Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
pujian


__ADS_3

makan malam keluarga dinda selalu dilakukan atas keinginan maminya, meski sibuk seharian ditempat kerja masing-masing tapi mami ana meminta untuk selalu menyempatkan makan malam bersama


mami ana memang tak pintar atau hobi memasak tapi ia selalu melayani suaminya dengan sangat baik dan lembut yang membuat kelurganya harmonis dan jauh dari prahara rumah tangga


"dinda kita bicara dulu setelah ini" ucap papi tirta yang terlihat serius


setelah makan malamnya selesai ketiganya duduk diruang keluarga yang terdapat televisi juga didalamnya.


"kenapa pi?" tanya dinda duduk bersantai dan memegang remote tv untuk mencari chanel kesukaanya


"besok mami dan papi akan pergi keluar negeri ada urusan bisnis dan juga sedikit liburan" ucap mami ana menjelaskan pelan pada dinda


"ohh jadi ini yang membuat mami menolak keinginan dinda" dinda masih fokus dengan acaranya " ya sudah jika kalian mau pergi liburan jangan lupa pulang bawakan adik untukku" ucap dinda yang konyol pasalnya orang tuanya  sudah memasuki usia kepala lima


"dinda!,yang harusnya buat anak tuh kamu anak ngga sopan" papi tirta pergi meninggalkan kedua wanita tersayangnya


"sayang mulai besok kamu gantikan papi sementara ya, nanti akan dibantu oleh reza dan sekretaris papimu" ucap mami ana membuat dinda menyibikan bibirnya. pasalnya ia yang ingin liburan tapi orang tuanya yang berangkat dan juga dinda harus menggantikan papinya untuk sementara


"iya mamiku sayang, bersenang-senanglah tanpaku" dinda menyindir dan mendapatkan cubitan dipipinya dari sang ibu


******

__ADS_1


pagi hari saat dinda keluar dari kamarnya akan berangkat kekantor. tak dilihatnya orang tuanya yang biasa pagi-pagi sudah mempertontonkan drama kemesraanya. kini terlihat sepi


"bik mami dan papi kemana?" tanya dinda pada salah satu pekerja dirumahnya


"sudah berangkat jam empat subuh tadi non" jawab bik ani


"oke, terima kasih bik. aku makan di kantor saja.ini semua bagikan saja pada pekerja yang lain agar tak terbuang"  ucap dinda malas dan keluar dari rumahnya sudah ditunggu oleh seseorang yang membukakan pintu mobilnya



"astaga oppa siapa itu"  dinda menahan dadanya agar tak loncat dari tempatnya melihat lelaki tampan yang menjemputnya


dinda yang dibukakan pintu belakang oleh reza justru masuk kedalam mobil dibagian depan ia duduk disamping supir.



dinda masuk keruanganya yaitu wakil direktur dan meminta reza untuk menjelaskan beberapa hal


"pak reza bisa keruangan saya" dinda menghubungi reza melalui panggilan telfonnya


"permisi bu ada yang bisa saya bantu" reza kembali memanggil dinda dengan sebutan bu saat berada dikantornya

__ADS_1


"tolong jelaskan dokumen ini, dan apa yang harus lebih dulu aku kerjakan" ucap dinda dan membuat reza mendekatinya


reza menjelaskan dengan rinci pekerjaan dinda yang harus pertama ia mulai, dengan telaten reza mengajarkan dinda dari mulai tugasnya dan juga tugas papinya selama ditinggal keluiar negeri


cukup lama keduanya bekerja bersama dan waktunya makan siang tiba, "bu dinda mau makan di luar atau saya pesankan?" tanya reza pada dinda


"disini saja, pesankan seperti yang kemarin pak reza pesankan aja. itu enak aku suka" ucap dinda


"baiklah bu, saya pesankan dulu. besok asisten bu dinda akan datang untuk mulai bekerja" ucap reza menjelaskan


"oke" dinda mngacungkan jempolnya pada reza


"saya permisi dulu bu" pamit reza


"ehhhh tunggu temani aku makan!. aku ngga makan sendirian" perintah dinda dan tak tau kenapa reza tak mau menolak kesempatan ini


seharian ini pekerjaan dinda lancar dengan dibantu oleh reza, reza pun melaporkan segala kegiatan dinda dikantor kepada pak tirta yang mempercayakan anaknya pada reza untuk dibantu dan dijaga.


reza mengantarkan dinda pulang kerumahnya, saat berjalan keluar kantor pun dinda masih menjadi pusat perhatian dari karyawan dikantornya. dinda belum diumumkan sebagai wakil direktur dan juga anak dari pemiliknya sehingga orang lain masih berani menatap dinda.


"lain kali kalau ke kantor tidak usah berdandan terlalu cantik, senang ya jadi pusat perhatian!" ucap reza datar sambil mengemudikan mobil mengantarkan dinda pulang

__ADS_1


"emang salahnya dimana kalau aku cantik" ucap dinda dengan percaya dirinya. dinda senang mendapatkan pujian dari reza entah mengapa pipinya memerah meski reza tak sengaja memuji namun bagi dinda tetap saja reza mengakui kecantikanya


__ADS_2