarang sangat berbeda dengan sikapnya yang dulu saat belum menikah dan mengenal dinda


makan siang dilakukan bersama bahkan para art pun ikut makan hanya saja mereka tak mau bergabung dengan para majikannya, meski mami ana mengajaknya untuk makan bersama


setelahnya dilanjutkan dengan menyiapkan tempat. semua makanan dipesan direstoran yang sudah menjadi langganan keluarga dinda sedangkan dirumah hanya persiapan untuk bingkisan yang akan diberikan kepada beberapa anak yatim


persiapan sudah selesai dan acara pun akan dimulai dengan mengundang salah satu pemuka agama dan beberapa anak yatim.


acara pengajian untuk syukuran rumah baru dan juga atas hadirnya calon buah hati dinda dan reza meminta doa pada semua orang yang hadir dan juga pada seorang pemuka agama


pesan dan nasehat yang diberikan diterima oleh dinda untuk kehidupan lebih baik kedepannya. acara berakhir dengan acara makan malam untuk seluruh tamu yang hadir


beberapa tamu dari rekan kerja reza dan juga temannya sedangkan dinda mengunndang teman kantornya dulu saat belerja dikantor om nya, dan juga beberapa teman kuliahnya


meski tak terlalu mewah tapi tamu yang datang cukup banyak dan juga acaranya sangat hikmat. dinda bersyukur dikelilingi oleh orang orang yang menyayanginya

__ADS_1


__ADS_2